Javascript must be enabled to continue!
TIPOLOGI FAJAR DALAM FIKIH DAN SAINS: STUDI INTEGRATIF TENTANG FAJAR KIZIB DAN FAJAR SADIK
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi konsep fajar secara komparatif-interdisipliner, dilatarbelakangi ketidakselarasan kriteria fajar dalam fikih (berbasis deskripsi visual fajar kizib/sadik) dengan temuan astronomi modern (sudut matahari -18° hingga -20°), yang memicu polemik penentuan waktu subuh. Rumusan masalah mencakup: (1) Konsep fajar kizib dan sadik dalam literatur fikih; (2) Pemaknaan fajar dalam sains; (3) Titik temu dan perbedaan kedua perspektif. Metode menggunakan studi kepustakaan kualitatif (analisis kitab fikih klasik-kontemporer, jurnal astronomi dan data observasi lembaga falak) dengan pendekatan interdisipliner. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Fajar sadik (cahaya horizontal di ufuk timur) berkorelasi dengan astronomical twilight (-18°), sementara fajar kadzib terkait zoadical light (cahaya vertikal); (2) Kriteria -20° di Indonesia dipilih sebagai bentuk ihtiyath (kehati-hatian) akibat ketebalan atmosfer khatulistiwa dan validasi BRIN; (3) Integrasi memerlukan kolaborasi ulama, ahli falak dan saintis untuk menyelaraskan prinsip syar’i dengan presisi ilmiah. Kesimpulan menekankan sintesis otoritas fikih dan objektivitas sains melalui revisi jadwal ibadah berbasis data terbaru serta edukasi publik. Temuan berkontribusi pada resolusi polemik praktis dan pengembangan Ilmu Falak integratif.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: TIPOLOGI FAJAR DALAM FIKIH DAN SAINS: STUDI INTEGRATIF TENTANG FAJAR KIZIB DAN FAJAR SADIK
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi konsep fajar secara komparatif-interdisipliner, dilatarbelakangi ketidakselarasan kriteria fajar dalam fikih (berbasis deskripsi visual fajar kizib/sadik) dengan temuan astronomi modern (sudut matahari -18° hingga -20°), yang memicu polemik penentuan waktu subuh.
Rumusan masalah mencakup: (1) Konsep fajar kizib dan sadik dalam literatur fikih; (2) Pemaknaan fajar dalam sains; (3) Titik temu dan perbedaan kedua perspektif.
Metode menggunakan studi kepustakaan kualitatif (analisis kitab fikih klasik-kontemporer, jurnal astronomi dan data observasi lembaga falak) dengan pendekatan interdisipliner.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Fajar sadik (cahaya horizontal di ufuk timur) berkorelasi dengan astronomical twilight (-18°), sementara fajar kadzib terkait zoadical light (cahaya vertikal); (2) Kriteria -20° di Indonesia dipilih sebagai bentuk ihtiyath (kehati-hatian) akibat ketebalan atmosfer khatulistiwa dan validasi BRIN; (3) Integrasi memerlukan kolaborasi ulama, ahli falak dan saintis untuk menyelaraskan prinsip syar’i dengan presisi ilmiah.
Kesimpulan menekankan sintesis otoritas fikih dan objektivitas sains melalui revisi jadwal ibadah berbasis data terbaru serta edukasi publik.
Temuan berkontribusi pada resolusi polemik praktis dan pengembangan Ilmu Falak integratif.
Related Results
PENERAPAN KAIDAH FIQH DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) TENTANG PERBANKAN SYARIAH
PENERAPAN KAIDAH FIQH DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) TENTANG PERBANKAN SYARIAH
Tulisan ini menjelaskan tentang subtansi kaidah-kaidah fiqh dalam fatwa Dewan Syariah Nasional dan penerapan kaidah-kaidah fiqh dalam fatwa Dewan Syariah Nasional. Maka ada 96 fatw...
Fikih, Ushul Fikih dan Qawaid Al-Fiqhiyyah dalam Lintasan Sejarah
Fikih, Ushul Fikih dan Qawaid Al-Fiqhiyyah dalam Lintasan Sejarah
Fikih merupakan seperangkat aturan hukum atau tata aturan yang menyangkut kegiatan dalam kehidupan manusia dalam berinteraksi, bertingkah laku dan bersikap yang bersifat lahiriah d...
Fikih, Ushul Fikih dan Qawaid Al-Fiqhiyyah dalam Lintasan Sejarah
Fikih, Ushul Fikih dan Qawaid Al-Fiqhiyyah dalam Lintasan Sejarah
Fikih merupakan seperangkat aturan hukum atau tata aturan yang menyangkut kegiatan dalam kehidupan manusia dalam berinteraksi, bertingkah laku dan bersikap yang bersifat lahiriah d...
Analisis Model Critical Thinking pada Konten Fikih di Madrasah Ibtidaiyah
Analisis Model Critical Thinking pada Konten Fikih di Madrasah Ibtidaiyah
<p>Mengajarkan dan melatih kemampuan berpikir kritis penting diajarkan sejak sekolah dasar karena akan ada perbedaan penguasaan peserta didik yang dilatih berpikir kritis dan...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perbedaan Manhaj Ulama dalam Fikih Perempuan Kontemporer dan Realitasnya di Indonesia
Perbedaan Manhaj Ulama dalam Fikih Perempuan Kontemporer dan Realitasnya di Indonesia
Kompleksnya permasalahan dan realitas perempuan di era modern menuntut para ulama untuk menetapkan solusi hukum yang aktual dan realistis. Tulisan ini berangkat dari kenyataan bahw...
MODEL KETERPADUAN PEMBELAJARAN SAINS DALAM KURIKULUM 2013
MODEL KETERPADUAN PEMBELAJARAN SAINS DALAM KURIKULUM 2013
Kurikulum 2013 memiliki beberapa perubahan, diantaranya terwujud pada proses pembelajaran di sekolah menengah dengan sistem tematik terpadu. Peserta didik cenderung mempelajari sai...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...

