Javascript must be enabled to continue!
Peran Amerika Serikat dalam Menengahi Konflik Israel-Palestina melalui Perjanjian Camp David dan Oslo
View through CrossRef
Abstract: Artikel ini membahas tentang peran Amerika Serikat dalam menengahi konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina. Konflik tersebut memiliki sejarah yang panjang sejak Inggris mengambil alih wilayah Arab (Palestina) dan kemudian mengakui negara Israel. Hal ini mendapat penentangan dari Palestina dan negara-negara sekitarnya. Menyikapi hal tersebut, Pada konflik Israel – Palestina, AS berperan sebagai mediator untuk mendamaikan konflik kedua negara tersebut. AS mencoba menengahi dengan membuat perjanjian antar kepala negara seperti perjanjian Camp David dan perjanjian Oslo. Perjanjian Camp David merupakan serangkaian upaya membentuk kesepakatan yang ditandatangani oleh Presiden Mesir Anwar Sadat dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin di Camp David, tempat peristirahatan bersejarah presiden Amerika Serikat. Setelah adanya perjanjian Camp David, kemudian AS membuat perjanjian Oslo untuk mendamaikan kembali kedua negara karena konflik kembali terjadi. Perjanjian Oslo ini ditandatangani Yasser Arafat dari pihak Palestina dan Yithzak Rabin dari pihak Israel di Washington DC dengan disaksikan oleh Bill Clinton. Kesepakatan Oslo menandai pertama kalinya Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) secara resmi mengakui satu sama lain.
Kata kunci: Amerika Serikat; Konflik Israel-Palestina; Perjanjian Camp David; Perjanjian Oslo
Abstract: This article discusses the role of the United States in mediating the conflict between Israel and Palestine. The conflict has a long history since Britain took over the Arab region (Palestine) and later recognized the state of Israel. This is opposed by Palestine and the surrounding countries. In response to this, in the Israeli-Palestinian conflict, the US acts as a mediator to reconcile the conflicts between the two countries. The US tried to mediate by making agreements between heads of state such as the Camp David agreement and the Oslo agreement. The Camp David Agreement is a series of efforts to forge an agreement signed by Egyptian President Anwar Sadat and Israeli Prime Minister Menachem Begin at Camp David, the historic resting place of the US president. After the Camp David agreement, then the US made the Oslo agreement to reconcile the two countries because the conflict happened again. The Oslo Agreement was signed by Yasser Arafat from the Palestinian side and Yithzak Rabin from the Israeli side in Washington DC, witnessed by Bill Clinton. The Oslo Accords marked the first time Israel and the Palestine Liberation Organization (PLO) have officially recognized each other.
Keywords: Camp David Accords; Israel-Palestine Conflict; Oslo Accords; United States
Title: Peran Amerika Serikat dalam Menengahi Konflik Israel-Palestina melalui Perjanjian Camp David dan Oslo
Description:
Abstract: Artikel ini membahas tentang peran Amerika Serikat dalam menengahi konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina.
Konflik tersebut memiliki sejarah yang panjang sejak Inggris mengambil alih wilayah Arab (Palestina) dan kemudian mengakui negara Israel.
Hal ini mendapat penentangan dari Palestina dan negara-negara sekitarnya.
Menyikapi hal tersebut, Pada konflik Israel – Palestina, AS berperan sebagai mediator untuk mendamaikan konflik kedua negara tersebut.
AS mencoba menengahi dengan membuat perjanjian antar kepala negara seperti perjanjian Camp David dan perjanjian Oslo.
Perjanjian Camp David merupakan serangkaian upaya membentuk kesepakatan yang ditandatangani oleh Presiden Mesir Anwar Sadat dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin di Camp David, tempat peristirahatan bersejarah presiden Amerika Serikat.
Setelah adanya perjanjian Camp David, kemudian AS membuat perjanjian Oslo untuk mendamaikan kembali kedua negara karena konflik kembali terjadi.
Perjanjian Oslo ini ditandatangani Yasser Arafat dari pihak Palestina dan Yithzak Rabin dari pihak Israel di Washington DC dengan disaksikan oleh Bill Clinton.
Kesepakatan Oslo menandai pertama kalinya Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) secara resmi mengakui satu sama lain.
Kata kunci: Amerika Serikat; Konflik Israel-Palestina; Perjanjian Camp David; Perjanjian Oslo
Abstract: This article discusses the role of the United States in mediating the conflict between Israel and Palestine.
