Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara di Wonosalam dan Krian

View through CrossRef
Pencemaran udara menjadi masalah serius di Indonesia akibat peningkatan aktivitas industri, transportasi, dan urbanisasi. Kualitas udara mempengaruhi keanekaragaman lichen yang dapat digunakan sebagai bioindikator lingkungan. . Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat pencemaran udara dengan menggunakan bioindikator lichen. Pengambilan sampel dilakukan secara eksploratif dengan teknik transek sejauh 50 meter di dua lokasi: Sumber Gintungan dan Sentra Industri Tahu Tropodo. Setiap lokasi memiliki 4 stasiun, dengan 5 pohon berdiameter batang >10 cm dan ketinggian 150-200 cm dari tanah diamati per stasiun. Data dianalisis menggunakan Indeks Shannon-Wiener, Indeks Kelimpahan, dan faktor abiotik. Hasil penelitian menunjukkan di Sumber Gintungan didominasi oleh lichen jenis foliose yang menandakan kualitas udara baik, sedangkan di Sentra Industri Tahu didominasi crustose yang menandakan kualitas udara kurang baik. Bioindikator lichen efektif untuk mengukur kualitas udara suatu lokasi. Untuk memperoleh data yang lebih representatif, penelitian harus dilakukan di lebih banyak lokasi dengan berbagai macam musim dan watktu yang lebih lama.
Ecoton: Ecological Observation and Wetlands Conservation
Title: Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara di Wonosalam dan Krian
Description:
Pencemaran udara menjadi masalah serius di Indonesia akibat peningkatan aktivitas industri, transportasi, dan urbanisasi.
Kualitas udara mempengaruhi keanekaragaman lichen yang dapat digunakan sebagai bioindikator lingkungan.
.
Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat pencemaran udara dengan menggunakan bioindikator lichen.
Pengambilan sampel dilakukan secara eksploratif dengan teknik transek sejauh 50 meter di dua lokasi: Sumber Gintungan dan Sentra Industri Tahu Tropodo.
Setiap lokasi memiliki 4 stasiun, dengan 5 pohon berdiameter batang >10 cm dan ketinggian 150-200 cm dari tanah diamati per stasiun.
Data dianalisis menggunakan Indeks Shannon-Wiener, Indeks Kelimpahan, dan faktor abiotik.
Hasil penelitian menunjukkan di Sumber Gintungan didominasi oleh lichen jenis foliose yang menandakan kualitas udara baik, sedangkan di Sentra Industri Tahu didominasi crustose yang menandakan kualitas udara kurang baik.
Bioindikator lichen efektif untuk mengukur kualitas udara suatu lokasi.
Untuk memperoleh data yang lebih representatif, penelitian harus dilakukan di lebih banyak lokasi dengan berbagai macam musim dan watktu yang lebih lama.

Related Results

Keanekaragaman Jenis Lichen di Kota Semarang
Keanekaragaman Jenis Lichen di Kota Semarang
Lichen is often used as a bioindicator of air pollution in an area because it is sensitive to pollution. The morphological structure of lichen that does not have a cuticle, stomata...
Potensi lichen sebagai bioindikator kualitas udara di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang
Potensi lichen sebagai bioindikator kualitas udara di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang
Lichen merupakan organisme simbiosis antara jamur dan alga yang dikenal sensitif terhadap perubahan lingkungan, terutama pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji p...
Morfologi Tipe Talus Lichen sebagai Bioindikator Pencemaran Udara di Kudus
Morfologi Tipe Talus Lichen sebagai Bioindikator Pencemaran Udara di Kudus
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi tipe talus lichen sebagai bioindikator pencemaran udara di kota Kudus. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif denga...
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Penerbangan merupakan sektor strategis yang dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang N...
Pengukuran Kualitas Udara menggunakan Sensor MQ-135 dan DHT 11
Pengukuran Kualitas Udara menggunakan Sensor MQ-135 dan DHT 11
Pengukuran kualitas udara adalah proses penting dalam memantau dan memahami tingkat polusi udara serta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Artikel ini mengulas kon...
PELATIHAN BATIK TULIS ARIMBI SEBAGAI VALUE CO-CREATION KAMPOENG DJAWI WONOSALAM
PELATIHAN BATIK TULIS ARIMBI SEBAGAI VALUE CO-CREATION KAMPOENG DJAWI WONOSALAM
Abstract: Local wisdom can support in overcoming various problems that exist in the community. Local wisdom which is part of cultural heritage has the potential to be used as a dev...

Back to Top