Javascript must be enabled to continue!
MODEL MULTIPLE DECREMENT DALAM PENENTUAN PREMI ASURANSI JIWA
View through CrossRef
Asuransi jiwa adalah satu diantara produk asuransi yang umum dikenal, biasanya memiliki satu penyebab klaim yaitu kematian. Model produk asuransi jiwa dapat dimodifikasi dengan menambah penyebab-penyebab klaim lainnya, sehingga menjadi model asuransi dengan lebih dari satu penyebab klaim (multiple decrement). Model multiple decrement merupakan salah satu model aktuaria yang digunakan sebagai acuan dalam merancang suatu produk asuransi. Penelitian ini menggunakan 3 decrement sebagai penyebab terjadinya klaim yang terdiri dari kematian, cacat permanen dan mengundurkan diri. Data associated single decrement table menggunakan informasi dari Negara Canada Tahun 1968 yang diperoleh dari Software Table Manager 3.01. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seorang berusia 30 tahun mengikuti suatu asuransi jiwa multiple decrement berjangka selama 34 tahun. Diketahui bahwa nilai santunan ketika seorang tersebut mengalami kematian adalah Rp100.000.000, Rp50.000.000 bila mengalami kondisi cacat permanen, sedangkan Rp10.000.000 bila kondisi mengundurkan diri dari perusahaan. Suku bunga yang digunakan adalah 6% berdasarkan BI Rate. Hasil perhitungan diperoleh premi tahunan untuk asuransi jiwa berjangka multiple decrement ini yaitu sebesar Rp317.946. Kemudian, jika tingkat suku bunga semakin tinggi maka nilai premi yang dibayarkan semakin murah. Hal ini dikarenakan tingkat suku bunga merupakan variabel dari fungsi diskonto, dimana semakin tinggi tingkat suku bunga, maka semakin kecil nilai dari fungsi diskonto. Premi akan semakin mahal jika usia nasabah ketika mengikuti asuransi semakin tinggi. Hal ini karena dipengaruhi peluang kematian seseorang yang semakin tinggi dengan bertambahnya usia. Kata Kunci: multiple decrement, associated single decrement.
Title: MODEL MULTIPLE DECREMENT DALAM PENENTUAN PREMI ASURANSI JIWA
Description:
Asuransi jiwa adalah satu diantara produk asuransi yang umum dikenal, biasanya memiliki satu penyebab klaim yaitu kematian.
Model produk asuransi jiwa dapat dimodifikasi dengan menambah penyebab-penyebab klaim lainnya, sehingga menjadi model asuransi dengan lebih dari satu penyebab klaim (multiple decrement).
Model multiple decrement merupakan salah satu model aktuaria yang digunakan sebagai acuan dalam merancang suatu produk asuransi.
Penelitian ini menggunakan 3 decrement sebagai penyebab terjadinya klaim yang terdiri dari kematian, cacat permanen dan mengundurkan diri.
Data associated single decrement table menggunakan informasi dari Negara Canada Tahun 1968 yang diperoleh dari Software Table Manager 3.
01.
Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seorang berusia 30 tahun mengikuti suatu asuransi jiwa multiple decrement berjangka selama 34 tahun.
Diketahui bahwa nilai santunan ketika seorang tersebut mengalami kematian adalah Rp100.
000.
000, Rp50.
000.
000 bila mengalami kondisi cacat permanen, sedangkan Rp10.
000.
000 bila kondisi mengundurkan diri dari perusahaan.
Suku bunga yang digunakan adalah 6% berdasarkan BI Rate.
Hasil perhitungan diperoleh premi tahunan untuk asuransi jiwa berjangka multiple decrement ini yaitu sebesar Rp317.
946.
Kemudian, jika tingkat suku bunga semakin tinggi maka nilai premi yang dibayarkan semakin murah.
