Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rekonstruksi Epistemologi Santri: Analisis Cara Berpikir Bayani–Burhani–Irfani pada Santri Generasi Z di Pesantren Modern

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi epistemologi santri Generasi Z di pesantren modern melalui kerangka berpikir bayani, burhani, dan irfani. Transformasi pendidikan pesantren yang ditandai oleh integrasi kurikulum umum, teknologi, dan metode pembelajaran kontemporer telah mengubah pola transmisi pengetahuan yang sebelumnya bersifat tekstual dan tradisional. Sementara itu, karakteristik Generasi Z sebagai generasi digital native—yang memiliki kecenderungan belajar cepat, visual, dan sangat bergantung pada akses informasi instan—mempengaruhi cara mereka memahami teks keagamaan serta membangun pengetahuan. Melalui studi literatur terhadap berbagai sumber terkait pesantren, generasi Z, dan epistemologi Islam, penelitian ini menemukan adanya pergeseran pola berpikir santri dari dominasi bayani menuju pola yang lebih integratif, dengan penguatan nalar burhani dan transformasi praktik irfani. Hasil penelitian menegaskan bahwa pesantren perlu melakukan rekonstruksi epistemologi yang mampu mengakomodasi perubahan kognitif santri Generasi Z tanpa melepaskan akar tradisi keilmuan klasik. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan model epistemologi santri di era digital.  
Title: Rekonstruksi Epistemologi Santri: Analisis Cara Berpikir Bayani–Burhani–Irfani pada Santri Generasi Z di Pesantren Modern
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi epistemologi santri Generasi Z di pesantren modern melalui kerangka berpikir bayani, burhani, dan irfani.
Transformasi pendidikan pesantren yang ditandai oleh integrasi kurikulum umum, teknologi, dan metode pembelajaran kontemporer telah mengubah pola transmisi pengetahuan yang sebelumnya bersifat tekstual dan tradisional.
Sementara itu, karakteristik Generasi Z sebagai generasi digital native—yang memiliki kecenderungan belajar cepat, visual, dan sangat bergantung pada akses informasi instan—mempengaruhi cara mereka memahami teks keagamaan serta membangun pengetahuan.
Melalui studi literatur terhadap berbagai sumber terkait pesantren, generasi Z, dan epistemologi Islam, penelitian ini menemukan adanya pergeseran pola berpikir santri dari dominasi bayani menuju pola yang lebih integratif, dengan penguatan nalar burhani dan transformasi praktik irfani.
Hasil penelitian menegaskan bahwa pesantren perlu melakukan rekonstruksi epistemologi yang mampu mengakomodasi perubahan kognitif santri Generasi Z tanpa melepaskan akar tradisi keilmuan klasik.
Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan model epistemologi santri di era digital.
 .

Related Results

EPISTEMOLOGI ARAB-ISLAM MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
EPISTEMOLOGI ARAB-ISLAM MUHAMMAD ABID AL-JABIRI
Permasalahan mendasar umat Islam saat ini ketika mereka mendudukkan epistemologi bayani sebagai representasi tunggal dan menolak penalaran yang lebih luas. Karena itulah, Al-Jabiri...
Paradigma Triadik al-Ghazali dalam Mengkaji Kesahihan Hadis: Bayani, Burhani, dan 'Irfani
Paradigma Triadik al-Ghazali dalam Mengkaji Kesahihan Hadis: Bayani, Burhani, dan 'Irfani
The issue of hadith authenticity remains a central and enduring concern in Islamic scholarship, rooted in the complex historical transmission of prophetic traditions. The absence o...
KINERJA EPISTEMOLOGI ISLAM KETERJALINAN NALAR BAYANI, BURHANI, IRFANI MUHAMMAD ABID AL JABARI
KINERJA EPISTEMOLOGI ISLAM KETERJALINAN NALAR BAYANI, BURHANI, IRFANI MUHAMMAD ABID AL JABARI
Nalar bayani, irfani, dan burhani merupakan tiga kerangka epistemologis utama dalam tradisi keilmuan Islam yang berperan penting dalam proses pembentukan, pengembangan, dan validas...
HUBUNGAN NALAR BAYANI, NALAR BURHANI, DAN NALAR IRFANI DALAM INTEGRASI INTERKONEKSI KEILMUWAN AMIN ABDULLAH
HUBUNGAN NALAR BAYANI, NALAR BURHANI, DAN NALAR IRFANI DALAM INTEGRASI INTERKONEKSI KEILMUWAN AMIN ABDULLAH
The concept of integration-interconnection is no longer unfamiliar, and it has even become an ideology in Islamic Higher Education Institutions (PTKIN). In this integration, Amin A...
Epistemologi Irfani Dalam Tradisi Pemikiran Islam
Epistemologi Irfani Dalam Tradisi Pemikiran Islam
Pada masa dominasi positivisme dalam ilmu pengetahuan, pendekatan irfani dianggap kurang dapat diterima. Namun, perkembangan filsafat ilmu modern, seperti gagasan Paul Feyerabend, ...
INTEGRASI TEOLOGI ISLAM, SUFISME, DAN RASIONALISME HARUN NASUTION
INTEGRASI TEOLOGI ISLAM, SUFISME, DAN RASIONALISME HARUN NASUTION
This article describes the integration of Islamic theology, Sufism, and rationalism from Harun Nasution's Islamic thought. The more developed human life and way of thinking, the mo...
Epistemologi Pesantren sebagai Tradisi Pengetahuan Praksis: Otoritas, Habitus, dan Produksi Ilmu
Epistemologi Pesantren sebagai Tradisi Pengetahuan Praksis: Otoritas, Habitus, dan Produksi Ilmu
Artikel ini mengkaji epistemologi pesantren sebagai sistem produksi, legitimasi, dan transmisi pengetahuan Islam yang memiliki otonomi intelektual dan berbeda secara fundamental da...
EPISTEMOLOGI BAYANI DALAM KAJIAN USHUL FIQH
EPISTEMOLOGI BAYANI DALAM KAJIAN USHUL FIQH
Abstrak: Epistemologi adalah metode dari cabang ilmu filsafat yang membahas seputar pengetahuan manusia yang semakin hari mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tuhan memberikan ...

Back to Top