Javascript must be enabled to continue!
Sintesis Konjugat Senyawa Kurkumin dan Valin sebagai Kandidat Antibakteri Staphylococcus aureus
View through CrossRef
Abstract. Staphylococcus aureus is a Gram-positive bacterium commonly associated with various human infections. The increasing resistance to synthetic antibiotics presents a major challenge in bacterial infection therapy, highlighting the need for alternative antibacterial agents derived from natural compounds. Curcumin, the principal active compound in turmeric rhizomes (Curcuma domestica Val.), is known for its antibacterial properties; however, its low bioavailability limits its therapeutic potential. One strategy to enhance its biological activity is through conjugation with the amino acid valine. This study aimed to synthesize and evaluate the antibacterial activity of a Curcumin-Valine conjugate against Staphylococcus aureus. The synthesized Curcumin-Valine (Boc-protected) compound was obtained as a solid with a mass of 9.2 mg and a yield of 0.59%. Characterization using mass spectrometry showed a molecular ion peak at m/z 566.22 [M-H], consistent with the theoretical mass of the Curcumin-Valine (Boc) structure (567.25). Antibacterial activity testing using the microdilution method revealed that Curcumin-Valine (Boc), dissolved in 2% DMSO, exhibited potential antibacterial activity at a minimum concentration of 5000 ppm. Further research involving the removal of the Boc protecting group is recommended to produce an active Curcumin-Valine conjugate with improved antibacterial efficacy.
Abstrak. Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram-positif yang umum ditemukan sebagai penyebab berbagai infeksi pada manusia. Meningkatnya resistensi terhadap antibiotik sintetik menjadi tantangan besar dalam terapi infeksi bakteri, sehingga diperlukan pengembangan agen antibakteri alternatif berbasis senyawa alam. Kurkumin, senyawa aktif utama dalam rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.), telah dikenal memiliki aktivitas antibakteri, namun bioavailabilitasnya yang rendah menjadi kendala dalam penggunaannya. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan aktivitas biologisnya adalah dengan membentuk konjugat dengan asam amino valin. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi aktivitas antibakteri dari senyawa konjugat Kurkumin-Valin terhadap Staphylococcus aureus. Senyawa hasil sintesis Kurkumin-Valin (Boc) diperoleh dalam bentuk padatan dengan bobot 9,2 mg, dengan rendemen sebesar 0,59%. Karakterisasi produk sintesis dilakukan menggunakan spektrometri massa dan menunjukkan adanya puncak ion molekul pada m/z 566,22 [M-H] yang sesuai dengan struktur senyawa Kurkumin-Valin (Boc) dengan massa teoritis 567,25. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode mikrodilusi menunjukkan bahwa Kurkumin-Valin (Boc) menggunakan pelarut DMSO 2% dengan konsentrasi minimal 5000 ppm berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap jenis bakteri Staphylococcus aureus. Pelepasan gugus Boc akan menjadi penelitian lanjutan untuk menghasilkan konjugat Kurkumin-Valin yang diharapkan memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Sintesis Konjugat Senyawa Kurkumin dan Valin sebagai Kandidat Antibakteri Staphylococcus aureus
Description:
Abstract.
Staphylococcus aureus is a Gram-positive bacterium commonly associated with various human infections.
The increasing resistance to synthetic antibiotics presents a major challenge in bacterial infection therapy, highlighting the need for alternative antibacterial agents derived from natural compounds.
Curcumin, the principal active compound in turmeric rhizomes (Curcuma domestica Val.
), is known for its antibacterial properties; however, its low bioavailability limits its therapeutic potential.
One strategy to enhance its biological activity is through conjugation with the amino acid valine.
This study aimed to synthesize and evaluate the antibacterial activity of a Curcumin-Valine conjugate against Staphylococcus aureus.
The synthesized Curcumin-Valine (Boc-protected) compound was obtained as a solid with a mass of 9.
2 mg and a yield of 0.
59%.
Characterization using mass spectrometry showed a molecular ion peak at m/z 566.
22 [M-H], consistent with the theoretical mass of the Curcumin-Valine (Boc) structure (567.
25).
Antibacterial activity testing using the microdilution method revealed that Curcumin-Valine (Boc), dissolved in 2% DMSO, exhibited potential antibacterial activity at a minimum concentration of 5000 ppm.
Further research involving the removal of the Boc protecting group is recommended to produce an active Curcumin-Valine conjugate with improved antibacterial efficacy.
Abstrak.
Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram-positif yang umum ditemukan sebagai penyebab berbagai infeksi pada manusia.
Meningkatnya resistensi terhadap antibiotik sintetik menjadi tantangan besar dalam terapi infeksi bakteri, sehingga diperlukan pengembangan agen antibakteri alternatif berbasis senyawa alam.
Kurkumin, senyawa aktif utama dalam rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.
