Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PEKERJAAN BOX GIRDER CAST IN – SITU
View through CrossRef
Pada proses pembangunan proyek konstruksi seringkali ditemukan ketidakpastian yang terkadang sulit untuk diprediksi sehingga, dibutuhkannya sebuah analisis risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor risiko yang sesuai dengan lingkup penelitian dan menganalisis tingkat/ranking risiko pada proses pelaksanaan pekerjaan box girder cast in – situ pada struktur jembatan (elevated). Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan tahapan identifikasi risiko – risiko yang mungkin terjadi, melakukan penilaian risiko, dan risk maping agar dapat diketahui kategori risiko – risiko yang termasuk dalam high risk, moderate risk, dan low risk. Pembuatan Risk Map dan penentuan kategori risiko merupakan acuan dalam perencanaan pengendalian risiko. Pengendalian risiko dilakukan terhadap variabel risiko yang signifikan terhadap aspek waktu. Potensi risiko yang terdapat pada identifikasi awal adalah sebanyak 60 risiko dan tereduksi menjadi 43 risiko yang relevan setelah dilakukan validasi oleh pakar penelitian. Sampel penelitian yang digunakan untuk kuesioner adalah setiap staff atau karyawan proyek yang merupakan orang – orang yang mengamati, mempelajari, dan ikut terlibat dalam pekerjaan box girder cast in – situ di proyek kereta cepat Jakarta – Bandung Stasiun Halim sebanyak 37 orang. Data hasil dari kuesioner kemudian dilakukan uji data berupa uji validitas, uji reliabilitas, dan uji homogenitas. Data yang sudah dinyatakan valid, reliabel, dan homogen kemudian dianalisa menggunakan metode severity index untuk menentukan nilai tingkat risiko dan kategori risiko. Hasil dari analisa menunjukan bahawa dari 43 risiko relevan terdapat 7 risiko yang tergolong high risk, 31 risiko yang tergolong moderate risk, dan 5 risiko yang tergolong low risk. Pengendalian risiko terhadap risiko yang tergolong tinggi terbagi menjadi pengendalian proaktif dan pengendalian reaktif berdasarkan hasil wawancara pakar dan didukung dengan jurnal ilmiah terkait. Pengendalian risiko secara proaktif dapat dilakukan dengan melakukan persiapan baik di awal berupa optimalisasi persiapan, pengawasan, dan efisiensi. Pengendalian risiko secara reaktif dilakukan dengan melakukan investigasi lapangan, peningkatan mutu K3 dan melakukan evaluasi Kembali.
Title: ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PEKERJAAN BOX GIRDER CAST IN – SITU
Description:
Pada proses pembangunan proyek konstruksi seringkali ditemukan ketidakpastian yang terkadang sulit untuk diprediksi sehingga, dibutuhkannya sebuah analisis risiko.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor risiko yang sesuai dengan lingkup penelitian dan menganalisis tingkat/ranking risiko pada proses pelaksanaan pekerjaan box girder cast in – situ pada struktur jembatan (elevated).
Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan tahapan identifikasi risiko – risiko yang mungkin terjadi, melakukan penilaian risiko, dan risk maping agar dapat diketahui kategori risiko – risiko yang termasuk dalam high risk, moderate risk, dan low risk.
Pembuatan Risk Map dan penentuan kategori risiko merupakan acuan dalam perencanaan pengendalian risiko.
Pengendalian risiko dilakukan terhadap variabel risiko yang signifikan terhadap aspek waktu.
Potensi risiko yang terdapat pada identifikasi awal adalah sebanyak 60 risiko dan tereduksi menjadi 43 risiko yang relevan setelah dilakukan validasi oleh pakar penelitian.
Sampel penelitian yang digunakan untuk kuesioner adalah setiap staff atau karyawan proyek yang merupakan orang – orang yang mengamati, mempelajari, dan ikut terlibat dalam pekerjaan box girder cast in – situ di proyek kereta cepat Jakarta – Bandung Stasiun Halim sebanyak 37 orang.
Data hasil dari kuesioner kemudian dilakukan uji data berupa uji validitas, uji reliabilitas, dan uji homogenitas.
Data yang sudah dinyatakan valid, reliabel, dan homogen kemudian dianalisa menggunakan metode severity index untuk menentukan nilai tingkat risiko dan kategori risiko.
Hasil dari analisa menunjukan bahawa dari 43 risiko relevan terdapat 7 risiko yang tergolong high risk, 31 risiko yang tergolong moderate risk, dan 5 risiko yang tergolong low risk.
Pengendalian risiko terhadap risiko yang tergolong tinggi terbagi menjadi pengendalian proaktif dan pengendalian reaktif berdasarkan hasil wawancara pakar dan didukung dengan jurnal ilmiah terkait.
Pengendalian risiko secara proaktif dapat dilakukan dengan melakukan persiapan baik di awal berupa optimalisasi persiapan, pengawasan, dan efisiensi.
Pengendalian risiko secara reaktif dilakukan dengan melakukan investigasi lapangan, peningkatan mutu K3 dan melakukan evaluasi Kembali.
Related Results
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...
IDENTIFIKASI RESIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN JEMBATAN
IDENTIFIKASI RESIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN JEMBATAN
Pada setiap pekerjaan faktor keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang penting terutama untuk pekerjaan di proyek konstruksi karena proyek konstruksi adalah lokasi kerja y...
Proyek Pembangunan Jembatan Rumah Susun Padat Karya “Pengamatan Pelaksanaan Pekerjaan Plat pada Jembatan Rumah Susun Padat Karya”
Proyek Pembangunan Jembatan Rumah Susun Padat Karya “Pengamatan Pelaksanaan Pekerjaan Plat pada Jembatan Rumah Susun Padat Karya”
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pertimbangan pemilihan metode erection girder, metode yang efektif untuk pelaksanaan erection girder, faktor yang mempengaruhi pros...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang rentan terkena risiko. Sumber utama risiko yaitu pada produksi, sumber daya manusia, dan pasar. Risiko yang terjadi belum menjadi per...
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PEMBIYAAN GADAI EMAS (STUDI KASUS BANK MANDIRI SYARIAH CABANG PANCOR)
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PEMBIYAAN GADAI EMAS (STUDI KASUS BANK MANDIRI SYARIAH CABANG PANCOR)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui apa saja risiko yang akan dialami dalam pembiayaan produk gadai emas dan bagaimana proses pengelolaan risiko yang dilakukan...
STUDI MANAJEMAN RISIKO PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI)
STUDI MANAJEMAN RISIKO PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI)
ABTSRAKRisiko dalam konteks perbankan merupakan suatu kejadian potensial, baik yang dapat di perkirakan maupun yang tidak dapat diperkirakan dan berdampak negatif terhadap pendapat...
Manajemen Risiko: Deteksi Kecurangan Melalui Strategi Anti Fraud
Manajemen Risiko: Deteksi Kecurangan Melalui Strategi Anti Fraud
Pada era ini telah kita temui berbagia macam Risiko yang terjadi di berbagai sektor mulai dari ekonomi, sosial, politik, alam, atau keputusan bisnis. Adanya risiko maka tidak lepas...

