Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peningkatan Efektivitas Penegakan Hukum terhadap Pelaku Pengedaran Rokok Ilegal Berdasarkan Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai

View through CrossRef
Abstract. Indonesia's state revenue as a developing country, one of which comes from customs. Cigarettes are one of the commodities that contribute large revenues to the country from its excise. So that its circulation is supervised by definite regulations. Illegal cigarettes that are not subject to official excise are sold at much cheaper prices, which not only harms state revenues but also encourages consumption among more vulnerable communities. The circulation of illegal cigarettes shows the ineffectiveness of Law Number 39 of 2007 concerning Excise. So this study aims to determine the factors inhibiting law enforcement and to find solutions to the weak law enforcement against the circulation of illegal cigarettes. On the other hand, the method used in this study is the normative juridical method using laws and regulations and literature studies as well as analytical descriptive methods that function to describe or provide an overview of the object being studied through data that has been collected as it is and make generally applicable conclusions. Solutions that include increasing supervision, providing intensive training to law enforcement officers, and transparency in the legal process. From this problem, it is important to conduct an evaluation of the articles in Law No. 39 of 2007, it is important to revise and draft more specific implementing regulations to close existing legal loopholes. Abstrak.Pendapatan negara Indonesia sebagai salah satu negara berkembang, salah satunya berasal dari bea cukai. Rokok menjadi salah satu komoditas yang menyumbang pendapatan besar kepada negara dari cukainya. Sehingga peredarannya diawasi dengan regulasi yang pasti. Rokok ilegal yang tidak dikenakan cukai resmi dijual dengan harga yang jauh lebih murah, yang tidak hanya merugikan penerimaan negara tetapi juga mendorong konsumsi di kalangan masyarakat yang lebih rentan. Peredaran rokok ilegal menunjukan belum efektifnya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penghambat penegakan hukum dan untuk mengetahui solusi dari lemahnya penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal. Disisi lain, metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode yuridis normatif dengan menggunakan peraturan perundang-undangan dan studi pustaka serta metode deskriptif analitis yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data yang telah terkumpul sebagai adanya dan membuat kesimpulan yang berlaku umum. Solusi yang mencakup peningkatan pengawasan, pemberian pelatihan intensif kepada aparat penegak hukum, serta transparansi dalam proses hukum. Dari permasalahan ini, menjadi penting untuk dilakukannya evaluasi terhadap pasal-pasal dalam Undang-Undang No. 39 Tahun 2007, penting untuk melakukan revisi dan penyusunan peraturan pelaksana yang lebih spesifik guna menutup celah hukum yang ada.
Title: Peningkatan Efektivitas Penegakan Hukum terhadap Pelaku Pengedaran Rokok Ilegal Berdasarkan Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai
Description:
Abstract.
Indonesia's state revenue as a developing country, one of which comes from customs.
Cigarettes are one of the commodities that contribute large revenues to the country from its excise.
So that its circulation is supervised by definite regulations.
Illegal cigarettes that are not subject to official excise are sold at much cheaper prices, which not only harms state revenues but also encourages consumption among more vulnerable communities.
The circulation of illegal cigarettes shows the ineffectiveness of Law Number 39 of 2007 concerning Excise.
So this study aims to determine the factors inhibiting law enforcement and to find solutions to the weak law enforcement against the circulation of illegal cigarettes.
On the other hand, the method used in this study is the normative juridical method using laws and regulations and literature studies as well as analytical descriptive methods that function to describe or provide an overview of the object being studied through data that has been collected as it is and make generally applicable conclusions.
Solutions that include increasing supervision, providing intensive training to law enforcement officers, and transparency in the legal process.
From this problem, it is important to conduct an evaluation of the articles in Law No.
39 of 2007, it is important to revise and draft more specific implementing regulations to close existing legal loopholes.
Abstrak.
Pendapatan negara Indonesia sebagai salah satu negara berkembang, salah satunya berasal dari bea cukai.
Rokok menjadi salah satu komoditas yang menyumbang pendapatan besar kepada negara dari cukainya.
Sehingga peredarannya diawasi dengan regulasi yang pasti.
Rokok ilegal yang tidak dikenakan cukai resmi dijual dengan harga yang jauh lebih murah, yang tidak hanya merugikan penerimaan negara tetapi juga mendorong konsumsi di kalangan masyarakat yang lebih rentan.
Peredaran rokok ilegal menunjukan belum efektifnya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.
Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penghambat penegakan hukum dan untuk mengetahui solusi dari lemahnya penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal.
Disisi lain, metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode yuridis normatif dengan menggunakan peraturan perundang-undangan dan studi pustaka serta metode deskriptif analitis yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data yang telah terkumpul sebagai adanya dan membuat kesimpulan yang berlaku umum.
Solusi yang mencakup peningkatan pengawasan, pemberian pelatihan intensif kepada aparat penegak hukum, serta transparansi dalam proses hukum.
Dari permasalahan ini, menjadi penting untuk dilakukannya evaluasi terhadap pasal-pasal dalam Undang-Undang No.
39 Tahun 2007, penting untuk melakukan revisi dan penyusunan peraturan pelaksana yang lebih spesifik guna menutup celah hukum yang ada.

Related Results

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENJUAL ROKOK ILLEGAL DI KECAMATAN PAYUNG SEKAKI PEKANBARU
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENJUAL ROKOK ILLEGAL DI KECAMATAN PAYUNG SEKAKI PEKANBARU
Fakta dilapangan menunjukkan masih tingginya penjualan rokok illegal di Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Pertama, Bagaimana Pene...
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PELANGGARAN KEPABEANAN DI KAWASAN PERBATASAN
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PELANGGARAN KEPABEANAN DI KAWASAN PERBATASAN
Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana aturan hukum mengenai kepabeanan di kawasan perbatasan dan bagaimana penegakan hukum terhadap pelanggaran kepabe...
SOSIALISASI HUKUM PENCEGAHAN ROKOK ILEGAL DI KALANGAN REMAJA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG CUKAI
SOSIALISASI HUKUM PENCEGAHAN ROKOK ILEGAL DI KALANGAN REMAJA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG CUKAI
Abstrak Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarat ini dilaksanakan akibat timbulnya faktor meningkatnya peredaran rokok ilegal, yang timbul karena adanya peningkatan permintaan dari mas...
PENEGAKAN HUKUM BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PEREDARAN ROKOK TANPA PITA CUKAI
PENEGAKAN HUKUM BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PEREDARAN ROKOK TANPA PITA CUKAI
Peredaran rokok tanpa pita cukai merupakan bentuk pelanggaran hukum yang merugikan negara, terutama dari segi penerimaan pajak dan pengawasan terhadap produk tembakau ilegal. Penel...
TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN SANKSI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYELUDUPAN ROKOK ILEGAL
TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN SANKSI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYELUDUPAN ROKOK ILEGAL
ABSTRAKPenyelundupan rokok ilegal merupakan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian pendapatan negara dan persaingan ekonomi yang tidak sehat. Oleh sebab itu, untuk men...
MENELISIK MODUS TINDAK PIDANA PENJUALAN ROKOK TANPA PITA CUKAI ATAU DILEKATI PITA CUKAI PALSU
MENELISIK MODUS TINDAK PIDANA PENJUALAN ROKOK TANPA PITA CUKAI ATAU DILEKATI PITA CUKAI PALSU
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap modus tindak pidana penjualan rokok tanpa pita cukai atau yang dilekati pita cukai palsu, upaya yang dilakukan petugas Bea dan Cukai (BC) ...
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak  maupun orang tua.  Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...

Back to Top