The conflict has a long history since Britain took over the Arab region (Palestine) and later recognized the state of Israel.
This is opposed by Palestine and the surrounding countries.
In response to this, in the Israeli-Palestinian conflict, the US acts as a mediator to reconcile the conflicts between the two countries.
The US tried to mediate by making agreements between heads of state such as the Camp David agreement and the Oslo agreement.
The Camp David Agreement is a series of efforts to forge an agreement signed by Egyptian President Anwar Sadat and Israeli Prime Minister Menachem Begin at Camp David, the historic resting place of the US president.
After the Camp David agreement, then the US made the Oslo agreement to reconcile the two countries because the conflict happened again.
The Oslo Agreement was signed by Yasser Arafat from the Palestinian side and Yithzak Rabin from the Israeli side in Washington DC, witnessed by Bill Clinton.
The Oslo Accords marked the first time Israel and the Palestine Liberation Organization (PLO) have officially recognized each other.
Keywords: Camp David Accords; Israel-Palestine Conflict; Oslo Accords; United States.
Related Results
PEMBATASAN TEKNOLOGI HUAWEI OLEH AMERIKA SERIKAT (Analisis Deskriptif Peran Media Amerika Serikat dalam Pembatasan Teknologi Huawei pada Konsumen Amerika Serikat)
PEMBATASAN TEKNOLOGI HUAWEI OLEH AMERIKA SERIKAT (Analisis Deskriptif Peran Media Amerika Serikat dalam Pembatasan Teknologi Huawei pada Konsumen Amerika Serikat)
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media Amerika Serikat dalam menginformasikan pembatatasan yang dilakukan oleh Amerika Serikat pada teknologi Huawei kepada ...
Melihat Kembali Sekuritisasi Palestina-Israel
Melihat Kembali Sekuritisasi Palestina-Israel
Invasi Israel ke Palestina pada November 2012 adalah pengulangan logika sekuritisasi dan logika kekerasan Israel dalam mempertegas dominasi Israel di Timur Tengah. Meski demikian, ...
Resepsi Penonton Terkait Konflik Israel-Palestina Dalam Film Omar Karya Hany Abu Assad
Resepsi Penonton Terkait Konflik Israel-Palestina Dalam Film Omar Karya Hany Abu Assad
Konflik Israel-Palestina sampai sekarang masih menjadi sorotan internasional. Media, termasuk film, dapat mempengaruhi dan menggiring persepsi penonton terhadap konflik Israel-Pale...
Keterlibatan Amerika Serikat dalam Konflik Suriah sebagai Konsekuensi dari Politik Engtangling Alliance
Keterlibatan Amerika Serikat dalam Konflik Suriah sebagai Konsekuensi dari Politik Engtangling Alliance
Banyak negara-negara di dunia yang membangun hubungan melalui berbagai perjanjian, baik dalam bidang ekonomi, politik maupun militer. Hal ini kemudian menyebabkan adanya hubungan a...
Pencatatan Serikat Pekerja/Serikat Buruh Berdasarkan Asas Kebebasan Berserikat
Pencatatan Serikat Pekerja/Serikat Buruh Berdasarkan Asas Kebebasan Berserikat
Pekerja/buruh merupakan bagian dari warga negara Indonesia yang berhak dalam keberlangsungan hidupnya dengan melakukan pekerjaan. Kedudukan pekerja/buruh lebih lemah dibanding deng...
Pengaruh Amerika Serikat dalam Budaya Perfilman Korea Selatan 1950-an: Madame Freedom Karya Han Hyung-mo
Pengaruh Amerika Serikat dalam Budaya Perfilman Korea Selatan 1950-an: Madame Freedom Karya Han Hyung-mo
In the 1950s around the Korean War, the United States provided a lot of assistance to South Korea, including in the field of film. Hollywood films are increasingly influencing Kore...
Realiasi Hukum Perjanjian Dalam Dinamika Hukum Di Indonesia
Realiasi Hukum Perjanjian Dalam Dinamika Hukum Di Indonesia
Perjanjian merupakan kebutuhan masyarakat dalam upaya meningkatkan kebutuhan di bidang ekonomi. Perjanjian termasuk salah satu hal yang sangat penting bagi masyarakat untuk melakuk...
KLAUSULA EKSONERASI DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN KONSUMEN
KLAUSULA EKSONERASI DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN KONSUMEN
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berinteraksi dengan sesama manusia, interaksi tersebut seringkali diwujudkan dengan sebuah perjanjian, pada mulanya perjanjian dibuat secara...

