Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERSPEKTIF THOMAS DJAMALUDDIN TERHADAP EKSISTENSI FAJAR ṠADIQ DALAM PENENTUAN AWAL

View through CrossRef
fiqh Syafi’iyah yang menyimpulkan bahwa batas akhir waktu Subuh ialah hingga tampaknya sinar matahari. Fajar ṡadiq ditempatkan pada konteks fajar astronomis disebut astronomical twilight. Fajar dalam Sudut Pandang Astronomi, membedakan dengan tegas definisi fajar shadiq serta fajar kadzib. Fajar ṡadiq biasa disebut pula the true dawn yakni cahaya fajar yang berasal dari sinar matahari (asli), sementara fajar kadzib artinya fajar yang berasal dari sinar matahari (tidak asli).Menurut pandangan dari Thomas Djamaluddin bahwa keberadaan fajar Ṡadiq sebagai penanda masuknya waktu subuh sebab pada penentuan waktu shalat subuh merujuk pada hadis-hadis rasul terkait waktu shalat dan indikasinya dan bahwa fajar kadzib (fajar semu) adalah cahaya yang muncul diufuk timur, menjulang keatas, yang berasal dari hamburan cahaya matahari oleh debu antar-planet. Dalam terminology astronomi disebut zodiacal light. Sedangkan fajar Ṡadiq (fajar hakiki atau fajar yang sebenarnya) adalah sebuah cahaya yang muncul di ufuk timur, melebar di ufuk yang berasal dari hamburan cahaya matahari oleh atmosfer bumi. Terminology astronomi disebut twilight khususnya astronomical twilight. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian Fajar ṡadiq dalam Fikih dan Astronomi dalam penentuan awal waktu shalat subuh dan Untuk mengetahui pendapat Thomas Djamaluddin tentang keberadaan Fajar ṡadiq terhadap penentuan awal waktu shalat subuh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif kepustakaaan (library research). Penelitian yang mengungkapkan suatu peristiwa yg terjadi dengan memakai mekanisme ilmiah untuk menjawab problem secara aktual. Adapun pendekatan yang digunakan oleh peneliti yaitu pendekatan syar‟i, sains dan yuridis. Menurut sumber datanya, data peneliti dibagi menjadi dua data yaitu data primer dan data sekunder. .
Title: PERSPEKTIF THOMAS DJAMALUDDIN TERHADAP EKSISTENSI FAJAR ṠADIQ DALAM PENENTUAN AWAL
Description:
fiqh Syafi’iyah yang menyimpulkan bahwa batas akhir waktu Subuh ialah hingga tampaknya sinar matahari.
Fajar ṡadiq ditempatkan pada konteks fajar astronomis disebut astronomical twilight.
Fajar dalam Sudut Pandang Astronomi, membedakan dengan tegas definisi fajar shadiq serta fajar kadzib.
Fajar ṡadiq biasa disebut pula the true dawn yakni cahaya fajar yang berasal dari sinar matahari (asli), sementara fajar kadzib artinya fajar yang berasal dari sinar matahari (tidak asli).
Menurut pandangan dari Thomas Djamaluddin bahwa keberadaan fajar Ṡadiq sebagai penanda masuknya waktu subuh sebab pada penentuan waktu shalat subuh merujuk pada hadis-hadis rasul terkait waktu shalat dan indikasinya dan bahwa fajar kadzib (fajar semu) adalah cahaya yang muncul diufuk timur, menjulang keatas, yang berasal dari hamburan cahaya matahari oleh debu antar-planet.
Dalam terminology astronomi disebut zodiacal light.
Sedangkan fajar Ṡadiq (fajar hakiki atau fajar yang sebenarnya) adalah sebuah cahaya yang muncul di ufuk timur, melebar di ufuk yang berasal dari hamburan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.
Terminology astronomi disebut twilight khususnya astronomical twilight.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian Fajar ṡadiq dalam Fikih dan Astronomi dalam penentuan awal waktu shalat subuh dan Untuk mengetahui pendapat Thomas Djamaluddin tentang keberadaan Fajar ṡadiq terhadap penentuan awal waktu shalat subuh.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif kepustakaaan (library research).
Penelitian yang mengungkapkan suatu peristiwa yg terjadi dengan memakai mekanisme ilmiah untuk menjawab problem secara aktual.
Adapun pendekatan yang digunakan oleh peneliti yaitu pendekatan syar‟i, sains dan yuridis.
Menurut sumber datanya, data peneliti dibagi menjadi dua data yaitu data primer dan data sekunder.
.

Related Results

KAJIAN FIQH SAINS TERHADAP KECERLANGAN HILAL SEBAGAI PRASYARAT TERLIHAT HILAL KRITERIA DANJON DAN KRITERIA DJAMALUDDIN
KAJIAN FIQH SAINS TERHADAP KECERLANGAN HILAL SEBAGAI PRASYARAT TERLIHAT HILAL KRITERIA DANJON DAN KRITERIA DJAMALUDDIN
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menjelaskan kriteria Danjon dan kriteria Djamaluddin untuk kecerlangan sebagai prasyarat terlihatnya hilal dalam penentuan awal bulan hijri...
Fajar Shadiq Sebagai Penanda Awal Waktu Shalat Shubuh
Fajar Shadiq Sebagai Penanda Awal Waktu Shalat Shubuh
Abstrak: Artikel ini membahas peran fajar shadiq sebagai penanda awal waktu salat Subuh dalam perspektif syariat dan astronomi. Berdasarkan hadis-hadis Nabi dan penjelasan ulama, f...
PERAN PENGADILAN AGAMA DALAM PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIAH DI INDONESIA
PERAN PENGADILAN AGAMA DALAM PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIAH DI INDONESIA
Abstrak Pokok masalah penelitian ini yaitu bagaimana peran Pengadilan Agama dalam penentuan awal bulan kamariah di Indonesia. Adapun sub pokok masalah penelitian ini adalah: Bagai...
Penentuan Awal Waktu Salat (Awal Waktu Salat Asar, Magrib, dan Isya Berdasarkan Hadis Nabi)
Penentuan Awal Waktu Salat (Awal Waktu Salat Asar, Magrib, dan Isya Berdasarkan Hadis Nabi)
This study departs from the issue of differences of opinion in determining the beginning of the time of the traditional prayer, sunset and evening among Muslim scholars. Some schol...
Eksistensi Wilayatul Hukmi Dalam Penanggalan Qamariah Perspektif Empat Madzhab
Eksistensi Wilayatul Hukmi Dalam Penanggalan Qamariah Perspektif Empat Madzhab
Eksistensi Wilayatul Hukmi Dalam Penanggalan Qamariah Perspektif Empat Madzhab. Penerapan awal bulan Qamariah merujuk pada kewenangan pemimpin atau otoritas Islam dalam memutuskan ...
STUDI KASUS EKSISTENSI DIRI PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 4 SURAKARTA DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
STUDI KASUS EKSISTENSI DIRI PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 4 SURAKARTA DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
Setiap orang memiliki eksistensi diri yang berbeda karena eksistensi merupakan miliki pribadi yang keberadaanya tidak dapat digantikan oleh siapapun. Hal ini diperkuat dengan penda...
Eksistensi Kesenian Jaranan Gembong Bawono di Sentang Kabupaten Asahan
Eksistensi Kesenian Jaranan Gembong Bawono di Sentang Kabupaten Asahan
Kesenian Jaranan Gembong Bawono merupakan sebuah kesenian tradisi  yang berkembang di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Suku Jawa yang menjadi mayoritas jumlah penduduk terbanyak d...

Back to Top