Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potensi lichen sebagai bioindikator kualitas udara di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang

View through CrossRef
Lichen merupakan organisme simbiosis antara jamur dan alga yang dikenal sensitif terhadap perubahan lingkungan, terutama pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi lichen sebagai bioindikator kualitas udara di kawasan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang (PUSRI), sebuah industri pupuk yang berpotensi menghasilkan polutan seperti amonia. Pengamatan dilakukan di empat lokasi berbeda, yaitu taman tanaman langka, perumahan, pos sekuriti, dan kawasan pabrik, dengan fokus pada karakteristik morfologi lichen, luas penutupan talus, serta kemampuan menyerap air. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua tipe talus lichen, yaitu foliose dan crustose, dengan dominasi foliose di lokasi yang memiliki kelembaban tinggi dan crustose di area dengan polusi udara lebih tinggi seperti kawasan pabrik. Luas penutupan lichen tertinggi ditemukan di perumahan (7,75 cm²), sedangkan terendah di kawasan pabrik (2,5 cm²). Kemampuan lichen menyerap air juga lebih rendah di kawasan pabrik (0,06–0,07 g) dibandingkan lokasi lain (0,45–0,77 g), menunjukkan dampak polusi udara terhadap vitalitas lichen. Hasil ini mengindikasikan bahwa lichen dapat menjadi bioindikator efektif untuk memantau kualitas udara, terutama di kawasan industri. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengukur tingkat polutan secara kuantitatif dan mengkaji keanekaragaman jenis lichen di lokasi tersebut. 
Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University
Title: Potensi lichen sebagai bioindikator kualitas udara di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang
Description:
Lichen merupakan organisme simbiosis antara jamur dan alga yang dikenal sensitif terhadap perubahan lingkungan, terutama pencemaran udara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi lichen sebagai bioindikator kualitas udara di kawasan PT.
Pupuk Sriwidjaja Palembang (PUSRI), sebuah industri pupuk yang berpotensi menghasilkan polutan seperti amonia.
Pengamatan dilakukan di empat lokasi berbeda, yaitu taman tanaman langka, perumahan, pos sekuriti, dan kawasan pabrik, dengan fokus pada karakteristik morfologi lichen, luas penutupan talus, serta kemampuan menyerap air.
Hasil penelitian menunjukkan adanya dua tipe talus lichen, yaitu foliose dan crustose, dengan dominasi foliose di lokasi yang memiliki kelembaban tinggi dan crustose di area dengan polusi udara lebih tinggi seperti kawasan pabrik.
Luas penutupan lichen tertinggi ditemukan di perumahan (7,75 cm²), sedangkan terendah di kawasan pabrik (2,5 cm²).
Kemampuan lichen menyerap air juga lebih rendah di kawasan pabrik (0,06–0,07 g) dibandingkan lokasi lain (0,45–0,77 g), menunjukkan dampak polusi udara terhadap vitalitas lichen.
Hasil ini mengindikasikan bahwa lichen dapat menjadi bioindikator efektif untuk memantau kualitas udara, terutama di kawasan industri.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengukur tingkat polutan secara kuantitatif dan mengkaji keanekaragaman jenis lichen di lokasi tersebut.
 .

Related Results

Keanekaragaman Jenis Lichen di Kota Semarang
Keanekaragaman Jenis Lichen di Kota Semarang
Lichen is often used as a bioindicator of air pollution in an area because it is sensitive to pollution. The morphological structure of lichen that does not have a cuticle, stomata...
Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara di Wonosalam dan Krian
Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara di Wonosalam dan Krian
Pencemaran udara menjadi masalah serius di Indonesia akibat peningkatan aktivitas industri, transportasi, dan urbanisasi. Kualitas udara mempengaruhi keanekaragaman lichen yang dap...
Morfologi Tipe Talus Lichen sebagai Bioindikator Pencemaran Udara di Kudus
Morfologi Tipe Talus Lichen sebagai Bioindikator Pencemaran Udara di Kudus
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi tipe talus lichen sebagai bioindikator pencemaran udara di kota Kudus. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif denga...
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Penerbangan merupakan sektor strategis yang dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang N...
EFEKTIVITAS PUPUK KANDANG BERBASIS KOMPOS Azolla microphylla DAN PEMAKAIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TOMAT CHERRY
EFEKTIVITAS PUPUK KANDANG BERBASIS KOMPOS Azolla microphylla DAN PEMAKAIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TOMAT CHERRY
Tomat cherry (Lycopersicum esculentum var. ceraciforme) merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang dianggap mempunyai prospek baik dalam pemasarannya. Rasanya yang mani...
Pengukuran Kualitas Udara menggunakan Sensor MQ-135 dan DHT 11
Pengukuran Kualitas Udara menggunakan Sensor MQ-135 dan DHT 11
Pengukuran kualitas udara adalah proses penting dalam memantau dan memahami tingkat polusi udara serta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Artikel ini mengulas kon...

Back to Top