Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISA TINGKAT PELAYANAN DAN KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR PEDESTRIAN YANG MELINTASI JALAN T.P. RUSTAM EFFENDI PALEMBANG

View through CrossRef
Jalan T.P. Rustam Effendi terletak di kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang yang memiliki panjang 169,8 meter merupakan tujuan perjalanan karena mempuyai daya tarik sebagai pusat pertokoan dan perdagangan. Ramainya aktivitas perdagangan pada jam 8 pagi sampai dengan jam 5 sore di jalan T.P. Rustam Effendi ini ditambah lagi dengan pedagang kaki lima yang berjualan di area jalur pejalan kaki membuat kawasan ini selalu terjadi kemacetan. Karena permasalahan itulah maka dilakukan penelitian mengenai karakteristik pejalan kaki di kawasan tersebut, kapasitas dan tingkat pelayanannya (Level Of Services) apakah masih bisa menampung  jumlah pejalan kaki yang ada di kawasan Jalan T.P. Rustam Effendi serta mengetahui tingkat kebutuhan masyarakat terhadap infrastrukur pejalan kaki (trotoar) di kawasan ini. Variabel-variabel yang digunakan untuk mengetahui karakteristik pergerakan pejalan kaki adalah arus (flow), kecepatan (speed), kepadatan (density), dan ruang (space) untuk para pejalan kaki. Dari hasil survey didapatkan arus pejalan kaki tertinggi yaitu sebesar 17,433 ped/m/mnt, kecepatan tertinggi yaitu sebesar 53,575 m/mnt, kepadatan tertinggi yaitu sebesar 0,385 ped/m2 dan ruang terlebar yaitu 7,673 m2/ped. Untuk menentukan Level of Service (LOS) trotoar terhadap karakteristik pejalan kaki digunakan dengan metode Highway Capacity Manual dan didapatkan LOS pada titik pengamatan 1 dan 2 termasuk tingkat pelayanan LOS C dan untuk titik pengamatan 3 dan 4 termasuk tingkat pelayanan LOS E. Sedangkan untuk menentukan Level of Services trotoar terhadap infrastruktrur digunakan metode Direktorat Jenderal Bina Marga dan didapatkan tingkat pelayanan pada titik pengamatan 1, 2, dan 4 termasuk tingkat pelayanan LOS A dan untuk titik pengamatan 3 termasuk tingkat pelayanan LOS B. Untuk mengetahui tingkat kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur pejalan kaki (trotoar) ini digunakan metode scoring dengan melakukan wawancara/ interview langsung terhadap responden  dan dari hasil survey dapat disimpulkan bahwa pada titik pengamatan 1 dan 2 sebanyak 83% responden menyatakan perlu akan adanya jalur pedestrian dan pada titik pengamatan 3 dan 4 sebanyak 65% responden menyatakan sangat perlu akan adanya jalur pedestrian. Selain tingkat kebutuhan masyarakat terhadap trotoar, juga dilakukan survey secara wawancara/ interview langsung mengenai tingkat penilaian masyarakat terhadap kondisi dari jalur pedestrian ke dalam 5 kelompok penilaian yaitu responden merasa trotoar yang ada saat ini sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik atau sangat tidak baik untuk melayani para pejalan kaki yang melintasi jalur pedesrian tersebut dengan tingkat keamanan, kenyamanan, kebersihan, ketertiban, kondisi geometrik, dan fasilitas pedestrian sebagai tolak ukurnya.
Title: ANALISA TINGKAT PELAYANAN DAN KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR PEDESTRIAN YANG MELINTASI JALAN T.P. RUSTAM EFFENDI PALEMBANG
Description:
Jalan T.
P.
Rustam Effendi terletak di kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang yang memiliki panjang 169,8 meter merupakan tujuan perjalanan karena mempuyai daya tarik sebagai pusat pertokoan dan perdagangan.
Ramainya aktivitas perdagangan pada jam 8 pagi sampai dengan jam 5 sore di jalan T.
P.
Rustam Effendi ini ditambah lagi dengan pedagang kaki lima yang berjualan di area jalur pejalan kaki membuat kawasan ini selalu terjadi kemacetan.
