Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGGUNAAN LIMBAH MOLASE SEBAGAI SUBSTITUSI ASPAL PADA BETON ASPAL AC-BC

View through CrossRef
Abstract   This research aims to utilize molasses waste as a partial replacement material for asphalt in AC-BC asphalt mixtures. Molasses is the final product of making sugar, which is brown in color and in the form of a thick liquid. The research method used was to test the properties and characteristics of molasses, then compare them with the properties and characteristics of Pen 60/70 asphalt. Next, tests were carried out based on the rheological properties of asphalt and the characteristics of AC-BC asphalt concrete. Variations in the levels of molasses mixed with Pen 60/70 asphalt are 0%, 5%, 10%, and 15% of the asphalt weight. Then the mixture of molasses and asphalt is used as a binder for the AC-BC asphalt mixture. Marshall Testing and Immersion Index were carried out on this asphalt mixture. This study shows that molasses has the potential to be used as a partial replacement material for asphalt in AC-BC asphalt mixtures, which still meet the Bina Marga Specifications.   Keywords: molasses waste; asphalt; asphalt mix; Marshall Testing; Immersion Index     Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah molase sebagai bahan pengganti sebagian aspal pada campuran beraspal AC-BC. Molase merupakan produk akhir pembuatan gula, yang berwarna cokelat dan berbentuk cairan kental. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menguji sifat dan karakteristik molase, lalu membandingkannya dengan sifat dan karakteristik aspal Pen 60/70. Selanjutnya dilakukan pengujian berdasarkan sifat reologi aspal dan karakteristik beton aspal AC-BC. Variasi kadar molase yang dicampurkan pada aspal Pen 60/70 adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% terhadap berat aspal. Kemudian campuran molase dan aspal tersebut digunakan sebagai bahan pengikat campuran beraspal AC-BC. Terhadap campuran beraspal ini dilakukan Pengujian Marshall dan Indeks Perendaman. Studi ini menunjukkan bahwa molase berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pengganti sebagian aspal pada campuran beraspal AC-BC, yang masih memenuhi Spesifikasi Bina Marga.   Kata-kata kunci: limbah molase; aspal; campuran beraspal; Pengujian Marshall; Indeks Perendaman
Title: PENGGUNAAN LIMBAH MOLASE SEBAGAI SUBSTITUSI ASPAL PADA BETON ASPAL AC-BC
Description:
Abstract   This research aims to utilize molasses waste as a partial replacement material for asphalt in AC-BC asphalt mixtures.
Molasses is the final product of making sugar, which is brown in color and in the form of a thick liquid.
The research method used was to test the properties and characteristics of molasses, then compare them with the properties and characteristics of Pen 60/70 asphalt.
Next, tests were carried out based on the rheological properties of asphalt and the characteristics of AC-BC asphalt concrete.
Variations in the levels of molasses mixed with Pen 60/70 asphalt are 0%, 5%, 10%, and 15% of the asphalt weight.
Then the mixture of molasses and asphalt is used as a binder for the AC-BC asphalt mixture.
Marshall Testing and Immersion Index were carried out on this asphalt mixture.
This study shows that molasses has the potential to be used as a partial replacement material for asphalt in AC-BC asphalt mixtures, which still meet the Bina Marga Specifications.
  Keywords: molasses waste; asphalt; asphalt mix; Marshall Testing; Immersion Index     Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah molase sebagai bahan pengganti sebagian aspal pada campuran beraspal AC-BC.
Molase merupakan produk akhir pembuatan gula, yang berwarna cokelat dan berbentuk cairan kental.
Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menguji sifat dan karakteristik molase, lalu membandingkannya dengan sifat dan karakteristik aspal Pen 60/70.
Selanjutnya dilakukan pengujian berdasarkan sifat reologi aspal dan karakteristik beton aspal AC-BC.
Variasi kadar molase yang dicampurkan pada aspal Pen 60/70 adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% terhadap berat aspal.
Kemudian campuran molase dan aspal tersebut digunakan sebagai bahan pengikat campuran beraspal AC-BC.
Terhadap campuran beraspal ini dilakukan Pengujian Marshall dan Indeks Perendaman.
Studi ini menunjukkan bahwa molase berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pengganti sebagian aspal pada campuran beraspal AC-BC, yang masih memenuhi Spesifikasi Bina Marga.
  Kata-kata kunci: limbah molase; aspal; campuran beraspal; Pengujian Marshall; Indeks Perendaman.

Related Results

ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
Analisis pemanfaatan limbah beton ready mix dari PT X berlokasi di Surabaya sebagai substitusi agregat kasar terhadap kuat tekan beton
Analisis pemanfaatan limbah beton ready mix dari PT X berlokasi di Surabaya sebagai substitusi agregat kasar terhadap kuat tekan beton
Beton adalah bahan konstruksi utama yang paling umum digunakan, sehingga meningkatnya permintaan bahan baku dapat mendorong penambangan agregat kasar secara terus-menerus, yang ber...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
ANALISIS SUBSTITUSI AGGREGAT KASAR MENGGUNAKAN LIMBAH KERAMIK TERHADAP KUAT TEKAN BETON
ANALISIS SUBSTITUSI AGGREGAT KASAR MENGGUNAKAN LIMBAH KERAMIK TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Limbah keramik merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari perenovasian rumah maupun gedung di Kota Bukittinggi yang tidak dimanfaatkan. Pemanfaatan kembali limbah keramik men...
PEMANFAATAN LIMBAH SANDAL KARET SEBAGAI MATERIAL SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON
PEMANFAATAN LIMBAH SANDAL KARET SEBAGAI MATERIAL SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON
ABSTRAK: Beton sebagai bahan konstruksi pada masa sekarang ini masih banyak digunakan, mengingat sifat beton yang mudah dibentuk dan harga yang relatif masih lebih murah jika diban...
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan ole...
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Penggunaan bahan kimia ataupun radioaktif pada penelitian tentunya akan menjadi limbah berbahaya dan beracun bagi lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah yang dihasil...

Back to Top