), telah dikenal memiliki aktivitas antibakteri, namun bioavailabilitasnya yang rendah menjadi kendala dalam penggunaannya.
Salah satu pendekatan untuk meningkatkan aktivitas biologisnya adalah dengan membentuk konjugat dengan asam amino valin.
Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi aktivitas antibakteri dari senyawa konjugat Kurkumin-Valin terhadap Staphylococcus aureus.
Senyawa hasil sintesis Kurkumin-Valin (Boc) diperoleh dalam bentuk padatan dengan bobot 9,2 mg, dengan rendemen sebesar 0,59%.
Karakterisasi produk sintesis dilakukan menggunakan spektrometri massa dan menunjukkan adanya puncak ion molekul pada m/z 566,22 [M-H] yang sesuai dengan struktur senyawa Kurkumin-Valin (Boc) dengan massa teoritis 567,25.
Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode mikrodilusi menunjukkan bahwa Kurkumin-Valin (Boc) menggunakan pelarut DMSO 2% dengan konsentrasi minimal 5000 ppm berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap jenis bakteri Staphylococcus aureus.
Pelepasan gugus Boc akan menjadi penelitian lanjutan untuk menghasilkan konjugat Kurkumin-Valin yang diharapkan memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik.
Related Results
Sintesis Konjugat Kurkumin Tirosin dan Valin sebagai Kandidat Antibakteri Escherichia coli
Sintesis Konjugat Kurkumin Tirosin dan Valin sebagai Kandidat Antibakteri Escherichia coli
Abstract. It has been proven that the potential of curcumin as an antibacterial and immunomodulatory agent has extensively shown broad-spectrum antibacterial activity against Gram-...
Sintesis Konjugat Kurkumin dengan Fenilalanin dan Isoleusin sebagai Kandidat Antibakteri Staphylococcus aureus
Sintesis Konjugat Kurkumin dengan Fenilalanin dan Isoleusin sebagai Kandidat Antibakteri Staphylococcus aureus
Abstract. Curcumin is the main polyphenol compound of Curcuma longa that has a variety of biological activities, including as an antibacterial. However, its low solubility in water...
Upaya Sintesis Konjugat Kurkumin-Arginin dan Kurkumin-Alanin serta Sintesis Kurkumin-Leusin sebagai Kandidat Antibakteri Escherichia coli
Upaya Sintesis Konjugat Kurkumin-Arginin dan Kurkumin-Alanin serta Sintesis Kurkumin-Leusin sebagai Kandidat Antibakteri Escherichia coli
Abstract. Curcumin is a natural compound from Curcuma longa with known antibacterial, antioxidant, and anti-inflammatory properties. However, its therapeutic use is limited due to ...
SINTESIS KONJUGAT KURKUMIN-ISOLEUSIN SEBAGAI KANDIDAT ANTIBAKTERI Escherichia coli
SINTESIS KONJUGAT KURKUMIN-ISOLEUSIN SEBAGAI KANDIDAT ANTIBAKTERI Escherichia coli
Abstract. Curcumin is an active yellow-orange chemical compound derived from Curcuma longa which has potential as an antibacterial. The use of curcumin is still limited due to its ...
Sintesis Konjugat Kurkumin-Leusin sebagai Kandidat Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus
Sintesis Konjugat Kurkumin-Leusin sebagai Kandidat Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus
Abstract. The goal of this study is to synthesize curcumin-leucine conjugates as potential antibacterial agents against Staphylococcus aureus. Curcumin has antibacterial properties...
Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri
Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri
ABSTRACT Skin infections are a common health problem caused by pathogenic bacteria. Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis are two common causes. Staphylococcus aureu...
Potensi Senyawa Kurkumin Tanaman Kunyit (Curcuma longa L.) sebagai Antioksidan untuk Menurunkan Perkembangan Sel Kanker
Potensi Senyawa Kurkumin Tanaman Kunyit (Curcuma longa L.) sebagai Antioksidan untuk Menurunkan Perkembangan Sel Kanker
Kanker telah menjadi salah satu penyakit penyebab utama kematian di negara-negara industri. Salah satu hal yang memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan sel kanker adalah a...
Kurkumin Menurunkan Ekspresi Tumor Necrosis Factor (TNF)-α Kompleks Oosit-Kumulus Sapi pada Kultur dengan Zalir Peritoneum Penderita Infertil Terkait Endometriosis
Kurkumin Menurunkan Ekspresi Tumor Necrosis Factor (TNF)-α Kompleks Oosit-Kumulus Sapi pada Kultur dengan Zalir Peritoneum Penderita Infertil Terkait Endometriosis
Tujuan: Mempelajari pengaruh pemberian kurkumin terhadap ekspresi tumor necrosis factor (TNF)-α kompleks oosit-kumulus (KOK) sapi pada kultur zalir peritoneum penderita infertil de...

