Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH LAJU KOROSI TERHADAP RUMAH PERUMAHAN DI ZONA BARAT KRUENG LAMNYONG

View through CrossRef
Indonesia merupakan negara maritim, banyak masyarakatnya yang mendirikan bangunan di wilayah pesisir. Wilayah pesisir merupakan wilayah yang rentan terjadinya intrusi air asin. Intrusi air asin adalah fenomena masuknya air laut kedalam air tanah. Intrusi air asin dapat mempengaruhi kekuatan/ masa layan bangunan, kandungan garam yang terkandung didalam air asin dapat membentuk proses korosi pada baja tulangan. Korosi yang terjadi disebabkan oleh proses elektrokimia. Baja tulangan yang mengalami korosi akan mengakibatkan kerusakan pada struktur yang dapat memperpendek umur layan dari bangunan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui nilai laju korosi terhadap sisa umur layan pada bangunan rumah pengembang berdasarkan nilai salinitas yang berbeda-beda pada tiap tingkatan salinitas oleh Bouwer (2001). Laju korosi merupakan kecepatan rambatan atau kecepatan penurunan kualitas bahan terhadap waktu. Perhitungan laju korosi dapat dihitung menggunakan metode Weight Loss sesuai ASTM G31 (m.2004). Metode Weight Loss adalah perhitungan laju korosi dengan mengukur kehilangan berat benda uji akibat korosi yang terjadi. Spesimen benda uji yang digunakan dalam penelitian ini berupa besi baja tulangan polos BjTP 280 dengan diameter 10 dan 12 mm sepanjang 50 mm sebanyak 3 sampel benda uji berdiameter 10 mm dan 3 sampel benda uji berdiameter 12 mm untuk setiap tingkatan salinitas dengan total 18 sampel benda uji disebar pada wilayah dengan tingkatan salinitas yang berbeda-beda. Hasil analisis pada penelitian ini diperoleh adalah grafik hubungan laju korosi terhadap sisa umur layan bangunan yang diperoleh dari perhitungan laju korosi dan sisa umur bangunan. Satuan yang digunakan dalam analisis perhitungan berupa mm/th (standar internasional) atau mill/year (mpy, standar British).
Title: PENGARUH LAJU KOROSI TERHADAP RUMAH PERUMAHAN DI ZONA BARAT KRUENG LAMNYONG
Description:
Indonesia merupakan negara maritim, banyak masyarakatnya yang mendirikan bangunan di wilayah pesisir.
Wilayah pesisir merupakan wilayah yang rentan terjadinya intrusi air asin.
Intrusi air asin adalah fenomena masuknya air laut kedalam air tanah.
Intrusi air asin dapat mempengaruhi kekuatan/ masa layan bangunan, kandungan garam yang terkandung didalam air asin dapat membentuk proses korosi pada baja tulangan.
Korosi yang terjadi disebabkan oleh proses elektrokimia.
Baja tulangan yang mengalami korosi akan mengakibatkan kerusakan pada struktur yang dapat memperpendek umur layan dari bangunan.
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui nilai laju korosi terhadap sisa umur layan pada bangunan rumah pengembang berdasarkan nilai salinitas yang berbeda-beda pada tiap tingkatan salinitas oleh Bouwer (2001).
Laju korosi merupakan kecepatan rambatan atau kecepatan penurunan kualitas bahan terhadap waktu.
Perhitungan laju korosi dapat dihitung menggunakan metode Weight Loss sesuai ASTM G31 (m.
2004).
Metode Weight Loss adalah perhitungan laju korosi dengan mengukur kehilangan berat benda uji akibat korosi yang terjadi.
Spesimen benda uji yang digunakan dalam penelitian ini berupa besi baja tulangan polos BjTP 280 dengan diameter 10 dan 12 mm sepanjang 50 mm sebanyak 3 sampel benda uji berdiameter 10 mm dan 3 sampel benda uji berdiameter 12 mm untuk setiap tingkatan salinitas dengan total 18 sampel benda uji disebar pada wilayah dengan tingkatan salinitas yang berbeda-beda.
Hasil analisis pada penelitian ini diperoleh adalah grafik hubungan laju korosi terhadap sisa umur layan bangunan yang diperoleh dari perhitungan laju korosi dan sisa umur bangunan.
Satuan yang digunakan dalam analisis perhitungan berupa mm/th (standar internasional) atau mill/year (mpy, standar British).

