Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kesenjangan Ideal dan Aktual Asesmen Diagnostik Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA/SMK

View through CrossRef
Penelitian ini mengungkapkan kesenjangan antara konsep ideal asesmen diagnostik dalam kurikulum baru dengan praktik di lapangan, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1 Mlati dan SMK Muhammadiyah 1 Seyegan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana guru memahami dan menerapkan asesmen diagnostik, seberapa baik hasilnya dimanfaatkan untuk perencanaan dan diferensiasi pembelajaran, serta mengidentifikasi kesenjangan dan dampaknya pada pengembangan literasi siswa. Metode kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara semiterstruktur dengan enam partisipan (guru Bahasa Indonesia, wakil kepala sekolah kurikulum, dan guru BK dari kedua sekolah) serta studi dokumen seperti modul ajar dan instrumen asesmen, dilakukan pada November 2025. Hasil menunjukkan bahwa asesmen diagnostik sering kali hanya pretest sederhana yang berfokus pada aspek kognitif, tanpa integrasi kuat elemen nonkognitif seperti motivasi dan sikap sehingga diferensiasi pembelajaran kurang efektif dan siswa heterogen tidak mendapat pengalaman belajar yang sesuai. Hambatan utama meliputi kurangnya pelatihan guru, beban administrasi, dan komunikasi antarpihak yang membuat hasil asesmen jarang dimanfaatkan maksimal. Ini berdampak pada pengembangan literasi Bahasa Indonesia yang belum sepenuhnya mendalam, meski ada upaya fleksibel di salah satu sekolah. Penelitian ini memberikan gambaran empiris tentang tantangan implementasi kurikulum baru di konteks sekolah menengah, yang bisa jadi dasar untuk perbaikan praktik pendidikan. Kata kunci: asesmen diagnostik, pembelajaran Bahasa Indonesia, kurikulum baru, kesenjangan ideal aktual, diferensiasi pembelajaran
Title: Kesenjangan Ideal dan Aktual Asesmen Diagnostik Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA/SMK
Description:
Penelitian ini mengungkapkan kesenjangan antara konsep ideal asesmen diagnostik dalam kurikulum baru dengan praktik di lapangan, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1 Mlati dan SMK Muhammadiyah 1 Seyegan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana guru memahami dan menerapkan asesmen diagnostik, seberapa baik hasilnya dimanfaatkan untuk perencanaan dan diferensiasi pembelajaran, serta mengidentifikasi kesenjangan dan dampaknya pada pengembangan literasi siswa.
Metode kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara semiterstruktur dengan enam partisipan (guru Bahasa Indonesia, wakil kepala sekolah kurikulum, dan guru BK dari kedua sekolah) serta studi dokumen seperti modul ajar dan instrumen asesmen, dilakukan pada November 2025.
Hasil menunjukkan bahwa asesmen diagnostik sering kali hanya pretest sederhana yang berfokus pada aspek kognitif, tanpa integrasi kuat elemen nonkognitif seperti motivasi dan sikap sehingga diferensiasi pembelajaran kurang efektif dan siswa heterogen tidak mendapat pengalaman belajar yang sesuai.
Hambatan utama meliputi kurangnya pelatihan guru, beban administrasi, dan komunikasi antarpihak yang membuat hasil asesmen jarang dimanfaatkan maksimal.
Ini berdampak pada pengembangan literasi Bahasa Indonesia yang belum sepenuhnya mendalam, meski ada upaya fleksibel di salah satu sekolah.
Penelitian ini memberikan gambaran empiris tentang tantangan implementasi kurikulum baru di konteks sekolah menengah, yang bisa jadi dasar untuk perbaikan praktik pendidikan.
Kata kunci: asesmen diagnostik, pembelajaran Bahasa Indonesia, kurikulum baru, kesenjangan ideal aktual, diferensiasi pembelajaran.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ASESMEN DIAGNOSTIK SEBAGAI PENILAIAN PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR
ASESMEN DIAGNOSTIK SEBAGAI PENILAIAN PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR
Asesmen diagnostik merupakan penilaian pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, yang dilakukan guru terhadap peserta didik sebelum guru merancang pembelajaran. Namun pemahaman guru ten...
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAWICARA RINGAN SMLB NEGERI PEMBINA KUPANG (Sebuah Kajian Psikolinguistik)
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAWICARA RINGAN SMLB NEGERI PEMBINA KUPANG (Sebuah Kajian Psikolinguistik)
Kajian ini difokuskan pada aspek pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan di SMLB negeri Pembina Kupang sebagai lokasi utama. Sasaran pengkajiannya mencakup cara b...
ANALISIS HASIL ASESMEN DIAGNOSTIK PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL KELAS IV SEKOLAH DASAR
ANALISIS HASIL ASESMEN DIAGNOSTIK PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL KELAS IV SEKOLAH DASAR
Pembelajaran di Sekolah Dasar selama ini masih terpaku langsung pada penyampaian materi yang diberikan oleh guru. Selama pembelajaran guru belum mengetahui kemampuan awal peserta d...
Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnostik Kognitif Pembelajaran Sejarah
Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnostik Kognitif Pembelajaran Sejarah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman dalam kaidah penulisan soal dan kesulitan dalam mengembangkan pertanyaan yang efektif pada asesmen diagnostik kognitif sehi...
IMPLEMENTASI MATERI TEKS BERITA ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI DI SMA NEGERI 12 KOTA JAMBI
IMPLEMENTASI MATERI TEKS BERITA ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI DI SMA NEGERI 12 KOTA JAMBI
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan implementasi materi teks berita dalam pelaksanaan asesmen formatif pada pembelajaran bahasa indonesia di SMA Negeri 12 Kota Jam...
PENYUSUNAN MODUL ASESMEN PEMBELAJARAN SEJARAH: PEMBELAJARAN PARADIGMA BARU
PENYUSUNAN MODUL ASESMEN PEMBELAJARAN SEJARAH: PEMBELAJARAN PARADIGMA BARU
Salah satu karakteristik utama dalam pembelajaran paradigma baru kurikulum merdeka belajar ini adalah mengacu pada pembelajaran yang terpusat pada siswa. Pada pembelaran paradigma ...
ANALISIS HASIL ASEMEN DIAGNOSTIK SEBAGAI DASAR PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR
ANALISIS HASIL ASEMEN DIAGNOSTIK SEBAGAI DASAR PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR
ABSTRAK Setiap peserta didik memiliki karakteristik dan keberagaman kebutuhan belajar yang berbeda-beda. Guru perlu memetakan kebtuhan belajar peserta didik sesuai dengan kes...

Back to Top