Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Fajar Shadiq Sebagai Penanda Awal Waktu Shalat Shubuh

View through CrossRef
Abstrak: Artikel ini membahas peran fajar shadiq sebagai penanda awal waktu salat Subuh dalam perspektif syariat dan astronomi. Berdasarkan hadis-hadis Nabi dan penjelasan ulama, fajar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu fajar kadzib dan fajar shadiq. Awal waktu salat Subuh ditandai dengan munculnya fajar shadiq, yang berciri cahaya horizontal di ufuk timur, berbeda dengan fajar kadzib yang bercahaya vertikal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan observasi lapangan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan fajar shadiq, seperti polusi cahaya, ketebalan atmosfer, dan kondisi cuaca. Hasil observasi di Masjid Jami’ Manyar Gresik menunjukkan bahwa tingginya tingkat polusi cahaya dan kondisi cuaca mendung menghambat visibilitas fajar shadiq, sehingga mempersulit penentuan awal waktu Subuh berdasarkan pengamatan visual. Artikel ini menegaskan pentingnya memahami karakteristik fajar dan dampak lingkungan terhadap akurasi penentuan waktu ibadah, serta perlunya pendekatan astronomi untuk mendukung ketepatan dalam praktik keagamaan. Studi ini juga memperkaya literatur tentang integrasi antara ilmu falak dan fiqh dalam menentukan waktu-waktu ibadah.Kata Kunci: Fajar Shadiq, Waktu Subuh, Polusi Cahaya, Ilmu Falak, Astronomi Islam.Abstract: This article discusses the role of fajr shadiq as the marker for the beginning of the Subuh prayer time from both Islamic law and astronomical perspectives. Based on the hadiths of the Prophet and scholarly interpretations, dawn is categorized into two types: fajr kadzib and fajr shadiq. The start of Subuh prayer is marked by the appearance of fajr shadiq, characterized by a horizontal light spreading across the eastern horizon, in contrast to the vertical light of fajr kadzib. This qualitative study employs literature review and field observation to identify factors influencing the visibility of fajr shadiq, such as light pollution, atmospheric thickness, and weather conditions. Observations conducted at Masjid Jami’ Manyar Gresik revealed that high levels of light pollution and cloudy weather significantly hindered the visibility of fajr shadiq, complicating the visual determination of Subuh prayer time. The article highlights the importance of understanding the characteristics of dawn and the environmental impacts on the accuracy of religious practices, emphasizing the need for astronomical approaches to support precise worship timings. This study also contributes to the broader literature on the integration of astronomy and Islamic jurisprudence in determining prayer times.Keywords: Fajr Shadiq, Subuh Time, Light Pollution, Islamic Astronomy, Falak Science.
Title: Fajar Shadiq Sebagai Penanda Awal Waktu Shalat Shubuh
Description:
Abstrak: Artikel ini membahas peran fajar shadiq sebagai penanda awal waktu salat Subuh dalam perspektif syariat dan astronomi.
Berdasarkan hadis-hadis Nabi dan penjelasan ulama, fajar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu fajar kadzib dan fajar shadiq.
Awal waktu salat Subuh ditandai dengan munculnya fajar shadiq, yang berciri cahaya horizontal di ufuk timur, berbeda dengan fajar kadzib yang bercahaya vertikal.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan observasi lapangan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan fajar shadiq, seperti polusi cahaya, ketebalan atmosfer, dan kondisi cuaca.
Hasil observasi di Masjid Jami’ Manyar Gresik menunjukkan bahwa tingginya tingkat polusi cahaya dan kondisi cuaca mendung menghambat visibilitas fajar shadiq, sehingga mempersulit penentuan awal waktu Subuh berdasarkan pengamatan visual.
Artikel ini menegaskan pentingnya memahami karakteristik fajar dan dampak lingkungan terhadap akurasi penentuan waktu ibadah, serta perlunya pendekatan astronomi untuk mendukung ketepatan dalam praktik keagamaan.
Studi ini juga memperkaya literatur tentang integrasi antara ilmu falak dan fiqh dalam menentukan waktu-waktu ibadah.
Kata Kunci: Fajar Shadiq, Waktu Subuh, Polusi Cahaya, Ilmu Falak, Astronomi Islam.
Abstract: This article discusses the role of fajr shadiq as the marker for the beginning of the Subuh prayer time from both Islamic law and astronomical perspectives.
Based on the hadiths of the Prophet and scholarly interpretations, dawn is categorized into two types: fajr kadzib and fajr shadiq.
The start of Subuh prayer is marked by the appearance of fajr shadiq, characterized by a horizontal light spreading across the eastern horizon, in contrast to the vertical light of fajr kadzib.
This qualitative study employs literature review and field observation to identify factors influencing the visibility of fajr shadiq, such as light pollution, atmospheric thickness, and weather conditions.
Observations conducted at Masjid Jami’ Manyar Gresik revealed that high levels of light pollution and cloudy weather significantly hindered the visibility of fajr shadiq, complicating the visual determination of Subuh prayer time.
The article highlights the importance of understanding the characteristics of dawn and the environmental impacts on the accuracy of religious practices, emphasizing the need for astronomical approaches to support precise worship timings.
This study also contributes to the broader literature on the integration of astronomy and Islamic jurisprudence in determining prayer times.
Keywords: Fajr Shadiq, Subuh Time, Light Pollution, Islamic Astronomy, Falak Science.

