Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS PERBEDAAN ANTARA ASURANSI SYARIAH DENGAN ASURANSI KONVENSIONAL

View through CrossRef
Asuransi telah menjadi komponen integral dalam sistem keuangan global dan penggunaannya semakin meluas di berbagai sektor. Terdapat dua macam asuransi, yaitu asuransi konvensional dan asuransi syariah. Tentunya kedua asuransi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional, mengetahui dampak positif dan negatif antara asuransi syariah dan asuransi konvensional, serta mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam perkembangan asuransi syariah di Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research atau kajian kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan data dari buku, majalah, atau dokumen terkait yang dapat mendukung penelitian. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam asuransi syariah menggunakan prinsip-prinsip yang sesuai dengan syariat Islam, tidak terhindar dari gharar, maysir, riba, dan lain sebagianya yang dapat merugikan nasabah. Sedangkan dalam konvensional masih terdapat unsur gharar, maysir dan riba. Dalam asuransi syariah menggunakan akad tabarru (tolong-menolong) dan akad tijarah, sedangkan dalam asuransi konvensional menggunakan akad jual-beli (akad mu’awadhah, akad idz’aan, akad gharar, dan akad mulzim). Keuntungan dalam asuransi syariah adalah diperoleh dari surplus underwriting, komisi reasuransi, dan hasil investasi, bukan seluruhnya menjadi milik perusahaan, tetapi dilakukan bagi hasil dengan peserta.sedangkan dalam asuransi konvensional diiperoleh dari surplus underwriting, komisi reasuransi, dan hasil investasi seluruhnya adalah keuntungan perusahaan. Salah satu yang menjadi faktor penghambat perkembangan asuransi syariah di Indonesia adalah pertam, kurangnya sosialisasi tentang asuransi syariah kepada masyarakat. Kedua, Tenaga ahli asuransi syariah masih sangat terbatas. Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di bidang asuransi dan syariah sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan asuransi syariah di Indonesia. Namun, di Indonesia masih kekurangan tenanga ahli asuransi syariah. Ketiga, dukungan nyata dari umat yang masih kurang. Keempat, Kurang maksimalnya dukungan dari pemerintah.
CV. Doki Course and Training
Title: ANALISIS PERBEDAAN ANTARA ASURANSI SYARIAH DENGAN ASURANSI KONVENSIONAL
Description:
Asuransi telah menjadi komponen integral dalam sistem keuangan global dan penggunaannya semakin meluas di berbagai sektor.
Terdapat dua macam asuransi, yaitu asuransi konvensional dan asuransi syariah.
Tentunya kedua asuransi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional, mengetahui dampak positif dan negatif antara asuransi syariah dan asuransi konvensional, serta mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam perkembangan asuransi syariah di Indonesia.
Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research atau kajian kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan data dari buku, majalah, atau dokumen terkait yang dapat mendukung penelitian.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam asuransi syariah menggunakan prinsip-prinsip yang sesuai dengan syariat Islam, tidak terhindar dari gharar, maysir, riba, dan lain sebagianya yang dapat merugikan nasabah.
Sedangkan dalam konvensional masih terdapat unsur gharar, maysir dan riba.
Dalam asuransi syariah menggunakan akad tabarru (tolong-menolong) dan akad tijarah, sedangkan dalam asuransi konvensional menggunakan akad jual-beli (akad mu’awadhah, akad idz’aan, akad gharar, dan akad mulzim).
Keuntungan dalam asuransi syariah adalah diperoleh dari surplus underwriting, komisi reasuransi, dan hasil investasi, bukan seluruhnya menjadi milik perusahaan, tetapi dilakukan bagi hasil dengan peserta.
sedangkan dalam asuransi konvensional diiperoleh dari surplus underwriting, komisi reasuransi, dan hasil investasi seluruhnya adalah keuntungan perusahaan.
Salah satu yang menjadi faktor penghambat perkembangan asuransi syariah di Indonesia adalah pertam, kurangnya sosialisasi tentang asuransi syariah kepada masyarakat.
Kedua, Tenaga ahli asuransi syariah masih sangat terbatas.
Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di bidang asuransi dan syariah sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan asuransi syariah di Indonesia.
Namun, di Indonesia masih kekurangan tenanga ahli asuransi syariah.
Ketiga, dukungan nyata dari umat yang masih kurang.
Keempat, Kurang maksimalnya dukungan dari pemerintah.

Related Results

Implementasi Kepatuhan Terhadap Prinsip Syariah Melalui Polis Standar Asuransi Syariah
Implementasi Kepatuhan Terhadap Prinsip Syariah Melalui Polis Standar Asuransi Syariah
Salah satu tantangan utama dalam pertumbuhan industri asuransi syariah adalah kurangnya sumber daya manusia yang memahami prinsip-prinsip asuransi syariah, yang menyebabkan rendahn...
ANALISIS HUKUM ASURANSI SYARIAH DENGAN HUKUM ASURANSI KONVENSIONAL
ANALISIS HUKUM ASURANSI SYARIAH DENGAN HUKUM ASURANSI KONVENSIONAL
Abstrak Penelitian ini diberikan judul yaitu “Analisis Hukum Asuransi Syariah dengan Hukum Asuransi Syaraiah”. Problem ini merupakan pokok inti yang dikaji mengenai perbedaan anta...
Literasi Syariah Terhadap Minat Pemilihan Produk Asuransi Syariah
Literasi Syariah Terhadap Minat Pemilihan Produk Asuransi Syariah
Literasi syariah menjadi faktor penting dalam menumbuhkan minat masyarakat dalam memilih produk asuransi syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lite...
Manajemen Wakaf Dalam Perusahaan Asuransi Syariah
Manajemen Wakaf Dalam Perusahaan Asuransi Syariah
Mewakafkan manfaat asuransi dan investasi pada asuransi jiwa syariah  hukumnya boleh mengikuti ketentuan yang terdapat dalam fatwa. Konsep wakaf di asuransi terbagai dalam tiga jen...
PRAKTIK ASURANSI SYARIAH DI INDONESIA
PRAKTIK ASURANSI SYARIAH DI INDONESIA
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pesat asuransi syariah yang cukup menggembirakan dalam ikut meramaikan bisnis asuransi di Indonesia. Disamping pangsa pasar ya...
Strategi Pemasaran Perusahaan Asuransi Takaful Keluarga Untuk Mendorong Generasi Milenial Menggunakan Produk Asuransi Syariah
Strategi Pemasaran Perusahaan Asuransi Takaful Keluarga Untuk Mendorong Generasi Milenial Menggunakan Produk Asuransi Syariah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang dilakukan oleh PT Asuransi Takaful Keluarga dalam mendorong generasi milenial menggunakan produk asuransi syaria...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Maqashid Al-Khamsah Pada Produk Asuransi Syariah
Analisis Maqashid Al-Khamsah Pada Produk Asuransi Syariah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis maqashid syariah pada produk asuransi syariah. Kajian maqashid syariah pada asuransi syariah dalam penelitian ini dilakukan dengan pende...

Back to Top