Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Laju Korosi Baja Tahan Karat SS304 dan SS316 dalam Larutan Natrium Hidroksida pada Berbagai Kondisi Temperatur dan Kecepatan Pengadukan

View through CrossRef
Korosi pada material stainless steel dalam lingkungan basa dan temperatur tinggi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi umur pakai peralatan pada sistem netralisasi minyak sawit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur dan kecepatan pengadukan terhadap laju korosi serta membandingkan ketahanan korosi baja tahan karat SS304 dan SS316 dalam larutan NaOH 1 M. Pengujian dilakukan menggunakan metode weight loss berdasarkan standar ASTM G31–72 selama 49 hari dengan variasi temperatur 70°C, 90°C, dan 110°C serta kecepatan pengadukan 100 rpm, 200 rpm, dan 300 rpm. Laju korosi dihitung berdasarkan kehilangan massa spesimen dan dianalisis menggunakan klasifikasi ketahanan korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur dan kecepatan pengadukan menyebabkan peningkatan laju korosi pada kedua material. Nilai laju korosi tertinggi diperoleh pada SS304 sebesar 0,0247 mm/tahun pada kondisi 110°C dan 300 rpm, sedangkan nilai terendah diperoleh pada SS316 sebesar 0,0124 mm/tahun pada kondisi 70°C dan 100 rpm. Secara umum, SS316 menunjukkan ketahanan korosi yang lebih baik dibandingkan SS304 karena kemampuan mempertahankan lapisan pasif yang lebih tinggi. Berdasarkan klasifikasi ketahanan korosi, sebagian besar kondisi pengujian berada pada kategori sangat baik sehingga kedua material masih layak digunakan pada sistem netralisasi minyak sawit, dengan SS316 lebih direkomendasikan untuk kondisi operasi yang lebih agresif.
Title: Analisis Laju Korosi Baja Tahan Karat SS304 dan SS316 dalam Larutan Natrium Hidroksida pada Berbagai Kondisi Temperatur dan Kecepatan Pengadukan
Description:
Korosi pada material stainless steel dalam lingkungan basa dan temperatur tinggi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi umur pakai peralatan pada sistem netralisasi minyak sawit.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur dan kecepatan pengadukan terhadap laju korosi serta membandingkan ketahanan korosi baja tahan karat SS304 dan SS316 dalam larutan NaOH 1 M.
Pengujian dilakukan menggunakan metode weight loss berdasarkan standar ASTM G31–72 selama 49 hari dengan variasi temperatur 70°C, 90°C, dan 110°C serta kecepatan pengadukan 100 rpm, 200 rpm, dan 300 rpm.
Laju korosi dihitung berdasarkan kehilangan massa spesimen dan dianalisis menggunakan klasifikasi ketahanan korosi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur dan kecepatan pengadukan menyebabkan peningkatan laju korosi pada kedua material.
Nilai laju korosi tertinggi diperoleh pada SS304 sebesar 0,0247 mm/tahun pada kondisi 110°C dan 300 rpm, sedangkan nilai terendah diperoleh pada SS316 sebesar 0,0124 mm/tahun pada kondisi 70°C dan 100 rpm.
Secara umum, SS316 menunjukkan ketahanan korosi yang lebih baik dibandingkan SS304 karena kemampuan mempertahankan lapisan pasif yang lebih tinggi.
Berdasarkan klasifikasi ketahanan korosi, sebagian besar kondisi pengujian berada pada kategori sangat baik sehingga kedua material masih layak digunakan pada sistem netralisasi minyak sawit, dengan SS316 lebih direkomendasikan untuk kondisi operasi yang lebih agresif.