Related Results

Takhrij Hadis Larangan Shalat Setelah Shalat ashar
Takhrij Hadis Larangan Shalat Setelah Shalat ashar
Shalat merupakan ibadah paling utama yang diwajibkan bagi setiap muslim. Dalam al-Qur’an dan hadis banyak dalil yang menerangkan perintah agar manusia mendirikan shalat. Dalam prak...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
PERSPEKTIF THOMAS DJAMALUDDIN TERHADAP EKSISTENSI FAJAR ṠADIQ DALAM PENENTUAN AWAL
PERSPEKTIF THOMAS DJAMALUDDIN TERHADAP EKSISTENSI FAJAR ṠADIQ DALAM PENENTUAN AWAL
fiqh Syafi’iyah yang menyimpulkan bahwa batas akhir waktu Subuh ialah hingga tampaknya sinar matahari. Fajar ṡadiq ditempatkan pada konteks fajar astronomis disebut astronomical tw...
Waktu waktu sholat
Waktu waktu sholat
Ibadah shalat merupakan dasar dan tiang agama yaitu pekerjaan yang menghubungkan antaraseorang hamba dengan rabbnya sebagai ungkapan rasa syukur kepada zat yang telah menghidupi da...
Konsep Pendidikan Shalat pada Anak Usia Dini dalam Perspektif Hadis
Konsep Pendidikan Shalat pada Anak Usia Dini dalam Perspektif Hadis
Shalat is the second pillar of Islam after the declaration of faith and serves as the foundation for spiritual and moral formation. However, many adolescents neglect shalat due to ...
Hubungan antara Pengetahuan Shalat dengan Keterampilan Gerakan dan Bacaan Shalat
Hubungan antara Pengetahuan Shalat dengan Keterampilan Gerakan dan Bacaan Shalat
Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif yang terdiri dari pengetahuan shalat sebagai variabel bebas, dan variabel terikatnya yaitu keterampilan gerakan dan bacaan shalat.Tu...
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FIQIH SHALAT
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FIQIH SHALAT
Latar Belakang : Penelitian  ini membahas tentang Fiqih shalat yang merupakan salah satu aspek penting dalam Pendidikan Agama Islam yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendal...
UJI AKURASI AWAL WAKTU SHALAT BERDASARKAN HISAB KONTEMPORER DI MASJID KELURAHAN MACANANG KABUPATEN BONE
UJI AKURASI AWAL WAKTU SHALAT BERDASARKAN HISAB KONTEMPORER DI MASJID KELURAHAN MACANANG KABUPATEN BONE
Tujuan penelitian ini adalah menguji Keakuratan Awal Waktu Shalat Berdasarkan Hisab Kontemporer Di Masjid Kelurahan Macanang Kabupaten Bone. Rumusan masalah penelitian ini adalah b...

Back to Top