Javascript must be enabled to continue!
STUDI KUALITAS PUPUK FOSFOR (P) DAN KALIUM (K) YANG DIJUAL DI KIOS PENYALUR RESMI PUPUK DI KABUPATEN BOGOR, CIANJUR, DAN SUKABUMI, JAWA BARAT
View through CrossRef
Peredaran pupuk anorganik fosfor (P) dan kalium (K) semakin merajalela dan memprihatinkan. Penjualan pupuk yang tidak berkualitas ini, jelas sangat merugikan petani dan pemerintah karena dapat menggagalkan panen petani dan sekaligus juga dapat menggagalkan program Pemerintah seperti Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dan Program Ketahanan serta Keamanan Pangan. Pemerintah telah membentuk Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di setiap kabupaten dan kota, yang bertugas melakukan pengawasan peredaran dan kualitas pupuk dan pestisida, akan tetapi badan ini tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas pupuk P dan K yang dijual ke masyarakat di kios resmi penyalur pupuk di tiga kabupaten yaitu Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Kios resmi penjual pupuk dipilih berdasarkan kecamatan penyaluran pupuk subsidi untuk tanaman pangan dan hortikultura. Dalam studi ini telah diambil 29 contoh pupuk yang terdiri atas: 10 contoh pupuk SP-36, 10 contoh pupuk P selain SP-36, dan 9 contoh pupuk K. Hasil analisis contoh pupuk menunjukkan bahwa pupuk SP-36 yang dijual di kios resmi memiliki kualitas yang baik dengan kadar P2O5 sekitar 35-36% P2O5. Namun pupuk P selain SP-36 yang terdiri dari berbagai merek yang dipasarkan di kios resmi, seluruhnya (9 contoh pupuk) berkualitas sangat rendah, dengan kandungan P2O5 berkisar dari 0.21 sampai 1.04% P2O5. Hanya empat (44%) dari sembilan contoh pupuk K yang berkualitas baik dengan kandungan kalium lebih dari 60% K2O, sedangkan yang lima contoh pupuk kalium lainnya (56%) berkualitas sangat buruk dengan kandungan kalium antara 0.02 sampai 0.08% K2O.
Title: STUDI KUALITAS PUPUK FOSFOR (P) DAN KALIUM (K) YANG DIJUAL DI KIOS PENYALUR RESMI PUPUK DI KABUPATEN BOGOR, CIANJUR, DAN SUKABUMI, JAWA BARAT
Description:
Peredaran pupuk anorganik fosfor (P) dan kalium (K) semakin merajalela dan memprihatinkan.
Penjualan pupuk yang tidak berkualitas ini, jelas sangat merugikan petani dan pemerintah karena dapat menggagalkan panen petani dan sekaligus juga dapat menggagalkan program Pemerintah seperti Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dan Program Ketahanan serta Keamanan Pangan.
Pemerintah telah membentuk Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di setiap kabupaten dan kota, yang bertugas melakukan pengawasan peredaran dan kualitas pupuk dan pestisida, akan tetapi badan ini tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas pupuk P dan K yang dijual ke masyarakat di kios resmi penyalur pupuk di tiga kabupaten yaitu Bogor, Cianjur dan Sukabumi.
Kios resmi penjual pupuk dipilih berdasarkan kecamatan penyaluran pupuk subsidi untuk tanaman pangan dan hortikultura.
Dalam studi ini telah diambil 29 contoh pupuk yang terdiri atas: 10 contoh pupuk SP-36, 10 contoh pupuk P selain SP-36, dan 9 contoh pupuk K.
Hasil analisis contoh pupuk menunjukkan bahwa pupuk SP-36 yang dijual di kios resmi memiliki kualitas yang baik dengan kadar P2O5 sekitar 35-36% P2O5.
Namun pupuk P selain SP-36 yang terdiri dari berbagai merek yang dipasarkan di kios resmi, seluruhnya (9 contoh pupuk) berkualitas sangat rendah, dengan kandungan P2O5 berkisar dari 0.
21 sampai 1.
04% P2O5.
Hanya empat (44%) dari sembilan contoh pupuk K yang berkualitas baik dengan kandungan kalium lebih dari 60% K2O, sedangkan yang lima contoh pupuk kalium lainnya (56%) berkualitas sangat buruk dengan kandungan kalium antara 0.
02 sampai 0.
08% K2O.
Related Results
KIOS ROKOK DI WILAYAH KAKI LIMA STUDI BENTUK-FUNGSI ANTROPOMETRI-ERGONOMI
KIOS ROKOK DI WILAYAH KAKI LIMA STUDI BENTUK-FUNGSI ANTROPOMETRI-ERGONOMI
Pedagang Kaki Lima (PK5) pada saat ini banyak ditemukan disetiap sudut wilayah perkotaan, keberadaan PK5 menempati seperti trotoar, halte bis, kawasan parkir. Kehadiran mereka menj...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGARUH DOSIS PUPUK PETROGANIK DAN KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMANGKA (Citrulus vulgaris SCARD)
PENGARUH DOSIS PUPUK PETROGANIK DAN KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMANGKA (Citrulus vulgaris SCARD)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk petroganik, dosis pupuk kalium dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil semangka. Penelitian ini dilakukan...
TINJAUAN FIKIH MUAMALAH TERHADAP PRAKTIK SEWA MENYEWA KIOS DI PASAR LEMBAHSARI KABUPATEN CIANJUR
TINJAUAN FIKIH MUAMALAH TERHADAP PRAKTIK SEWA MENYEWA KIOS DI PASAR LEMBAHSARI KABUPATEN CIANJUR
Abstract. Ijarah is defined as a contract process between the parties, one of wich is the provider of goods/service (Mu’jir) and the other parties as beneficiaries of the goods and...
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT MOLER (Fusarium oxysporum) DAN PRODUKSI BAWANG MERAH BERPOLA TANAM ORGANIK
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT MOLER (Fusarium oxysporum) DAN PRODUKSI BAWANG MERAH BERPOLA TANAM ORGANIK
Rendahnya produksi bawang merah di Indonesia disebabkan salah satunya oleh penyakit moler (Fusarium oxysporum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk h...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
SNACK BAR RENDAH FOSFOR DAN PROTEIN BERBASIS PRODUK OLAHAN BERAS
SNACK BAR RENDAH FOSFOR DAN PROTEIN BERBASIS PRODUK OLAHAN BERAS
Latar Belakang: Hiperfosfatemia merupakan gangguan metabolisme pada pasien gagal ginjal kronik. Strategi diet untuk menurunkan kadar fosfor dalam darah adalah mengonsumsi makanan r...

