Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PEMBIYAAN GADAI EMAS (STUDI KASUS BANK MANDIRI SYARIAH CABANG PANCOR)
View through CrossRef
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui apa saja risiko yang akan dialami dalam pembiayaan produk gadai emas dan bagaimana proses pengelolaan risiko yang dilakukan Bank Mandiri Syariah Cabang Pancordalam produk pembiayaan gadai emas (Rahn). Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research (penelitian lapangan) dengan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi,wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dari kegitan penelitian yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 6 risiko yang melekat dalam pembiayaan gadai emas yaitu, market risk, liquidity risk, operational risk, capital risk, credit risk, dan reputation risk. Selain itu juga, dalam penerapan manajemen risiko Bank Syari’ah Mandiri cabang Pancor menggunakan 4 tahapan, yaitu identifikasi risiko,penilaian risiko, antisipasi risiko, dan monitoring risiko. Risiko yang lebih sering muncul dalam pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri yaitu nasabah tidak mampu menyelesaikan prestasinya dalam keadaan yang disebut dengan macet serta adanya emas palsu. Untuk mengatasi hambatan tersebut pihak Bank Syari’ah mandiri Cabang Pancor melakukan lelang terhadap nasabah yang mengalami jatuh tempo dan dengan sepengetahuan nasabah serta pihak Bank Mandiri Syariah (BSM) Cabang Pancor melakukan penarikan pembiayaan terhadap nasabah yang terbukti emasnya palsu. Penerapan manajemen risiko Bank Syari’ah mandiri Cabang Pancor secara keseluruhan telah berjalan efektif akan tetapi masih harus diperbaiki dengan meningkatan pelatihan- pelatihan untuk karyawan gadai untuk menanggulangi risiko yang melekat pada pembiayaan gadai emas.
Kata Kunci : Manajemen risiko, Pembiayaan Gadai Emas.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui apa saja risiko yang akan dialami dalam pembiayaan produk gadai emas dan bagaimana proses pengelolaan risiko yang dilakukan Bank Mandiri Syariah Cabang Pancordalam produk pembiayaan gadai emas (Rahn). Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research (penelitian lapangan) dengan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi,wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dari kegitan penelitian yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 6 risiko yang melekat dalam pembiayaan gadai emas yaitu, market risk, liquidity risk, operational risk, capital risk, credit risk, dan reputation risk. Selain itu juga, dalam penerapan manajemen risiko Bank Syari’ah Mandiri cabang Pancor menggunakan 4 tahapan, yaitu identifikasi risiko,penilaian risiko, antisipasi risiko, dan monitoring risiko. Risiko yang lebih sering muncul dalam pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri yaitu nasabah tidak mampu menyelesaikan prestasinya dalam keadaan yang disebut dengan macet serta adanya emas palsu. Untuk mengatasi hambatan tersebut pihak Bank Syari’ah mandiri Cabang Pancor melakukan lelang terhadap nasabah yang mengalami jatuh tempo dan dengan sepengetahuan nasabah serta pihak Bank Mandiri Syariah (BSM) Cabang Pancor melakukan penarikan pembiayaan terhadap nasabah yang terbukti emasnya palsu. Penerapan manajemen risiko Bank Syari’ah mandiri Cabang Pancor secara keseluruhan telah berjalan efektif akan tetapi masih harus diperbaiki dengan meningkatan pelatihan- pelatihan untuk karyawan gadai untuk menanggulangi risiko yang melekat pada pembiayaan gadai emas.
Kata Kunci : Manajemen risiko, Pembiayaan Gadai Emas.
Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor Lombok Timur
Title: ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PEMBIYAAN GADAI EMAS (STUDI KASUS BANK MANDIRI SYARIAH CABANG PANCOR)
Description:
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui apa saja risiko yang akan dialami dalam pembiayaan produk gadai emas dan bagaimana proses pengelolaan risiko yang dilakukan Bank Mandiri Syariah Cabang Pancordalam produk pembiayaan gadai emas (Rahn).
Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research (penelitian lapangan) dengan metode kualitatif.
Pengumpulan data menggunakan metode observasi,wawancara, dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dari kegitan penelitian yang dilakukan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 6 risiko yang melekat dalam pembiayaan gadai emas yaitu, market risk, liquidity risk, operational risk, capital risk, credit risk, dan reputation risk.
Selain itu juga, dalam penerapan manajemen risiko Bank Syari’ah Mandiri cabang Pancor menggunakan 4 tahapan, yaitu identifikasi risiko,penilaian risiko, antisipasi risiko, dan monitoring risiko.
Risiko yang lebih sering muncul dalam pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri yaitu nasabah tidak mampu menyelesaikan prestasinya dalam keadaan yang disebut dengan macet serta adanya emas palsu.
Untuk mengatasi hambatan tersebut pihak Bank Syari’ah mandiri Cabang Pancor melakukan lelang terhadap nasabah yang mengalami jatuh tempo dan dengan sepengetahuan nasabah serta pihak Bank Mandiri Syariah (BSM) Cabang Pancor melakukan penarikan pembiayaan terhadap nasabah yang terbukti emasnya palsu.
