Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Konsep Pendidikan Shalat pada Anak Usia Dini dalam Perspektif Hadis

View through CrossRef
Shalat is the second pillar of Islam after the declaration of faith and serves as the foundation for spiritual and moral formation. However, many adolescents neglect shalat due to inadequate religious education during early childhood. This study aims to explore the concept of shalat education for early childhood from the perspective of hadith and to identify the phases that parents should follow in cultivating shalat habits. Employing a qualitative approach with a library research design, this study analyzes relevant hadith sources such as Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, and Musnad Ahmad, along with contemporary educational literature. The findings reveal that shalat education must begin gradually through stages of habituation, modeling, advice, and discipline starting from birth until the age of seven. Early introduction to shalat develops children’s discipline, focus, and emotional stability while strengthening their faith and moral awareness. Therefore, parents and educators play a crucial role in establishing consistent shalat education as a foundation for Islamic character building.   Keywords: shalat, early childhood, hadith, religious education   Abstrak Shalat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat dan menjadi dasar pembentukan spiritual serta moral seorang muslim. Namun, banyak remaja yang lalai dalam melaksanakannya akibat kurangnya pendidikan agama sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan shalat bagi anak usia dini dalam perspektif hadis serta mengidentifikasi fase-fase yang perlu ditempuh orang tua dalam menanamkan kebiasaan shalat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan yang menganalisis sumber hadis seperti Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, dan Musnad Ahmad, serta literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan shalat perlu dilakukan secara bertahap melalui metode pembiasaan, keteladanan, nasihat, dan kedisiplinan sejak anak lahir hingga usia tujuh tahun. Pengenalan shalat sejak dini terbukti mampu menumbuhkan kedisiplinan, konsentrasi, ketenangan hati, serta memperkuat keimanan dan kesadaran moral anak. Oleh karena itu, peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam menanamkan pendidikan shalat secara konsisten sebagai fondasi pembentukan karakter Islami.   Kata Kunci : shalat, anak usia dini, hadis, pendidikan agama
Title: Konsep Pendidikan Shalat pada Anak Usia Dini dalam Perspektif Hadis
Description:
Shalat is the second pillar of Islam after the declaration of faith and serves as the foundation for spiritual and moral formation.
However, many adolescents neglect shalat due to inadequate religious education during early childhood.
This study aims to explore the concept of shalat education for early childhood from the perspective of hadith and to identify the phases that parents should follow in cultivating shalat habits.
Employing a qualitative approach with a library research design, this study analyzes relevant hadith sources such as Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, and Musnad Ahmad, along with contemporary educational literature.
The findings reveal that shalat education must begin gradually through stages of habituation, modeling, advice, and discipline starting from birth until the age of seven.
Early introduction to shalat develops children’s discipline, focus, and emotional stability while strengthening their faith and moral awareness.
Therefore, parents and educators play a crucial role in establishing consistent shalat education as a foundation for Islamic character building.
  Keywords: shalat, early childhood, hadith, religious education   Abstrak Shalat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat dan menjadi dasar pembentukan spiritual serta moral seorang muslim.
Namun, banyak remaja yang lalai dalam melaksanakannya akibat kurangnya pendidikan agama sejak usia dini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan shalat bagi anak usia dini dalam perspektif hadis serta mengidentifikasi fase-fase yang perlu ditempuh orang tua dalam menanamkan kebiasaan shalat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan yang menganalisis sumber hadis seperti Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, dan Musnad Ahmad, serta literatur pendidikan Islam kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan shalat perlu dilakukan secara bertahap melalui metode pembiasaan, keteladanan, nasihat, dan kedisiplinan sejak anak lahir hingga usia tujuh tahun.
Pengenalan shalat sejak dini terbukti mampu menumbuhkan kedisiplinan, konsentrasi, ketenangan hati, serta memperkuat keimanan dan kesadaran moral anak.
Oleh karena itu, peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam menanamkan pendidikan shalat secara konsisten sebagai fondasi pembentukan karakter Islami.
  Kata Kunci : shalat, anak usia dini, hadis, pendidikan agama.

Related Results

Takhrij Hadis Larangan Shalat Setelah Shalat ashar
Takhrij Hadis Larangan Shalat Setelah Shalat ashar
Shalat merupakan ibadah paling utama yang diwajibkan bagi setiap muslim. Dalam al-Qur’an dan hadis banyak dalil yang menerangkan perintah agar manusia mendirikan shalat. Dalam prak...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Asesmen Formatif Pada Pendidikan Anak Usia Dini Di Indonesia
Asesmen Formatif Pada Pendidikan Anak Usia Dini Di Indonesia
Formative assessment in early childhood education in Indonesia does not have been working well. The research aims to prove the problem that the formative assessment (assessment for...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MENINGKATKAN KEBIASAAN IBADAH SHALAT MELALUI METODE PEMBIASAAN PADA ANAK USIA DINI
MENINGKATKAN KEBIASAAN IBADAH SHALAT MELALUI METODE PEMBIASAAN PADA ANAK USIA DINI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pada kebiasaan ibadah shalat anak yang terjadi di RA Nurul Muthmainnah, diantaranya anak belum mampu melaksanakan shalat dengan te...
REINTERPRETASI HADIS PEREMPUAN PENYEBAB TERPUTUSNYA SHALAT
REINTERPRETASI HADIS PEREMPUAN PENYEBAB TERPUTUSNYA SHALAT
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang tepat, apresiatif dan akomodatif terhadap hadis tentang terputusnya shalat karena melintasnya anjing, keledai dan wanita. S...

Back to Top