Javascript must be enabled to continue!
Kajian Evaluasi Lintas Penyeberangan Merak–Bakauheni
View through CrossRef
AbstrakKajian evaluasi lintas penyeberangan Merak–Bakauheni bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pengoperasian kapal penyeberangan pada lintas Merak–Bakauheni. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan kebutuhan kapal untuk melayani angkutan penumpang dan kendaraan di lintas penyeberangan Merak–Bakauheni agar frekuensi keberangkatan kapal mencapai 191 trip/hari dari maksimal 224 trip/hari. Berdasarkan hasil analisis perhitungan tingkat penggunaan dermaga pada tahun 2016, diketahui persentase waktu yang hilang atau Berth Idle Time (BIT) rata-rata di Dermaga I-V Pelabuhan Penyeberangan Merak sebesar 20,08%. Adapun, persentase BIT rata-rata di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni sebesar 20,15%. Mengenai hasil analisis kinerja penggunaan dermaga, rata-rata penggunaan dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Merak pada tahun2016 adalah 79,91% dengan penggunaan tertinggi sebesar 94,15% di Dermaga II sehingga BIT dermaga sebesar 5,58%. Adapun, rata-rata penggunaan dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni pada tahun 2016 adalah 79,85% dengan penggunaan tertinggi sebesar 94,85% di Dermaga I sehingga BIT dermagasebesar 5.15 %. Dengan demikian, Pelabuhan Penyeberangan Merak–Bakauheni tidak perlu menambah jumlah kapal. Akan tetapi, disarankan untuk menambah knot kapal agar tercapai jumlah trip yang maksimal per harinya.Kata kunci: Pelabuhan, dermaga, evaluasi, pengoperasian, kapal. AbstractStudy/Evaluation of the Merak-Bakauheni Crossing Services: This evaluation study was intended to improve the operation of ferry services on the Merak-Bakauheni crossing route using qualitative and quantitative descriptive approaches. It provided the number of ferry boats required to serve passenger and vehicle transport on this crossing route at a frequency of departure of up to 191 trips/day from a maximum of 224 trips/day. Based on the calculation results of the dock utilization rate in 2016, the percentage of Berth Idle Time (BIT) of Docks I-V at Merak Port was 20.08%, while the average BIT of Bakauheni Port was 20.15%. In terms of performance, the average dock use at Merak Port in 2016 was 79.91%, with the highest use at Dock II (94.15%, BIT of 5.58%). As for Bakauheni Port, the average dock use in 2016 was 79.85%, with the highest use at Pier I (94.85%, BIT of 5.15%). Consequently, the Merak-Bakauheni Ports do not need to add more operating ferry boats, but increasing the knots of these boats to reach a favorable number of trips/day is highly suggested.Keywords: Port, dock, evaluation, operation, ferry boat.
Title: Kajian Evaluasi Lintas Penyeberangan Merak–Bakauheni
Description:
AbstrakKajian evaluasi lintas penyeberangan Merak–Bakauheni bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pengoperasian kapal penyeberangan pada lintas Merak–Bakauheni.
Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasil analisis menunjukkan kebutuhan kapal untuk melayani angkutan penumpang dan kendaraan di lintas penyeberangan Merak–Bakauheni agar frekuensi keberangkatan kapal mencapai 191 trip/hari dari maksimal 224 trip/hari.
Berdasarkan hasil analisis perhitungan tingkat penggunaan dermaga pada tahun 2016, diketahui persentase waktu yang hilang atau Berth Idle Time (BIT) rata-rata di Dermaga I-V Pelabuhan Penyeberangan Merak sebesar 20,08%.
Adapun, persentase BIT rata-rata di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni sebesar 20,15%.
Mengenai hasil analisis kinerja penggunaan dermaga, rata-rata penggunaan dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Merak pada tahun2016 adalah 79,91% dengan penggunaan tertinggi sebesar 94,15% di Dermaga II sehingga BIT dermaga sebesar 5,58%.
Adapun, rata-rata penggunaan dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni pada tahun 2016 adalah 79,85% dengan penggunaan tertinggi sebesar 94,85% di Dermaga I sehingga BIT dermagasebesar 5.
15 %.
Dengan demikian, Pelabuhan Penyeberangan Merak–Bakauheni tidak perlu menambah jumlah kapal.
Akan tetapi, disarankan untuk menambah knot kapal agar tercapai jumlah trip yang maksimal per harinya.
Kata kunci: Pelabuhan, dermaga, evaluasi, pengoperasian, kapal.
AbstractStudy/Evaluation of the Merak-Bakauheni Crossing Services: This evaluation study was intended to improve the operation of ferry services on the Merak-Bakauheni crossing route using qualitative and quantitative descriptive approaches.