Penerapan manajemen risiko Bank Syari’ah mandiri Cabang Pancor secara keseluruhan telah berjalan efektif akan tetapi masih harus diperbaiki dengan meningkatan pelatihan- pelatihan untuk karyawan gadai untuk menanggulangi risiko yang melekat pada pembiayaan gadai emas.
Kata Kunci : Manajemen risiko, Pembiayaan Gadai Emas.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui apa saja risiko yang akan dialami dalam pembiayaan produk gadai emas dan bagaimana proses pengelolaan risiko yang dilakukan Bank Mandiri Syariah Cabang Pancordalam produk pembiayaan gadai emas (Rahn).
Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research (penelitian lapangan) dengan metode kualitatif.
Pengumpulan data menggunakan metode observasi,wawancara, dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dari kegitan penelitian yang dilakukan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 6 risiko yang melekat dalam pembiayaan gadai emas yaitu, market risk, liquidity risk, operational risk, capital risk, credit risk, dan reputation risk.
Selain itu juga, dalam penerapan manajemen risiko Bank Syari’ah Mandiri cabang Pancor menggunakan 4 tahapan, yaitu identifikasi risiko,penilaian risiko, antisipasi risiko, dan monitoring risiko.
Risiko yang lebih sering muncul dalam pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri yaitu nasabah tidak mampu menyelesaikan prestasinya dalam keadaan yang disebut dengan macet serta adanya emas palsu.
Untuk mengatasi hambatan tersebut pihak Bank Syari’ah mandiri Cabang Pancor melakukan lelang terhadap nasabah yang mengalami jatuh tempo dan dengan sepengetahuan nasabah serta pihak Bank Mandiri Syariah (BSM) Cabang Pancor melakukan penarikan pembiayaan terhadap nasabah yang terbukti emasnya palsu.
Penerapan manajemen risiko Bank Syari’ah mandiri Cabang Pancor secara keseluruhan telah berjalan efektif akan tetapi masih harus diperbaiki dengan meningkatan pelatihan- pelatihan untuk karyawan gadai untuk menanggulangi risiko yang melekat pada pembiayaan gadai emas.
Kata Kunci : Manajemen risiko, Pembiayaan Gadai Emas.
Related Results
RELEVANSI STRATEGI PROMOSI PRODUK GADAI EMAS DALAM PENINGKATAN VOLUME JASA PENJUALAN PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG MEULABOH
RELEVANSI STRATEGI PROMOSI PRODUK GADAI EMAS DALAM PENINGKATAN VOLUME JASA PENJUALAN PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG MEULABOH
Promosi merupakan salah satu kegiatan perusahaan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Dampak promosi terhadap peningkatkan volume penjualan di Pegadaian Syariah Cabang Me...
Implementasi Sistem Gadai Emas Pada Pegadaian Syariah Cabang Tuparev-Karawang
Implementasi Sistem Gadai Emas Pada Pegadaian Syariah Cabang Tuparev-Karawang
The problem raised in this study is the application of the gold pawn system at the Sharia Pawnshop Cab. Tuparev Karawang in providing benefits for customers and the risks of pawnin...
Minat Menggadaikan Emas Pada Produk Gadai Berdasarkan Akad Rahn dan Promosi
Minat Menggadaikan Emas Pada Produk Gadai Berdasarkan Akad Rahn dan Promosi
Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mendeskripsikan pengaruh Akad Rahn terhadap Minat nasabah dalam menggadaikan emas pada produk gadai emas di BSI KCP Makassar Unismuh, (2) mendes...
PENERAPAN SISTEM GADAI EMAS PADA BANK SYARIAH INDONESIA KC MEULABOH IMAM BONJOL
PENERAPAN SISTEM GADAI EMAS PADA BANK SYARIAH INDONESIA KC MEULABOH IMAM BONJOL
Bank Syariah Indonesia KCMeulaboh Imam Bonjol adalah lembaga keuangan yang memediasi kebutuhan masyarakat melalui berbagai produk dan layanan yang dimilikinya. Produk yang dimiliki...
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
ABSTRACT
Islamic banking in Indonesia and Malaysia experienced differences in asset growth and market share, potentially causing dissimilarity in profitability performance. This st...
Hubungan Kualitas Audit, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia
Hubungan Kualitas Audit, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia
ABSTRAK
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan kualitas audit, komite audit, dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) terhadap kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia pada tahun...
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI GADAI EMAS SYARIAH PADA BANK BJB SYARIAH KANTOR CABANG PEMBANTU KARAWANG
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI GADAI EMAS SYARIAH PADA BANK BJB SYARIAH KANTOR CABANG PEMBANTU KARAWANG
ABSTRAK: Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah, merupakan peraturan yang menjadi landasan perbankan syariah dalam menjalankan kegiatannya bank syariah melakuk...
Kemapanan dan Daya Saing Pajak Gadai Islam Di Malaysia: Perspektif Perintis
Kemapanan dan Daya Saing Pajak Gadai Islam Di Malaysia: Perspektif Perintis
Pembiayaan pajak gadai konvensional telah wujud sejak abad ke-19 lagi. Namun, praktis pemberian pinjaman daripada pajak gadai konvensional sering dikaitkan dengan penyelewengan dan...