Related Results

Analisis Indeks Kekeringan Hidrologi DAS Krueng Aceh (Studi Kasus Sub DAS Krueng Jreue dan Sub DAS Krueng Khee)
Analisis Indeks Kekeringan Hidrologi DAS Krueng Aceh (Studi Kasus Sub DAS Krueng Jreue dan Sub DAS Krueng Khee)
Abstrak.  Luas Sub DAS Krueng Jreue 23.218,06 Ha dan Sub DAS Krueng Khee 9.599,66 Ha. Berdasarkan hasil kajian bahwa luas vegetasi tutupan lahan semakin berkurang setiap tahunnya d...
Analisis Karakteristik Hidrologi DAS Krueng Aceh, Provinsi Aceh (Studi Kasus Sub DAS Krueng Jreu dan Sub DAS Krueng Khea)
Analisis Karakteristik Hidrologi DAS Krueng Aceh, Provinsi Aceh (Studi Kasus Sub DAS Krueng Jreu dan Sub DAS Krueng Khea)
Abstrak. Perilaku air (hidrologi) sungai dalam suatu DAS dipengaruhi oleh penggunaan lahan sebagai akibat adanya aktivitas manusia. DAS Krueng Aceh merupakan salah satu DAS yang te...
Pengaruh Warna Pelapis dan Ketebalan Lapisan Pada Proses Zinc Electroplating Terhadap Laju Korosi Baja AISI 1015
Pengaruh Warna Pelapis dan Ketebalan Lapisan Pada Proses Zinc Electroplating Terhadap Laju Korosi Baja AISI 1015
Memperbaiki ketahanan korosi material dapat dilakukan dengan cara pelapisan logam. Tujuan utama electroplating adalah meningkatkan ketahanan korosi dan memperindah tampilan dengan ...
Analisa Laju Korosi Pada Baja ST 40 Dengan Medium Air Laut Di Pelabuhan Gresik Menggunakan Magnetic Stirrer
Analisa Laju Korosi Pada Baja ST 40 Dengan Medium Air Laut Di Pelabuhan Gresik Menggunakan Magnetic Stirrer
Baja karbon ST 40 sering digunakan dalam industri pembuatan kapal, khususnya untuk konstruksi lambung dan dek kapal. Mengingat bahwa lambung adalah bagian pertama dari kapal yang b...
Analisis Neraca Air DAS Krueng Manggeng
Analisis Neraca Air DAS Krueng Manggeng
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis neraca air DAS Krueng Manggeng dengan mengetahui ketersedian air dan kebutuhan air pada suatu wilayah. Perhitungan neraca air d...
PENGARUH VARIASI KUAT ARUS LISTRIK DAN WAKTU PROSES ANODIZING PADA ALUMUNIUM TERHADAP LAJU KOROSI DALAM MEDIA LARUTAN GARAM
PENGARUH VARIASI KUAT ARUS LISTRIK DAN WAKTU PROSES ANODIZING PADA ALUMUNIUM TERHADAP LAJU KOROSI DALAM MEDIA LARUTAN GARAM
Alumunium merupakan material yang digunakan secara luas di industri karena keunggulan karakteristik yang dimilikinya dibandingkan material lain, hal ini karena...
Remaining Service Life Discharge Conveyor E pada Tambang Batubara PT XYZ di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi
Remaining Service Life Discharge Conveyor E pada Tambang Batubara PT XYZ di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi
Abstract. The Conveyor is a tool to move material from one place to another efficiently. Conveyor structures are made of steel that is subject to corrosion caused by certain condit...

Back to Top