Javascript must be enabled to continue!
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAWICARA RINGAN SMLB NEGERI PEMBINA KUPANG (Sebuah Kajian Psikolinguistik)
View through CrossRef
Kajian ini difokuskan pada aspek pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan di SMLB negeri Pembina Kupang sebagai lokasi utama. Sasaran pengkajiannya mencakup cara belajar bahasa Indonesia, masalah pembelajaran bahasa Indonesia dan solusi terhadap masalah pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan yang kemudian mengarah pada paparan masalah pembelajaran dan solusi terhadap masalah pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan SMLB Negeri Pembina Kupang. Teori yang digunakan adalah teori psikolinguistik dan teori belajar konstruktivisme yang ditunjang dengan konsep pembelajaran bahasa Indonesia dan tunawicara. hasil kajian ini menunjukkan bahwa anak tunawicara merupakan individu yang memiliki hambatan berbicara karena gangguan pada alat pendengaran (tunarungu). Pembelajaran bahasa Indonesia sangat berpengaruh pada kemampuan anak untuk berbicara dan memahami bahasa. Bagi anak-anak, alat ucap dan kemampuan berbahasa adalah alat yang sangat penting untuk belajar, bermain dan membangun kemampuan sosial. Anak belajar berkomunikasi dengan meniru suara yang mereka dengar. Jika mereka memiliki gangguan pada alat pendengarn dan alat ucap maka akan menghambat perkembangan pembelajaran bahasa Indonesia. Di SMLB Negeri Pembina Kupang anak belajar untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya untuk sesuatu yang positif. Melalui bermain, bercerita dan belajar anak memiliki kemampuan untuk berbahasa. Ada empat aspek pembelajaran bahasa Indonesia yaitu menulis, menyimak, berbicara dan membaca. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia anak dituntut untuk memiliki keterampilan berbicara, menyimak, membaca dan menulis. Masalah pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan SMLB Negeri Pembina Kupang terdapat masalah-masalah yang dihadapi mentor dan siswa pada saat kegiatan belajar mengajar yaitu (1) komunikasi antara siswa dan guru maupun sebaliknya; (2) media pembelajaran; (3) metode pembelajaran; (4) perilaku siswa tunawicara dalam belajar. Solusi terhadap masalah pembelajaran bahasa Indonesia anak tunawicara ringan SMLB Negeri Pembina Kupang adalah (1) masalah komunikasi pembelajaran bahasa Indonesia anak tunawicara ringan SMLB Negeri Pembina Kupang dapat disimpulkan bahwa mentor dan siswa lebih banyak berkomunikasi menggunakan pendekatan oral dan isyarat; (2) media pembelajaran sangat penting dalam proses belajar mengajar. recorder, teks tulis, media cetak dan lain sebagainya. Jenis-jenis media ini disesuaikan dengan materi yang diajarkan kepada anak tunawicara ringan SMLB Negeri Pembina Kupang ; (3)pemilihan metode pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan sangat penting karena dengan memilih metode yang menarik akan membantu siswa tunawicara ringan menjadi nyaman dan serius dalam belajar. Mentor memilih metode pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan SMLB Negeri Pembina Kupang disesuaikan dengan materi yang diajarkan serta kemampuan dan kondisi siswa tunawicara ringan pada saat itu misalnya metode oral, metode isyarat, metode demonstrasi, metode menulis, metode face to face.
Title: PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAWICARA RINGAN SMLB NEGERI PEMBINA KUPANG (Sebuah Kajian Psikolinguistik)
Description:
Kajian ini difokuskan pada aspek pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan di SMLB negeri Pembina Kupang sebagai lokasi utama.
Sasaran pengkajiannya mencakup cara belajar bahasa Indonesia, masalah pembelajaran bahasa Indonesia dan solusi terhadap masalah pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan yang kemudian mengarah pada paparan masalah pembelajaran dan solusi terhadap masalah pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan SMLB Negeri Pembina Kupang.
Teori yang digunakan adalah teori psikolinguistik dan teori belajar konstruktivisme yang ditunjang dengan konsep pembelajaran bahasa Indonesia dan tunawicara.
hasil kajian ini menunjukkan bahwa anak tunawicara merupakan individu yang memiliki hambatan berbicara karena gangguan pada alat pendengaran (tunarungu).
Pembelajaran bahasa Indonesia sangat berpengaruh pada kemampuan anak untuk berbicara dan memahami bahasa.
