Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Proyek Pembangunan Jembatan Rumah Susun Padat Karya “Pengamatan Pelaksanaan Pekerjaan Plat pada Jembatan Rumah Susun Padat Karya”

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pertimbangan pemilihan metode erection girder, metode yang efektif untuk pelaksanaan erection girder, faktor yang mempengaruhi proses pelaksanaan erection girder, dan membandingkan metode pelaksanaan erection girder menggunakan crawler crane dan launcher girder. Pertama dilakukan pengumpulan data baik primer maupun sekunder, kemudian dilakukan analisis rencana metode crawler crane dan launcher girder. Pada masing masing metode dilakukan analisis kebutuhan material dan alat, waktu, biaya dan mutu pekerjaan. Selanjutnya hasil dari analisis tersebut digunakan untuk menentukan metode yang paling tepat. Berdasarkananalisis yeng telah dilakukan maka dapat disimpulkan faktor yang menjadi pertimbangan digunakannya metode erection girder diantaranya kondisi lapangan, letak lokasi, keadaancuaca, sumber daya manusia, spesifikasi alat dan mobilisasi peralatan. Perbedaan mendasar metode crawler crane dan launcher girder adalah cara peletakan balok girder pada titik tumpuan. Metode crawler crane memiliki waktu pengerjaan relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan metode launcher girder, karena mobilisasi alat dilakukan dalam kondisi terpisah, sedangkan metode launcher girder memiliki keuntungan dari segi biaya,kepresisian alat, dan cara operasi. Dari perhitungan analisis didapat hasil metode yang efektif untuk pekerjaan erection girder pada underpass sta : 99 + 910 proyek jalan tol trans sumatera menggunakan crawler crane.
Title: Proyek Pembangunan Jembatan Rumah Susun Padat Karya “Pengamatan Pelaksanaan Pekerjaan Plat pada Jembatan Rumah Susun Padat Karya”
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pertimbangan pemilihan metode erection girder, metode yang efektif untuk pelaksanaan erection girder, faktor yang mempengaruhi proses pelaksanaan erection girder, dan membandingkan metode pelaksanaan erection girder menggunakan crawler crane dan launcher girder.
Pertama dilakukan pengumpulan data baik primer maupun sekunder, kemudian dilakukan analisis rencana metode crawler crane dan launcher girder.
Pada masing masing metode dilakukan analisis kebutuhan material dan alat, waktu, biaya dan mutu pekerjaan.
Selanjutnya hasil dari analisis tersebut digunakan untuk menentukan metode yang paling tepat.
Berdasarkananalisis yeng telah dilakukan maka dapat disimpulkan faktor yang menjadi pertimbangan digunakannya metode erection girder diantaranya kondisi lapangan, letak lokasi, keadaancuaca, sumber daya manusia, spesifikasi alat dan mobilisasi peralatan.
Perbedaan mendasar metode crawler crane dan launcher girder adalah cara peletakan balok girder pada titik tumpuan.
Metode crawler crane memiliki waktu pengerjaan relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan metode launcher girder, karena mobilisasi alat dilakukan dalam kondisi terpisah, sedangkan metode launcher girder memiliki keuntungan dari segi biaya,kepresisian alat, dan cara operasi.
Dari perhitungan analisis didapat hasil metode yang efektif untuk pekerjaan erection girder pada underpass sta : 99 + 910 proyek jalan tol trans sumatera menggunakan crawler crane.

Related Results

IDENTIFIKASI RESIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN JEMBATAN
IDENTIFIKASI RESIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN JEMBATAN
Pada setiap pekerjaan faktor keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang penting terutama untuk pekerjaan di proyek konstruksi karena proyek konstruksi adalah lokasi kerja y...
Analisis Estimasi Penyelesaian Proyek Konstruksi terhadap Waktu dan Biaya
Analisis Estimasi Penyelesaian Proyek Konstruksi terhadap Waktu dan Biaya
Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi, sehingga sering terjadi keterlambatan penyelesaian proyek maupun pembengkakan biaya akibat sistem ma...
PENGGUNAAN AKSES FASILITAS RUSUNAWA
PENGGUNAAN AKSES FASILITAS RUSUNAWA
Rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal...
Analisa Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing Dengan Alternatif Penambahan Tenaga Kerja
Analisa Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing Dengan Alternatif Penambahan Tenaga Kerja
Dalam proses pembangunan sebuah proyek konstruksi kerap terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti keterlambatan pekerjaan pada proyek. Keterlambatan pekerjaan proyek dapat dise...
PENERAPAN MANAJEMEN PROYEK PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL
PENERAPAN MANAJEMEN PROYEK PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL
Rumah tinggal sebagai tempat tinggal atau hunian bagi individu atau keluarga berfungsi sebagai tempat berlindung, berkumpul, beristirahat, dan melakukan berbagai kegiatan sehari-ha...
Penerapan Konsep Earned Value Pada Proyek Konstruksi Jalan Tol (Studi Kasus Ruas Jalan Tol Kayuagung - Palembang -Betung)
Penerapan Konsep Earned Value Pada Proyek Konstruksi Jalan Tol (Studi Kasus Ruas Jalan Tol Kayuagung - Palembang -Betung)
Pembangunan infrastruktur jalan tol merupakan salah satu jenis proyek konstruksi yang memiliki lingkup pekerjaan yang kompleks, durasi pelaksanaan pekerjaan yang lama, dan membutuh...

Back to Top