Javascript must be enabled to continue!
Perlindungan Kreditur Separatis dalam Perubahan Preferensi Hak Upah Pekerja dalam Proses Kepailitan
View through CrossRef
Hukum kepailitan mengatur penyelesaian kewajiban debitur melalui mekanisme pemberesan harta pailit dengan melibatkan berbagai kedudukan kreditur berdasarkan sifat hak yang dimiliki. Perubahan preferensi pembayaran upah pekerja dalam sistem kepailitan menimbulkan konsekuensi hukum terhadap perlindungan kreditur separatis sebagai pemegang jaminan kebendaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan preferensi hak preferen upah pekerja terhadap perlindungan hak kreditur separatis dalam kepailitan serta merumuskan konsep ideal pengaturan yang mampu menciptakan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan kepastian hukum kreditur separatis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum doktrinal dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan berupa peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, buku, dan jurnal hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah pekerja yang terutang memperoleh kedudukan didahulukan dari seluruh kreditur, termasuk kreditur separatis, sedangkan hak pekerja lainnya tetap berada setelah kreditur separatis. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan yang proporsional agar perlindungan pekerja dan fungsi jaminan kebendaan tetap berjalan secara seimbang.
Yayasan Pendidikan Dzurriyatul Quran
Title: Perlindungan Kreditur Separatis dalam Perubahan Preferensi Hak Upah Pekerja dalam Proses Kepailitan
Description:
Hukum kepailitan mengatur penyelesaian kewajiban debitur melalui mekanisme pemberesan harta pailit dengan melibatkan berbagai kedudukan kreditur berdasarkan sifat hak yang dimiliki.
Perubahan preferensi pembayaran upah pekerja dalam sistem kepailitan menimbulkan konsekuensi hukum terhadap perlindungan kreditur separatis sebagai pemegang jaminan kebendaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan preferensi hak preferen upah pekerja terhadap perlindungan hak kreditur separatis dalam kepailitan serta merumuskan konsep ideal pengaturan yang mampu menciptakan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan kepastian hukum kreditur separatis.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum doktrinal dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus.
Bahan hukum yang digunakan berupa peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, buku, dan jurnal hukum yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah pekerja yang terutang memperoleh kedudukan didahulukan dari seluruh kreditur, termasuk kreditur separatis, sedangkan hak pekerja lainnya tetap berada setelah kreditur separatis.
Oleh karena itu, diperlukan pengaturan yang proporsional agar perlindungan pekerja dan fungsi jaminan kebendaan tetap berjalan secara seimbang.
Related Results
Kreditur paling mendahulu di mata hakim
Kreditur paling mendahulu di mata hakim
Salah satu persoalan klasik yang dihadapi oleh Kurator dalam pembagian harta debitur pailit (boedel pailit) adalah menentukan kreditur paling mendahulu antara Otoritas Pajak, Kredi...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
Eksekusi Hak Tanggungan Yang Dipailitkan
Eksekusi Hak Tanggungan Yang Dipailitkan
Abstract
The right of encumbrance is one kind of guarantees that the debtor can promise to the creditor. In fu...
KONSEP CORPORATE RESCUE DALAM KEPAILITAN DI INDONESIA
KONSEP CORPORATE RESCUE DALAM KEPAILITAN DI INDONESIA
Abstract Corporate Rescue Concept goal is to save company from bankruptcy so its business can be continued and the debts can be paid. This concept has been applied in other countri...
KEBIJAKAN PENGUPAHAN UNTUK KESEJAHTERAAN PEKERJA HARIAN
KEBIJAKAN PENGUPAHAN UNTUK KESEJAHTERAAN PEKERJA HARIAN
Secara konstitusi setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Kelayakan penghidupan ini harus sesuai dengan nilai nilai kemanusiaan, artinya seorang peker...
Efektivitas Pengaturan Upah Tenaga Kerja Berdasarkan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja
Efektivitas Pengaturan Upah Tenaga Kerja Berdasarkan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja
Di tengah krisis ekonomi yang berkepanjangan ini di mana lapangan pekerjaan semakin sempit akan tetapi angkatan kerja semakin bertambah banyak membuat buruh semakin terjepit untuk ...
KEPASTIAN HUKUM BAGI KREDITOR SEPARATIS PEMEGANG HAK TANGGUNGAN SAAT DEBITOR PAILIT
KEPASTIAN HUKUM BAGI KREDITOR SEPARATIS PEMEGANG HAK TANGGUNGAN SAAT DEBITOR PAILIT
If the court's decision states that the debtor is bankrupt, then the separatist creditors can carry out executions independently as if they were not bankrupt. The main problem is t...
PERLINDUNGAN HUKUM PEKERJA SEKTOR PARIWISATA PASCA DISAHKANNYA UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA
PERLINDUNGAN HUKUM PEKERJA SEKTOR PARIWISATA PASCA DISAHKANNYA UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA
Salah satu sektor yang membantu pemulihan ekonomi nasional adalah sektor pariwisata. Bahkan, banyak negara menjadikan sektor pariwisata sebagai pilar dalam menghasilkan devisa. Pen...