Bagi anak-anak, alat ucap dan kemampuan berbahasa adalah alat yang sangat penting untuk belajar, bermain dan membangun kemampuan sosial.
Anak belajar berkomunikasi dengan meniru suara yang mereka dengar.
Jika mereka memiliki gangguan pada alat pendengarn dan alat ucap maka akan menghambat perkembangan pembelajaran bahasa Indonesia.
Di SMLB Negeri Pembina Kupang anak belajar untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya untuk sesuatu yang positif.
Melalui bermain, bercerita dan belajar anak memiliki kemampuan untuk berbahasa.
Ada empat aspek pembelajaran bahasa Indonesia yaitu menulis, menyimak, berbicara dan membaca.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia anak dituntut untuk memiliki keterampilan berbicara, menyimak, membaca dan menulis.
Masalah pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan SMLB Negeri Pembina Kupang terdapat masalah-masalah yang dihadapi mentor dan siswa pada saat kegiatan belajar mengajar yaitu (1) komunikasi antara siswa dan guru maupun sebaliknya; (2) media pembelajaran; (3) metode pembelajaran; (4) perilaku siswa tunawicara dalam belajar.
Solusi terhadap masalah pembelajaran bahasa Indonesia anak tunawicara ringan SMLB Negeri Pembina Kupang adalah (1) masalah komunikasi pembelajaran bahasa Indonesia anak tunawicara ringan SMLB Negeri Pembina Kupang dapat disimpulkan bahwa mentor dan siswa lebih banyak berkomunikasi menggunakan pendekatan oral dan isyarat; (2) media pembelajaran sangat penting dalam proses belajar mengajar.
recorder, teks tulis, media cetak dan lain sebagainya.
Jenis-jenis media ini disesuaikan dengan materi yang diajarkan kepada anak tunawicara ringan SMLB Negeri Pembina Kupang ; (3)pemilihan metode pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan sangat penting karena dengan memilih metode yang menarik akan membantu siswa tunawicara ringan menjadi nyaman dan serius dalam belajar.
Mentor memilih metode pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan SMLB Negeri Pembina Kupang disesuaikan dengan materi yang diajarkan serta kemampuan dan kondisi siswa tunawicara ringan pada saat itu misalnya metode oral, metode isyarat, metode demonstrasi, metode menulis, metode face to face.
Related Results
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
AKULTURASI DAN EFEKTIFITAS PENYERAPAN BAHASA KEDUA DI LINGKUNGAN FORMAL MELALUI PRINSIP PSIKOLINGUISTIK (STUDI KASUS: DI SMAN 1 BERAU)
AKULTURASI DAN EFEKTIFITAS PENYERAPAN BAHASA KEDUA DI LINGKUNGAN FORMAL MELALUI PRINSIP PSIKOLINGUISTIK (STUDI KASUS: DI SMAN 1 BERAU)
Dalam penelitian ini membahas psikolinguistik telah memberikan banyak temuan yang menjelaskan bagaimana siswa memperoleh bahasa, menghasilkan dan merasakan baik bahasa lisan maupun...
KECERMATAN PENULISAN KATA BAKU OLEH GURU-GURU SMA NEGERI 1 KUPANG TENGAH
KECERMATAN PENULISAN KATA BAKU OLEH GURU-GURU SMA NEGERI 1 KUPANG TENGAH
Untuk memperingati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, tim penyuluh berinisiatif untuk melakukan penyuluhan bahasa Indonesia bagi guru-guru SMA Negeri 1 Kupang Tenga...
Pengaruh Bahasa Tabu Dalam Bahasa Sasak Terhadap Perkembangan Bahasa Anak di Desa Jero Puri (Kajian Psikolinguistik)
Pengaruh Bahasa Tabu Dalam Bahasa Sasak Terhadap Perkembangan Bahasa Anak di Desa Jero Puri (Kajian Psikolinguistik)
ABSTRACT
Taboo language is a type of language that is prohibited to use in everyday communication. In addition to violating the ethics of politeness in communication, it is also v...
PENANGANAN ANAK TUNAWICARA : STUDI KASUS
PENANGANAN ANAK TUNAWICARA : STUDI KASUS
Pendidikan inklusif seharusnya menempatkan anak berkebutuhan khusus sejajar dengananak normal lainnya. Tunawicara adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak mampumengungkapkan ga...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...