Related Results

Perilaku Elektrokimia Baja Tahan Karat SS 316 Dalam Media Nano Fluida
Perilaku Elektrokimia Baja Tahan Karat SS 316 Dalam Media Nano Fluida
PERILAKU ELEKTROKIMIA BAJA TAHAN KARAT SS 316 DALAM MEDIA NANO FLUIDA. Korosi merupakan permasalahan umum yang sering terjadi pada logam dan paduannya. Metode pengujian secara elek...
Karakteristik Kimia dan Fisika Biji Kakao (Theobroma cacao l.) Hasil Fermentasi Wadah Kotak Kayu dan Wadah Plastik
Karakteristik Kimia dan Fisika Biji Kakao (Theobroma cacao l.) Hasil Fermentasi Wadah Kotak Kayu dan Wadah Plastik
Kakao merupakan salah satu komoditas yang memegang peranan cukup penting di Indonesia saat ini, salah satunya sebagai sumber devisa Negara. Salah satu proses yang sangat berperan p...
Karakteristik Daktilitas SS304 Yang Teroksidasi Pada Temperatur Tinggi
Karakteristik Daktilitas SS304 Yang Teroksidasi Pada Temperatur Tinggi
Perubahan karakteristik kekerasan, kekuatan tarik dan daktilitas SS304 yang dikenai perlakuan panas pada temperatur tinggi dengan media udara telah dilakukan. Baja SS304 merupakan ...
ANALISA LAJU KOROSI PIPA BAJA KARBON A53 DAN GALVANIS PADA MEDIA CAIRAN TETES TEBU
ANALISA LAJU KOROSI PIPA BAJA KARBON A53 DAN GALVANIS PADA MEDIA CAIRAN TETES TEBU
Berdasarkan aplikasinya, baja karbon dan galvanis merupakan bahan logam yang sering digunakan dalam industri, terutama dalam lingkungan asam atau basa. Namun, kedua jenis material ...
Pengaruh Warna Pelapis dan Ketebalan Lapisan Pada Proses Zinc Electroplating Terhadap Laju Korosi Baja AISI 1015
Pengaruh Warna Pelapis dan Ketebalan Lapisan Pada Proses Zinc Electroplating Terhadap Laju Korosi Baja AISI 1015
Memperbaiki ketahanan korosi material dapat dilakukan dengan cara pelapisan logam. Tujuan utama electroplating adalah meningkatkan ketahanan korosi dan memperindah tampilan dengan ...
PENGARUH LAJU KOROSI TERHADAP RUMAH PERUMAHAN DI ZONA BARAT KRUENG LAMNYONG
PENGARUH LAJU KOROSI TERHADAP RUMAH PERUMAHAN DI ZONA BARAT KRUENG LAMNYONG
Indonesia merupakan negara maritim, banyak masyarakatnya yang mendirikan bangunan di wilayah pesisir. Wilayah pesisir merupakan wilayah yang rentan terjadinya intrusi air asin. Int...
ANALISA PERBANDINGAN LAJU KOROSI PADA BAJA ST 42 DENGAN MENGGUNAKAN ASAM SULFAT DENGAN NILAI PH 3,9 DAN ASAM ASETAT DENGAN NILAI PH 1,0
ANALISA PERBANDINGAN LAJU KOROSI PADA BAJA ST 42 DENGAN MENGGUNAKAN ASAM SULFAT DENGAN NILAI PH 3,9 DAN ASAM ASETAT DENGAN NILAI PH 1,0
Korosi merupakan penurunan kualitas suatu logam yang disebabkan oleh adanya reaksi elektrokimia antara logam dengan lingkungannya yang mengakibatkan penurunan kualitas logam menjad...
Analisa Laju Korosi Pada Baja ST 40 Dengan Medium Air Laut Di Pelabuhan Gresik Menggunakan Magnetic Stirrer
Analisa Laju Korosi Pada Baja ST 40 Dengan Medium Air Laut Di Pelabuhan Gresik Menggunakan Magnetic Stirrer
Baja karbon ST 40 sering digunakan dalam industri pembuatan kapal, khususnya untuk konstruksi lambung dan dek kapal. Mengingat bahwa lambung adalah bagian pertama dari kapal yang b...

Back to Top