Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Etika Praktis Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Studi Hadis Berlandaskan Nilai Islam dan Asas Etika Digital

View through CrossRef
Abstrak Tradisi keilmuan memasuki fase Artificial Intellegence (AI) yang berimplikasi pada ranah verifikasi, klasifikasi, hingga analisis matan. Dengan kemajuan ini, peneliti hadis dapat melakukan elaborasi matan hadis melalui pendekatan berbasis data dan membantu penelitian hadis secara umum. Namun, kajian hadis yang semata-mata dilakukan dengan AI memiliki resiko kesalahan seperti distorsi sanad dan matan hadis. Fase ini juga memunculkan potensi penyalahgunaan AI dalam studi hadis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang etika praktis yang perlu dipegang oleh para pengkaji hadis dalam pemanfaatkan AI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui kajian studi pustaka (library research). Hasilnya, terdapat beberapa landasan ayat al-Qur’an dan hadis tentang etika penggunaan Artificial Intellegence (AI), seperti QS. At-Taubah: 119 dan hadis tentang kejujuran. Etika digital terhadap pemanfaatan AI tidak bisa dipisahkan dari lima asas dasar, yakni adil (fairness), dapat dijelaskan (explainable), handal (robustness), transparan (transparancy), dan perlindungan data pribadi (data privacy). Dalam konteks studi hadis, prinsip tersebut dapat bertransformasi menjadi etika praktis, seperti mengevaluasi penggunaan AI dalam studi hadis berdasarakan penelitian yang telah ada, mengidentifikasi bias dalam studi hadis melalui verifikasi ulang pada rujukan asli, tidak membuat karya ilmiah seputar studi hadis secara utuh tanpa pemikiran yang otentik sedikitpun dari peneliti, hingga meningkatkan literasi AI bagi diri sendiri terutama dalam kajian hadis. Pemanfaatan AI dalam studi hadis saat ini tidak dapat dihindarkan. Meski demikian, para pengkaji atau peneliti hendaknya memegang etika penggunaan AI agar menghasilkan karya yang baik, berdampak, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kata kunci: Artificial Intelligence, Studi Hadis, Etika Praktis, Nilai Islam
Title: Etika Praktis Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Studi Hadis Berlandaskan Nilai Islam dan Asas Etika Digital
Description:
Abstrak Tradisi keilmuan memasuki fase Artificial Intellegence (AI) yang berimplikasi pada ranah verifikasi, klasifikasi, hingga analisis matan.
Dengan kemajuan ini, peneliti hadis dapat melakukan elaborasi matan hadis melalui pendekatan berbasis data dan membantu penelitian hadis secara umum.
Namun, kajian hadis yang semata-mata dilakukan dengan AI memiliki resiko kesalahan seperti distorsi sanad dan matan hadis.
Fase ini juga memunculkan potensi penyalahgunaan AI dalam studi hadis.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang etika praktis yang perlu dipegang oleh para pengkaji hadis dalam pemanfaatkan AI.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui kajian studi pustaka (library research).
Hasilnya, terdapat beberapa landasan ayat al-Qur’an dan hadis tentang etika penggunaan Artificial Intellegence (AI), seperti QS.
At-Taubah: 119 dan hadis tentang kejujuran.
Etika digital terhadap pemanfaatan AI tidak bisa dipisahkan dari lima asas dasar, yakni adil (fairness), dapat dijelaskan (explainable), handal (robustness), transparan (transparancy), dan perlindungan data pribadi (data privacy).
Dalam konteks studi hadis, prinsip tersebut dapat bertransformasi menjadi etika praktis, seperti mengevaluasi penggunaan AI dalam studi hadis berdasarakan penelitian yang telah ada, mengidentifikasi bias dalam studi hadis melalui verifikasi ulang pada rujukan asli, tidak membuat karya ilmiah seputar studi hadis secara utuh tanpa pemikiran yang otentik sedikitpun dari peneliti, hingga meningkatkan literasi AI bagi diri sendiri terutama dalam kajian hadis.
Pemanfaatan AI dalam studi hadis saat ini tidak dapat dihindarkan.
Meski demikian, para pengkaji atau peneliti hendaknya memegang etika penggunaan AI agar menghasilkan karya yang baik, berdampak, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kata kunci: Artificial Intelligence, Studi Hadis, Etika Praktis, Nilai Islam.

Related Results

Makalah M.andhiko pratama
Makalah M.andhiko pratama
Asas-asas hukum Peradilan Tata Usaha Negara yang menjadi karakteristik hukum acara Peradilan Tata Usaha Negara di antaranya sebagai berikut: Asas praduga rechtmatig (vermoden van r...
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
ASAS-ASAS PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH
ASAS-ASAS PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH
Negara Indonesia adalah negara hukum. Sebagai negara hukum, segala aspek kehidupan dalam bidang kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan termasuk pemerintahan harus berdasarkan a...

Back to Top