Javascript must be enabled to continue!
KLUSTERISASI PENYAKIT ENDEMIS PADA KECAMATAN SABU BARAT, KABUPATEN SABU RAIJUA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS
View through CrossRef
Teknologi informasi dapat diterapkan untuk mengidenfikasi penyakit endemis pada suatu wilayah dalam hal ini Kabupaten Sabu Raijua. Penyakit endemis dapat diidentifikasi dini dengan metode Clustering K-Means dimana metode ini mempartisi data ke dalam bentuk satu atau lebih cluster/kelompok, sehingga data yang memiliki karakteristik yang sama dikelompokkan dalam satu cluster yang sama dan data yang memiliki karakteristik berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok lain. Data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu data rekam medis pada Puskesmas Seba sejumlah 1020 data dengan variabel tahun, desa, diagnosa, usia dan gender. Dikarenakan data yang banyak, proses Clustering K-Means akan menggunakan Weka 8.5 sebagai alat bantu.
Hasil dari penelitian ini menunjukan karakteristik dan pola penyakit endemi pada daerah pelayanan Puskesmas Seba dengan variabel tahun, desa, diagnosa, usia dan gender, karakteristik yang dipakai berdasarkan jumlah klaster yang paling optimal. Jumlah klaster paling optimal dapat dicari menggunakan Metode Elbow. Hasil klasterisasi dari 1020 data rekam medis menunjukan jumlah klaster yang paling optimal adalah 2 klaster dengan karakteritik diagnose ISPA.
Kata Kunci: Klusterisasi K-Means, Metode Elbow, WEKA, Rekam Medis
Universitas Nusa Cendana
Title: KLUSTERISASI PENYAKIT ENDEMIS PADA KECAMATAN SABU BARAT, KABUPATEN SABU RAIJUA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS
Description:
Teknologi informasi dapat diterapkan untuk mengidenfikasi penyakit endemis pada suatu wilayah dalam hal ini Kabupaten Sabu Raijua.
Penyakit endemis dapat diidentifikasi dini dengan metode Clustering K-Means dimana metode ini mempartisi data ke dalam bentuk satu atau lebih cluster/kelompok, sehingga data yang memiliki karakteristik yang sama dikelompokkan dalam satu cluster yang sama dan data yang memiliki karakteristik berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok lain.
Data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu data rekam medis pada Puskesmas Seba sejumlah 1020 data dengan variabel tahun, desa, diagnosa, usia dan gender.
Dikarenakan data yang banyak, proses Clustering K-Means akan menggunakan Weka 8.
5 sebagai alat bantu.
Hasil dari penelitian ini menunjukan karakteristik dan pola penyakit endemi pada daerah pelayanan Puskesmas Seba dengan variabel tahun, desa, diagnosa, usia dan gender, karakteristik yang dipakai berdasarkan jumlah klaster yang paling optimal.
Jumlah klaster paling optimal dapat dicari menggunakan Metode Elbow.
Hasil klasterisasi dari 1020 data rekam medis menunjukan jumlah klaster yang paling optimal adalah 2 klaster dengan karakteritik diagnose ISPA.
Kata Kunci: Klusterisasi K-Means, Metode Elbow, WEKA, Rekam Medis.
Related Results
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SABU BARAT KABUPATEN SABU RAIJUA
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SABU BARAT KABUPATEN SABU RAIJUA
This research has been carried out in West Sabu District, Sabu Raijua Regency with the objectives: 1) To know the Management of Shallot Farming in West Sabu District, Sabu Raijua R...
FILOSOFI BANGUNAN RUMAH ADAT KOMUNITAS SABU (AMMU AE NGA RUKOKO DO HAWU)
FILOSOFI BANGUNAN RUMAH ADAT KOMUNITAS SABU (AMMU AE NGA RUKOKO DO HAWU)
Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan makna dari Filosofi Bangunan Rumah Adat Komunitas Sabu (ammu ae nga rukoko do Hawu) Di Sabu, Desa Ledeana Kecamatan Sabu Barat Kabupa...
Kedudukan Anak Luar Kawin (Bui Pa Kepue) Menurut Hukum Adat Sabu Di Kecamatan Sabu Timur Kabupaten Sabu Raijua
Kedudukan Anak Luar Kawin (Bui Pa Kepue) Menurut Hukum Adat Sabu Di Kecamatan Sabu Timur Kabupaten Sabu Raijua
Kedudukan anak luar kawin diatur oleh berbagai latar belakang hukum salah satunya ialah hukum adat. Dalam suatu kelompok masyarakat atau suku tentu memiliki hukum yang tidak tertul...
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
Algoritma merupakan akar dari sebuah sistem yang terbentuk dalam dunia pemrograman.Melalui serangkaian cara yang masuk akal dan teratur, sebuah algoritma dapat menyelesaikan suatu ...
makalah penyakit menular-vania-XMIA3
makalah penyakit menular-vania-XMIA3
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Setiap manusia pernah mengalami sakit.Penyakit yang diderita oleh setiap makhluk berbeda satu dan yang lainnya.Sakit merupakan suatu keadaan diman...
Penerapan Metode Clustering Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Algoritma K-Means (Studi Kasus: Kota Tasikmalaya)
Penerapan Metode Clustering Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Algoritma K-Means (Studi Kasus: Kota Tasikmalaya)
Penyakit DBD merupakan penyakit yang menular yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, dan penyakit ini terjadi terus menerus di sepanjang tahun, menimbulkan wabah dan kematian.Di...
Etnomedisin Masyarakat Muna Di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna
Etnomedisin Masyarakat Muna Di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna
ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan latar belakang Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. (2) Untuk mengidenti...
Ethnomathematical study of traditional Hole rituals in the Sabu community in Sabu Liae Sub-District Sabu Raijua District
Ethnomathematical study of traditional Hole rituals in the Sabu community in Sabu Liae Sub-District Sabu Raijua District
The uniqueness of the culture of a particular region has the potential to contain mathematical concepts, one of which is the culture of the Hole Customary Ritual in the Sabu commun...