Karena permasalahan itulah maka dilakukan penelitian mengenai karakteristik pejalan kaki di kawasan tersebut, kapasitas dan tingkat pelayanannya (Level Of Services) apakah masih bisa menampung  jumlah pejalan kaki yang ada di kawasan Jalan T.
P.
Rustam Effendi serta mengetahui tingkat kebutuhan masyarakat terhadap infrastrukur pejalan kaki (trotoar) di kawasan ini.
Variabel-variabel yang digunakan untuk mengetahui karakteristik pergerakan pejalan kaki adalah arus (flow), kecepatan (speed), kepadatan (density), dan ruang (space) untuk para pejalan kaki.
Dari hasil survey didapatkan arus pejalan kaki tertinggi yaitu sebesar 17,433 ped/m/mnt, kecepatan tertinggi yaitu sebesar 53,575 m/mnt, kepadatan tertinggi yaitu sebesar 0,385 ped/m2 dan ruang terlebar yaitu 7,673 m2/ped.
Untuk menentukan Level of Service (LOS) trotoar terhadap karakteristik pejalan kaki digunakan dengan metode Highway Capacity Manual dan didapatkan LOS pada titik pengamatan 1 dan 2 termasuk tingkat pelayanan LOS C dan untuk titik pengamatan 3 dan 4 termasuk tingkat pelayanan LOS E.
Sedangkan untuk menentukan Level of Services trotoar terhadap infrastruktrur digunakan metode Direktorat Jenderal Bina Marga dan didapatkan tingkat pelayanan pada titik pengamatan 1, 2, dan 4 termasuk tingkat pelayanan LOS A dan untuk titik pengamatan 3 termasuk tingkat pelayanan LOS B.
Untuk mengetahui tingkat kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur pejalan kaki (trotoar) ini digunakan metode scoring dengan melakukan wawancara/ interview langsung terhadap responden  dan dari hasil survey dapat disimpulkan bahwa pada titik pengamatan 1 dan 2 sebanyak 83% responden menyatakan perlu akan adanya jalur pedestrian dan pada titik pengamatan 3 dan 4 sebanyak 65% responden menyatakan sangat perlu akan adanya jalur pedestrian.
Selain tingkat kebutuhan masyarakat terhadap trotoar, juga dilakukan survey secara wawancara/ interview langsung mengenai tingkat penilaian masyarakat terhadap kondisi dari jalur pedestrian ke dalam 5 kelompok penilaian yaitu responden merasa trotoar yang ada saat ini sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik atau sangat tidak baik untuk melayani para pejalan kaki yang melintasi jalur pedesrian tersebut dengan tingkat keamanan, kenyamanan, kebersihan, ketertiban, kondisi geometrik, dan fasilitas pedestrian sebagai tolak ukurnya.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
Abstract   The quality of road services includes the performance of road infrastructure components, which include road pavement structures, road geometry, road complementary buil...
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
Jalur hijau kota Pekanbaru didominasi penanaman pohon dengan berbagai macam bentuk tajuk dan juga penanaman perdu dan penutup tanah dengan berbagai macam pola. Evaluasi terhadap ta...
Pendataan Ruas Jalan (Leger Jalan) pada Ruas Jalan Palembang - Betung
Pendataan Ruas Jalan (Leger Jalan) pada Ruas Jalan Palembang - Betung
AbstractAs national assets, roads are vital to establish the means of national development, especially in term of achieving balanced inter-regional development and equitable distri...
EVALUASI KONSEP RAMAH PEJALAN KAKI PADA PEDESTRIAN MALIOBORO DENGAN PENDEKATAN KONSEP WALKABILITY
EVALUASI KONSEP RAMAH PEJALAN KAKI PADA PEDESTRIAN MALIOBORO DENGAN PENDEKATAN KONSEP WALKABILITY
Abstract: Malioboro Pedestrian is located in the tourist area of Malioboro, which has been arranged by the Yogyakarta Regional Government. The arrangement carried out applies the c...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Analisa Simpang Berdasarkan Kondisi Lingkungan Yang Menyebabkan Antrian Panjang
Analisa Simpang Berdasarkan Kondisi Lingkungan Yang Menyebabkan Antrian Panjang
Dengan pesatnya perkembangan Kota Surabaya sebagai kota metropokitan khususnya di daerah-daerah pusat kegiatan, banyak dirasakan olehbanyak pengguna jalan yang selalu terjadi kemac...

Back to Top