Javascript must be enabled to continue!
Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri
View through CrossRef
ABSTRACT Skin infections are a common health problem caused by pathogenic bacteria. Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis are two common causes. Staphylococcus aureus is particularly dangerous and can cause abscesses, impetigo, and cellulitis, while Staphylococcus epidermidis is often involved in infections in immunocompromised individuals or infections associated with medical devices. Controlling these infections is essential to prevent serious complications. This study aims to investigate the antibacterial activity of a mixture of CaO nanoparticles and garlic extract against Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis, and to determine the most effective concentration for inhibiting these bacteria. The research involved the green synthesis of CaO nanoparticles using garlic extract. The antibacterial activity was tested using the well diffusion method against both bacteria. Characterization of the nanoparticles was conducted using XRD, SEM, and FTIR analyses. The results indicated that the mixture of CaO nanoparticles with garlic extract exhibited significant antibacterial activity against both Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis. The most effective concentration was identified, showing a higher inhibition zone compared to pure CaO and garlic extract alone. The study concludes that the Green synthesis of CaO nanoparticles using garlic extract is a promising approach to develop natural antibacterial agents for the treatment of skin infections. Keywords: Green Synthesis, CaO Nanoparticles, Garlic Extract, Antibacterial, Staphylococcus Aureus, Staphylococcus Epidermidis. ABSTRAK Infeksi kulit adalah masalah kesehatan umum yang disebabkan oleh bakteri patogen. Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis adalah dua bakteri yang sering menjadi penyebab utama. Staphylococcus aureus sangat berbahaya dan dapat menyebabkan abses, impetigo, dan selulitis, sedangkan Staphylococcus epidermidis sering terlibat dalam infeksi pada individu dengan kekebalan tubuh lemah atau infeksi terkait peralatan medis.Pengendalian infeksi ini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Untuk menginvestigasi aktivitas antibakteri campuran nanopartikel CaO dan ekstrak bawang putih terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis, serta menentukan konsentrasi paling efektif untuk menghambat bakteri tersebut. Penelitian melibatkan sintesis hijau nanopartikel CaO menggunakan ekstrak bawang putih. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumuran terhadap kedua bakteri kemudian di Karakterisasi nanopartikel dilakukan menggunakan analisis XRD, SEM, dan FTIR. Campuran nanopartikel CaO dengan ekstrak bawang putih memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Konsentrasi paling efektif teridentifikasi, menunjukkan zona hambat yang lebih tinggi dibandingkan CaO murni dan ekstrak bawang putih saja. sintesis hijau nanopartikel CaO menggunakan ekstrak bawang putih adalah pendekatan yang menjanjikan untuk mengembangkan agen antibakteri alami untuk perawatan infeksi kulit. Kata Kunci: Sintesis Hijau, Nanopartikel CaO, Ekstrak Bawang Putih, Antibakteri, Staphylococcus Aureus, Staphylococcus Epidermidis.
Universitas Malahayati Bandar Lampung
Title: Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri
Description:
ABSTRACT Skin infections are a common health problem caused by pathogenic bacteria.
Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis are two common causes.
Staphylococcus aureus is particularly dangerous and can cause abscesses, impetigo, and cellulitis, while Staphylococcus epidermidis is often involved in infections in immunocompromised individuals or infections associated with medical devices.
Controlling these infections is essential to prevent serious complications.
This study aims to investigate the antibacterial activity of a mixture of CaO nanoparticles and garlic extract against Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis, and to determine the most effective concentration for inhibiting these bacteria.
The research involved the green synthesis of CaO nanoparticles using garlic extract.
The antibacterial activity was tested using the well diffusion method against both bacteria.
Characterization of the nanoparticles was conducted using XRD, SEM, and FTIR analyses.
The results indicated that the mixture of CaO nanoparticles with garlic extract exhibited significant antibacterial activity against both Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis.
The most effective concentration was identified, showing a higher inhibition zone compared to pure CaO and garlic extract alone.
The study concludes that the Green synthesis of CaO nanoparticles using garlic extract is a promising approach to develop natural antibacterial agents for the treatment of skin infections.
Keywords: Green Synthesis, CaO Nanoparticles, Garlic Extract, Antibacterial, Staphylococcus Aureus, Staphylococcus Epidermidis.
ABSTRAK Infeksi kulit adalah masalah kesehatan umum yang disebabkan oleh bakteri patogen.
Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis adalah dua bakteri yang sering menjadi penyebab utama.
Staphylococcus aureus sangat berbahaya dan dapat menyebabkan abses, impetigo, dan selulitis, sedangkan Staphylococcus epidermidis sering terlibat dalam infeksi pada individu dengan kekebalan tubuh lemah atau infeksi terkait peralatan medis.
Pengendalian infeksi ini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Untuk menginvestigasi aktivitas antibakteri campuran nanopartikel CaO dan ekstrak bawang putih terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis, serta menentukan konsentrasi paling efektif untuk menghambat bakteri tersebut.
Penelitian melibatkan sintesis hijau nanopartikel CaO menggunakan ekstrak bawang putih.
Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumuran terhadap kedua bakteri kemudian di Karakterisasi nanopartikel dilakukan menggunakan analisis XRD, SEM, dan FTIR.
Campuran nanopartikel CaO dengan ekstrak bawang putih memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.
Konsentrasi paling efektif teridentifikasi, menunjukkan zona hambat yang lebih tinggi dibandingkan CaO murni dan ekstrak bawang putih saja.
sintesis hijau nanopartikel CaO menggunakan ekstrak bawang putih adalah pendekatan yang menjanjikan untuk mengembangkan agen antibakteri alami untuk perawatan infeksi kulit.
Kata Kunci: Sintesis Hijau, Nanopartikel CaO, Ekstrak Bawang Putih, Antibakteri, Staphylococcus Aureus, Staphylococcus Epidermidis.
Related Results
Potensi antibakteri bawang putih dan bawang hitam siung tunggal (allium sativum l.) terhadap proteus mirabilis
Potensi antibakteri bawang putih dan bawang hitam siung tunggal (allium sativum l.) terhadap proteus mirabilis
Latar Belakang: Resistensi Proteus mirabilis meningkat; eksplorasi antibakteri bawang hitam dan bawang putih siung tunggal menjadi alternatif. Tujuan: Menilai serta membandingkan p...
Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis
Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis
Aterosklerosis merupakan penyakit inflamasi kronis pada dinding arteri yang disebabkan oleh penumpukan lemak dan disfungsi endotel di dinding arteri sehingga menyebabkan penyempita...
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih Tunggal terhadap Staphylococcus aureus
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih Tunggal terhadap Staphylococcus aureus
Resistensi antibiotika yang meningkat dapat dihambat dengan cara menggunakan antibiotik secara rasional dan mengembangkan sediaan bahan alam yang ada sebagai alternatif pengobatan....
EFEK ANTIVIRAL RIBAVIRIN DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN EKSPLAN BAWANG PUTIH CV. LUMBU HIJAU, CV. LUMBU KUNING DAN CV. TAWANGMANGU
EFEK ANTIVIRAL RIBAVIRIN DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN EKSPLAN BAWANG PUTIH CV. LUMBU HIJAU, CV. LUMBU KUNING DAN CV. TAWANGMANGU
Tanaman bawang putih (Allium sativum L) termasuk dalam genus Allium yang diperbanyak secara vegetatifmelalui umbi. Virus merupakan salah satu penyakit penting yang perlu dipecahkan...
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
Analisis Kebusukan Sie Balu Daging Kerbau dengan Pemberian Persentase Bawang Putih (Allium sativum) yang Berbeda
Analisis Kebusukan Sie Balu Daging Kerbau dengan Pemberian Persentase Bawang Putih (Allium sativum) yang Berbeda
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Tehnologi Pengolahan Daging Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian ini berl...
Kajian Literatur Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Emas Menggunakan Ekstrak Tanaman
Kajian Literatur Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Emas Menggunakan Ekstrak Tanaman
Abstract. In recent years, the application of gold nanoparticles has been studied in various fields. Therefore, a synthesis method has to be developed becoming effective and enviro...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BAWANGPUTIH TUNGGAL ALLIUM SATIVUM L TERHADAP BAKTERISALMONELLA TYPHIMURIUM DAN SHIGELLA BOYDII PENYEBABPENYAKIT DIARE
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BAWANGPUTIH TUNGGAL ALLIUM SATIVUM L TERHADAP BAKTERISALMONELLA TYPHIMURIUM DAN SHIGELLA BOYDII PENYEBABPENYAKIT DIARE
Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang serius dan merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia lima tahun, terutama di negara berkembang. Shigell...

