Javascript must be enabled to continue!
EVALUASI JALUR PEJALAN KAKI DENGAN RTH PADA RUAS JALAN AHMAD YANI KEC. GARUT KOTA
View through CrossRef
Jalan Ahmad Yani merupakan pusat kota Garut yang dimana disepanjang jalan tersebut dipadati oleh pertokoan. Pada ruas jalan Ahmad Yani dipasang jalur pejalan kaki pada tepi sisi jalan kiri dan kanan. Berdasarkan survey di lapangan kondisi jalur pejalan kaki ada beberapa trotoir yang rusak sehingga menyebabkan ketidak nyamanan terhadap pejalan kaki dan beberapa fasilitas pejalan kaki yang masih kurang. Jalan Ahmad Yani memiliki luas 2062 m² dari persimpangan Asia sampai Bunderan Suci (PT. Danbi Bulu Mata Palsu). Pada jalan tersebut ada beberapa yang ditanami RTH tetapi kondisi RTH tidak terawat dengan baik sehingga RTH di jalan Ahmad Yani masih kurang. Pada jalan Ahmad Yani ada beberapa yang menggunakan Zebra Cross yang diperuntukan untuk menyebrang tidak sembarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jalur pejalan kaki secara realita di lapangan kemudian disesuaikan dengan peraturan – peraturan yang ada. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif dan kualitatif. Kemudian pengumpulan data primer didapat dari hasil Observasi di lapangan dan data Sekunder didapat dari instansi yang terkait. Berdasarkan penelitian dilapangan ketersediaan jalur pejalan kaki sudah memenuhi tetapi jika ditambah dengan pelengkap jalan seperti tiang lampu, tempat sampah, kursi roda, tanaman peneduh RTH trotoir di kiri dan kanan tidak memenuhi persyaratan. Sedangkan untuk RTH di jalan Ahmad Yani memiliki luas sebesar 409,564 m² atau 20%. Jumlah ini cukup memenuhi RTH jalur hijau jalan tetapi masih perlu ditambah menjadi 30% sehingga perlu penambahan sebesar 209,2 m² atau 10% karena arus lalu lintas di kawasan tersebut setiap tahunnya meningkat. Tanaman ditanami rapat dengan jenis tanaman yang memiliki fungsi penyerap polusi udara dan dipasang antar blumbak 10 meter. Pada jalan Ahmad Yani ada beberapa yang menggunakan Zebra Cross tetapi garis Zebra Cross Sudah tidak terlihat dengan jelas sedangkan marka jalan yang berfungsi untuk pembatas lajur kendaraan di jalan Ahmad Yani tidak ada.
Title: EVALUASI JALUR PEJALAN KAKI DENGAN RTH PADA RUAS JALAN AHMAD YANI KEC. GARUT KOTA
Description:
Jalan Ahmad Yani merupakan pusat kota Garut yang dimana disepanjang jalan tersebut dipadati oleh pertokoan.
Pada ruas jalan Ahmad Yani dipasang jalur pejalan kaki pada tepi sisi jalan kiri dan kanan.
Berdasarkan survey di lapangan kondisi jalur pejalan kaki ada beberapa trotoir yang rusak sehingga menyebabkan ketidak nyamanan terhadap pejalan kaki dan beberapa fasilitas pejalan kaki yang masih kurang.
Jalan Ahmad Yani memiliki luas 2062 m² dari persimpangan Asia sampai Bunderan Suci (PT.
Danbi Bulu Mata Palsu).
Pada jalan tersebut ada beberapa yang ditanami RTH tetapi kondisi RTH tidak terawat dengan baik sehingga RTH di jalan Ahmad Yani masih kurang.
Pada jalan Ahmad Yani ada beberapa yang menggunakan Zebra Cross yang diperuntukan untuk menyebrang tidak sembarangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jalur pejalan kaki secara realita di lapangan kemudian disesuaikan dengan peraturan – peraturan yang ada.
Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif dan kualitatif.
Kemudian pengumpulan data primer didapat dari hasil Observasi di lapangan dan data Sekunder didapat dari instansi yang terkait.
Berdasarkan penelitian dilapangan ketersediaan jalur pejalan kaki sudah memenuhi tetapi jika ditambah dengan pelengkap jalan seperti tiang lampu, tempat sampah, kursi roda, tanaman peneduh RTH trotoir di kiri dan kanan tidak memenuhi persyaratan.
