Javascript must be enabled to continue!
Etnomedisin Masyarakat Muna Di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna
View through CrossRef
ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan latar belakang Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. (2) Untuk mengidentifikasi jenis-jenis penyakit dan proses Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. (3) Untuk menguraikan alat dan bahan yang digunakan dalam proses Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah deskritif kualitatif. Jenis penelitian sejarah bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakaan pendekatan struktural atau strukturalis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: (1) heuristik (pengumpulan sumber); (2) verifikasi (kritik sumber); (3) historiografi (penulisan sejarah). Berdasarkan hasil penelian bahwa: (1) Latar belakang Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna yaitu adanya pengetahuan tentang pengobatan melalui mantra, tumbuhan, benda-benda dan campuran yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, di mana pengetahuan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan biasanya untuk pengobatanya dilakukan oleh Bhisa (Dukun). (2) Jenis-jenis penyakit dan proses Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna yaitu diklarifikasi menjadi dua penyakit diantaranya: a) Penyakit personalistik masyarakat Muna percaya bahwa beberapa penyakit tentu tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan medis dan hanya bisah disembuhkaan melalui pengobatan tradisional yang dilakukan oleh seorang Bhisa (Dukun) penyakit tersebut antara lain: 1) Gangguan roh leluhur, 2) Kecewa, 3) Kaget, 4) Guna-guna, 5) Gangguan roh halus, 6) Penyakit kulit. b) Penyakit naturalistik masyarakat beranggapan penyakit tersebut bisa diobati secara medis akan tetapi masyarakat setempat lebih memili pengobatan secara tradisional dengan bantuan bhisa maupun sendiri, penyakit tersebut antara lain: 1) Sakit kepala, 2) Demam, 3) Luka, 4) Penyakit kuning, 5) Batuk, 6) Pata tulang, 7) Malaria, 8) Sakit gigi, 9) Kurap, 10) Panau, 11) Hipertensi, 12) Cacingan, 13) Cacar, 14) Keputihan, 15) Muntah-muntah, 16) Maag dan 17) Ambeien. (3) Alat dan bahan yang digunakan dalam Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia yaitu: 1) Alat yang digunakan seperti Kompor, panci, parang, termos, baskom dan 2) Bahan yang biasa digunakan adalah bahan-bahan yang alami seperti tumbuhan ataupun mineral.
Kata Kunci: Latar Belakang, Pengobatan Penyakit, Bahan, Etnomedisin.
FKIP Universitas Halu Oleo
Title: Etnomedisin Masyarakat Muna Di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna
Description:
ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan latar belakang Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna.
(2) Untuk mengidentifikasi jenis-jenis penyakit dan proses Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna.
(3) Untuk menguraikan alat dan bahan yang digunakan dalam proses Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna.
Jenis penelitian ini adalah deskritif kualitatif.
Jenis penelitian sejarah bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakaan pendekatan struktural atau strukturalis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: (1) heuristik (pengumpulan sumber); (2) verifikasi (kritik sumber); (3) historiografi (penulisan sejarah).
Berdasarkan hasil penelian bahwa: (1) Latar belakang Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna yaitu adanya pengetahuan tentang pengobatan melalui mantra, tumbuhan, benda-benda dan campuran yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, di mana pengetahuan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan biasanya untuk pengobatanya dilakukan oleh Bhisa (Dukun).
(2) Jenis-jenis penyakit dan proses Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna yaitu diklarifikasi menjadi dua penyakit diantaranya: a) Penyakit personalistik masyarakat Muna percaya bahwa beberapa penyakit tentu tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan medis dan hanya bisah disembuhkaan melalui pengobatan tradisional yang dilakukan oleh seorang Bhisa (Dukun) penyakit tersebut antara lain: 1) Gangguan roh leluhur, 2) Kecewa, 3) Kaget, 4) Guna-guna, 5) Gangguan roh halus, 6) Penyakit kulit.
b) Penyakit naturalistik masyarakat beranggapan penyakit tersebut bisa diobati secara medis akan tetapi masyarakat setempat lebih memili pengobatan secara tradisional dengan bantuan bhisa maupun sendiri, penyakit tersebut antara lain: 1) Sakit kepala, 2) Demam, 3) Luka, 4) Penyakit kuning, 5) Batuk, 6) Pata tulang, 7) Malaria, 8) Sakit gigi, 9) Kurap, 10) Panau, 11) Hipertensi, 12) Cacingan, 13) Cacar, 14) Keputihan, 15) Muntah-muntah, 16) Maag dan 17) Ambeien.
(3) Alat dan bahan yang digunakan dalam Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia yaitu: 1) Alat yang digunakan seperti Kompor, panci, parang, termos, baskom dan 2) Bahan yang biasa digunakan adalah bahan-bahan yang alami seperti tumbuhan ataupun mineral.
Kata Kunci: Latar Belakang, Pengobatan Penyakit, Bahan, Etnomedisin.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERUBAHAN BUDAYA PERKAWINAN PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LOHIA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA: 1978-2018
PERUBAHAN BUDAYA PERKAWINAN PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LOHIA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA: 1978-2018
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan perubahan budaya perkawinan pada masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna pada tahun: 1978-2018. (2) menjelaskan ...
ADAT PERKAWINAN ORANG MUNA DI KELURAHAN LAIMPI KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA TAHUN 1995-2016
ADAT PERKAWINAN ORANG MUNA DI KELURAHAN LAIMPI KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA TAHUN 1995-2016
ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Bentuk-Bentuk Adat Perkawinan Orang Muna di Kelurahan Laimpi Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna. dan, (2) Proses ...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak
UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...
STUDI GEOLOGIKARST SEBAGAI KAWASAN LINDUNG GEOLOGI DI KABUPATEN MUNA DAN KABUPATEN MUNA BARAT
STUDI GEOLOGIKARST SEBAGAI KAWASAN LINDUNG GEOLOGI DI KABUPATEN MUNA DAN KABUPATEN MUNA BARAT
ABSTRAKStudi Geologi Karst Sebagai Kawasan Lindung Geologi Di Kabupaten Muna Dan Kabupaten Muna Barat (Dibimbing oleh Muh Tufaila Hemon, sebagai Pembimbing I dan La Ode Ngkoimani, ...
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat Tahun 2023
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat Tahun 2023
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan realisasi program kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat, da...
MODAL SOSIAL KANDIDAT DALAM KONSTETASI PEMILIHAN KEPALA DESA LOHIA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA
MODAL SOSIAL KANDIDAT DALAM KONSTETASI PEMILIHAN KEPALA DESA LOHIA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui mengetahui bagaimana Modal Sosial Kandidat Dalam Konstetasi Pemilihan Kepala Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna..Metode peneli...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...