It provided the number of ferry boats required to serve passenger and vehicle transport on this crossing route at a frequency of departure of up to 191 trips/day from a maximum of 224 trips/day.
Based on the calculation results of the dock utilization rate in 2016, the percentage of Berth Idle Time (BIT) of Docks I-V at Merak Port was 20.
08%, while the average BIT of Bakauheni Port was 20.
15%.
In terms of performance, the average dock use at Merak Port in 2016 was 79.
91%, with the highest use at Dock II (94.
15%, BIT of 5.
58%).
As for Bakauheni Port, the average dock use in 2016 was 79.
85%, with the highest use at Pier I (94.
85%, BIT of 5.
15%).
Consequently, the Merak-Bakauheni Ports do not need to add more operating ferry boats, but increasing the knots of these boats to reach a favorable number of trips/day is highly suggested.
Keywords: Port, dock, evaluation, operation, ferry boat.
Related Results
BENTUK VISUAL KOSTUM TARI MERAK JAWA BARAT KARYA IRAWATI DURBAN ARDJO
BENTUK VISUAL KOSTUM TARI MERAK JAWA BARAT KARYA IRAWATI DURBAN ARDJO
Tari Merak Jawa Barat, merupakan jenis tarian tontonan (pertunjukan). Tari Merak pertama kali diciptakan oleh Rd. Tjetje Somantri pada tahun 1955. Kemudian pada tahun 1965, tari Me...
Evaluation Of Bakauheni River Vessel Capacity
Evaluation Of Bakauheni River Vessel Capacity
The Bakauheni Ferry Terminal is a ferry port that connects Sumatra and Java Island, which has a crossing distance of 15 miles. The Bakauheni - Merak route has 71 (seventy one) ship...
EVALUASI ZONASI DI PELABUHAN BAKAUHENI
EVALUASI ZONASI DI PELABUHAN BAKAUHENI
Belum terpenuhinya syarat dalam penerapan sistem zonasi di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni menyebabkan terjadinya crossing pada arus lalu lintas khususnya pada dermaga eksekutif ...
FORAMINIFERA DI PERAIRAN SEKITAR BAKAUHENI, LAMPUNG (SELAT SUNDA BAGIAN UTARA)
FORAMINIFERA DI PERAIRAN SEKITAR BAKAUHENI, LAMPUNG (SELAT SUNDA BAGIAN UTARA)
Penelitian foraminifera bentik dari 15 percontoh sedimen dasar laut di bagian utara Selat Sunda, Perairan Bakauheni, Lampung telah dilakukan secara kuantitatif. Keterdapatan forami...
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN GEDUNG PLN (PERSERO) TANAH WAHIDIN (Studi Kasus : Kantor PLN Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kel. Macannang, Kec. Tanete Riattang, Kab. Bone)
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN GEDUNG PLN (PERSERO) TANAH WAHIDIN (Studi Kasus : Kantor PLN Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kel. Macannang, Kec. Tanete Riattang, Kab. Bone)
ABSTRAKPembangunan suatu kawasan dan/atau lokasi tertentu mempunyai pengaruh terhadap lalu lintas disekitarnya. Analisis dampak lalu lintas dipergunakan untuk memprediksi apakah in...
STUDI KOMPARATIF PADA KOSTUM TARI MERAK KARYA RADEN TJETJE SOMANTRI DAN KARYA IRAWATI DURBAN ARDJO MELALUI PENDEKATAN ESTETIKA
STUDI KOMPARATIF PADA KOSTUM TARI MERAK KARYA RADEN TJETJE SOMANTRI DAN KARYA IRAWATI DURBAN ARDJO MELALUI PENDEKATAN ESTETIKA
Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang memiliki masyarakat agamis dengan kekayaan warisan budayanya serta nilai-nilai luhur tradisionalnya. Sebagai salah satu contoh budaya Jaw...
Analysis of Ro-Ro Ship Performance Management at the Merak-Bakauheni Crossing Port
Analysis of Ro-Ro Ship Performance Management at the Merak-Bakauheni Crossing Port
The Merak Crossing Port with the Merak – Bakauheni route connects the islands of Java and Sumatra which is the busiest crossing port in Indonesia. The purpose of this study is to a...
ADAPTASI BURUNG MERAK BIRU PADA TATA RIAS WAJAH FANTASI UNTUK KARNAVAL
ADAPTASI BURUNG MERAK BIRU PADA TATA RIAS WAJAH FANTASI UNTUK KARNAVAL
Adaptasi burung merak biru pada tata rias wajah fantasi terinspirasi dari burung merak biru. Adaptasi adalah praktik merubah objek menjadi sebuah karya seperti menjadikan objek bur...