Hal ini dikarenakan tingkat suku bunga merupakan variabel dari fungsi diskonto, dimana semakin tinggi tingkat suku bunga, maka semakin kecil nilai dari fungsi diskonto.
Premi akan semakin mahal jika usia nasabah ketika mengikuti asuransi semakin tinggi.
Hal ini karena dipengaruhi peluang kematian seseorang yang semakin tinggi dengan bertambahnya usia.
Kata Kunci: multiple decrement, associated single decrement.
.
Related Results
Penentuan Cadangan Premi Asuransi Jiwa Seumur Hidup Menggunakan Metode Zillmer
Penentuan Cadangan Premi Asuransi Jiwa Seumur Hidup Menggunakan Metode Zillmer
Cadangan premi adalah kewajiban perusahaan asuransi untuk membayar sejumlah dana yang harus disiapkan oleh perusahaan asuransi di kemudian hari. Cadangan premi dapat ditentukan men...
ASURANSI JIWA BERJANGKA LAST SURIVOR
ASURANSI JIWA BERJANGKA LAST SURIVOR
Dalam asuransi jiwa untuk mendapatkan uang pertanggungan seperti yang dijanjikan dalam polis asuransi, tertanggung haruslah membayar premi kepada penanggung dan penanggung akan mem...
Penentuan Cadangan Premi Menggunakan Metode Premium Sufficiency pada Asuransi Jiwa Berjangka
Penentuan Cadangan Premi Menggunakan Metode Premium Sufficiency pada Asuransi Jiwa Berjangka
Asuransi jiwa merupakan perjanjian kesepakatan dari sejumlah orang untuk memikul kesulitan dari resiko keuangan bila terjadi musibah pada salah satu anggotanya. Salah satu jenis as...
ANALISIS PERBEDAAN ANTARA ASURANSI SYARIAH DENGAN ASURANSI KONVENSIONAL
ANALISIS PERBEDAAN ANTARA ASURANSI SYARIAH DENGAN ASURANSI KONVENSIONAL
Asuransi telah menjadi komponen integral dalam sistem keuangan global dan penggunaannya semakin meluas di berbagai sektor. Terdapat dua macam asuransi, yaitu asuransi konvensional ...
ANALISIS YURUDIS ITIKAD TIDAK BAIK PERUSAHAAN ASURANSI JIWA DALAM MENJALANKAN USAHA ASURANSI
ANALISIS YURUDIS ITIKAD TIDAK BAIK PERUSAHAAN ASURANSI JIWA DALAM MENJALANKAN USAHA ASURANSI
Prinsip utmost good faith merupakan prinsip paling penting dalam perjanjian asuransi jiwa. Penerapan prinsip ini dalam praktek asuransi jiwa antara lain terjadi pada saat tertanggu...
Pemodelan Premi Asuransi Bencana Banjir di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah
Pemodelan Premi Asuransi Bencana Banjir di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah
Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap berbagai macam bencana alam, salah satunya adalah banjir. Kabupaten Cilacap di Jawa Tengah merupakan daerah yang sering mengalami ba...
Premi Asuransi Dana Pensiun Dengan Asumsi Seragam Untuk Kasus Multiple Decrement Menggunakan Metode Aggregate Cost
Premi Asuransi Dana Pensiun Dengan Asumsi Seragam Untuk Kasus Multiple Decrement Menggunakan Metode Aggregate Cost
Hakikat manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup, akan ada banyak sekali kemungkinan-kemungkinan untuk menghadapi kerugian yang disebut dengan resiko.Resiko tersebut jug...
Penentuan Cadangan Premi Menggunakan Metode Fackler Pada Asuransi Jiwa Berjangka
Penentuan Cadangan Premi Menggunakan Metode Fackler Pada Asuransi Jiwa Berjangka
Asuransi jiwa berjangka merupakan asuransi yang memberikan perlindungan selama jangka waktu tertentu dan hanya memberikan pertanggungan pada masa perlindungan saja. Untuk menghinda...

