Javascript must be enabled to continue!
Cybersecurity Measures For Election Information Systems : Sistem Rekapitulasi Suara Pemilu 2024 (siRekap)
View through CrossRef
Seluruh data pemilu di Indonesia diolah dan disimpan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia-KPU dengan menggunakan Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu (SiRekap). Sistem SiRekap mematuhi undang-undang terkait, dan semua datanya ditangani dan disimpan di pusat data Indonesia. Pemilu rentan terhadap berbagai macam ancaman teknologi, mulai dari masalah keamanan siber tradisional, seperti peretasan dan pelanggaran data, hingga bentuk manipulasi yang lebih canggih, seperti deepfake dan disinformasi yang dihasilkan oleh AI. Pelaku ancaman dapat mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur pemilu, dengan menargetkan sistem pemungutan suara elektronik dan basis data pemilih. Langkah-langkah pencegahan keamanan siber sangat penting untuk melindungi pemilu dari serangan siber yang selalu berubah, seperti: tanggung jawab bersama atas keamanan siber, menggunakan keamanan siber untuk mendapatkan keunggulan, kebutuhan hukum dan peraturan akan keamanan siber, praktik terbaik untuk keamanan siber, contoh- contoh keamanan siber di dunia nyata, cita-cita pilihan bagi perusahaan dan institusi. Pemerintah mempunyai peran penting dalam menjamin keamanan siber. Peningkatan keamanan siber akan sangat bermanfaat dalam mencegah kebocoran dan peretasan. Dengan harga yang wajar, sistem pemilu itu sendiri dapat diperkuat secara signifikan dalam hal keamanan.
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Title: Cybersecurity Measures For Election Information Systems : Sistem Rekapitulasi Suara Pemilu 2024 (siRekap)
Description:
Seluruh data pemilu di Indonesia diolah dan disimpan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia-KPU dengan menggunakan Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu (SiRekap).
Sistem SiRekap mematuhi undang-undang terkait, dan semua datanya ditangani dan disimpan di pusat data Indonesia.
Pemilu rentan terhadap berbagai macam ancaman teknologi, mulai dari masalah keamanan siber tradisional, seperti peretasan dan pelanggaran data, hingga bentuk manipulasi yang lebih canggih, seperti deepfake dan disinformasi yang dihasilkan oleh AI.
Pelaku ancaman dapat mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur pemilu, dengan menargetkan sistem pemungutan suara elektronik dan basis data pemilih.
Langkah-langkah pencegahan keamanan siber sangat penting untuk melindungi pemilu dari serangan siber yang selalu berubah, seperti: tanggung jawab bersama atas keamanan siber, menggunakan keamanan siber untuk mendapatkan keunggulan, kebutuhan hukum dan peraturan akan keamanan siber, praktik terbaik untuk keamanan siber, contoh- contoh keamanan siber di dunia nyata, cita-cita pilihan bagi perusahaan dan institusi.
Pemerintah mempunyai peran penting dalam menjamin keamanan siber.
Peningkatan keamanan siber akan sangat bermanfaat dalam mencegah kebocoran dan peretasan.
Dengan harga yang wajar, sistem pemilu itu sendiri dapat diperkuat secara signifikan dalam hal keamanan.
.
Related Results
URGENSI SISTEM E-VOTING DAN SIREKAP DALAM PENYELENGGARAAN PEMILU 2024
URGENSI SISTEM E-VOTING DAN SIREKAP DALAM PENYELENGGARAAN PEMILU 2024
Kemajuan teknologi mendorong wacana penyelenggaraan sistem pemilu yang berbasis teknologi di Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang belum seluruh daerahnya siap menyelenggara...
Cybersecurity and Organisational Performance – the Interplay
Cybersecurity and Organisational Performance – the Interplay
The interplay between cybersecurity and organisational performance is multifaceted in nature, as it is related to how cybersecurity impacts and is impacted by various organisationa...
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume partai politik dan pemilihan umum“Partai politik dan sistem pemilu” Partai politik dan sistem pemilu saling berkaitan satu sama lain. Partai politik tanpa sistem pemilu yang...
PENATAAN ULANG PEMILU PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI Nomor 135/PUU-XXII/2024
PENATAAN ULANG PEMILU PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI Nomor 135/PUU-XXII/2024
ABSTRACT
This article examines the redesign of national and regional elections after Constitutional Court Decision Number 135/PUU-XXII/2024 from the perspective of Indonesian cons...
Perbandingan analisis sentimen pada aplikasi SIREKAP dengan aplikasi SITUNG di media sosial X menggunakan algoritma Support Vector Machine
Perbandingan analisis sentimen pada aplikasi SIREKAP dengan aplikasi SITUNG di media sosial X menggunakan algoritma Support Vector Machine
Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi, yang mana untuk pemilihan pemimpin negara harus melalui PEMILU. Sampai saat ini KPU sudah membuat 2 aplikasi untuk membantu ...
OPTIMALISASI PERAN PEMUDA SEBAGAI GENERASI SADAR PEMILU DALAM MENEKAN JUMLAH PELANGGARAN PEMILU
OPTIMALISASI PERAN PEMUDA SEBAGAI GENERASI SADAR PEMILU DALAM MENEKAN JUMLAH PELANGGARAN PEMILU
Pemilu merupakan hajat kolektif rakyat, sebagai sebuah hajatan yang suci, terhormat dan bermartabat untuk memilih pemimpinnya secara demokratis tidak mudah untuk diwujudkan. Fakta ...
ONOMATOPE BAHASA DEVAYAN
ONOMATOPE BAHASA DEVAYAN
Onomatopoeia is the naming of objects or deeds by sound imitation. Imitation of sound does not only include animal, human, natural, or audible sounds, but also sounds that describe...
URGENSI PENGATURAN TINDAK PIDANA PEMILU ELEKTRONIK PADA PELAKSANAAN PEMILU 2024
URGENSI PENGATURAN TINDAK PIDANA PEMILU ELEKTRONIK PADA PELAKSANAAN PEMILU 2024
Pemanfaatan teknologi pada pelaksanaan Pemilu 2024 perlu didukung pengaturan tindak pidana pemilu elektronik. Tindak pidana pemilu elektronik merupakan ancaman pidana terhadap tind...