Sedangkan untuk RTH di jalan Ahmad Yani memiliki luas sebesar 409,564 m² atau 20%.
Jumlah ini cukup memenuhi RTH jalur hijau jalan tetapi masih perlu ditambah menjadi 30% sehingga perlu penambahan sebesar 209,2 m² atau 10% karena arus lalu lintas di kawasan tersebut setiap tahunnya meningkat.
Tanaman ditanami rapat dengan jenis tanaman yang memiliki fungsi penyerap polusi udara dan dipasang antar blumbak 10 meter.
Pada jalan Ahmad Yani ada beberapa yang menggunakan Zebra Cross tetapi garis Zebra Cross Sudah tidak terlihat dengan jelas sedangkan marka jalan yang berfungsi untuk pembatas lajur kendaraan di jalan Ahmad Yani tidak ada.
Related Results
Pengoptimalan Jalur Pejalan Kaki dari Stasiun Ampera ke Kawasan Wisata Ampera di Kota Palembang
Pengoptimalan Jalur Pejalan Kaki dari Stasiun Ampera ke Kawasan Wisata Ampera di Kota Palembang
Pejalan kaki adalah istilah dalam transportasi yang digunakan untuk menjelaskan orang yang berjalan di lintasan pejalan kaki baik dipinggir jalan, trotoar, lintasan khusus bagi pej...
Kajian Kualitas Jalan Pahlawan sebagai Jalur Pejalan Kaki di Kota Semarang
Kajian Kualitas Jalan Pahlawan sebagai Jalur Pejalan Kaki di Kota Semarang
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kualitas Jalan Pahlawan sebagai jalur pejalan kaki. Metodepenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui kualitas ja...
Identifikasi Kenyamanan Fisik Jalur Pejalan Kaki Terhadap Kegiatan Pengguna
Identifikasi Kenyamanan Fisik Jalur Pejalan Kaki Terhadap Kegiatan Pengguna
Sebuah area perkotaan dengan berbagai macam aktivitasnya memerlukan ruang terbuka hijau (RTH). Selain itu, ruang terbuka hijau (RTH) juga memunyai fungsi yang vital bagi keberlanju...
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI PADA TROTOAR JALAN AHMAD YANI KOTA BEKASI
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI PADA TROTOAR JALAN AHMAD YANI KOTA BEKASI
Kota Bekasi dimana terdapat banyak tempat pembelanjaan salah satunya yaitu Mall Giant Mega Bekasi di Jalan Ahmad Yani yang terletak di pusat kota. Banyaknya aktifitas yang dilakuka...
Evaluasi Kenyamanan Jalur Pedestrian di Kawasan Blang Padang Kota Banda Aceh
Evaluasi Kenyamanan Jalur Pedestrian di Kawasan Blang Padang Kota Banda Aceh
Peningkatan, perkembangan, dan pengevaluasian kualitas infrastruktur kota yang aman dan nyaman dengan pengguna nya sehingga infrastruktur yang sangat penting untuk pejalan kaki ada...
Analisis Pelayanan Jalur Pedestrian di Jalan Kebon Kawung Kota Bandung
Analisis Pelayanan Jalur Pedestrian di Jalan Kebon Kawung Kota Bandung
Abstract. From the criteria of a livable city, one important element in realizing a livable city is the availability of adequate pedestrian infrastructure. Safe, comfortable, and w...
Identifikasi Fungsi dan Efektivitas Jalur Pejalan Kaki di Pusat Kota Banda Aceh
Identifikasi Fungsi dan Efektivitas Jalur Pejalan Kaki di Pusat Kota Banda Aceh
Studi ini mengevaluasi fungsi dan efektivitas jalur pejalan kaki di pusat kota, dengan fokus pada perannya dalam meningkatkan mobilitas, keselamatan, dan kelayakan hidup perkotaan....
ANALISA TINGKAT PELAYANAN DAN KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR PEDESTRIAN YANG MELINTASI JALAN T.P. RUSTAM EFFENDI PALEMBANG
ANALISA TINGKAT PELAYANAN DAN KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR PEDESTRIAN YANG MELINTASI JALAN T.P. RUSTAM EFFENDI PALEMBANG
Jalan T.P. Rustam Effendi terletak di kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang yang memiliki panjang 169,8 meter merupakan tujuan perjalanan karena mempuyai daya tarik sebagai pusat p...

