Javascript must be enabled to continue!
Analisa Laju Korosi Pada Baja ST 40 Dengan Medium Air Laut Di Pelabuhan Gresik Menggunakan Magnetic Stirrer
View through CrossRef
Baja karbon ST 40 sering digunakan dalam industri pembuatan kapal, khususnya untuk konstruksi lambung dan dek kapal. Mengingat bahwa lambung adalah bagian pertama dari kapal yang bersentuhan langsung dengan air laut, maka bagian ini memiliki risiko tinggi terhadap korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi baja karbon ST 40 (40 mm x 40 mm x 4 mm) dalam sampel air laut yang diambil dari Pelabuhan Gresik. Korosi sangat memengaruhi umur pakai baja dan besi, sehingga penelitian ini menjadi penting. Penelitian ini menggunakan metode kehilangan berat (weight loss method) dan proses perendaman dengan menggunakan pengaduk magnetik (magnetic stirrer) dan tanpa pengaduk magnetik untuk mengukur laju korosi. Pengukuran dilakukan setiap 7 hari selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi tertinggi terjadi pada air laut dengan pengaduk magnetik, dengan nilai laju korosi (CR) sebesar 13,72 mpy, sedangkan laju korosi terendah terjadi pada air laut tanpa pengaduk magnetik, dengan nilai CR sebesar 0,19 mpy. Selain itu, analisis regresi linier menunjukkan bahwa laju korosi pada air laut dengan pengaduk magnetik adalah -37 mg/cm², dibandingkan dengan -6,06 mg/cm² tanpa pengaduk magnetik. Temuan ini mengonfirmasi bahwa penggunaan pengaduk magnetik mempercepat laju korosi pada baja karbon ST 40.
Universitas Sains dan Teknologi Komputer
Title: Analisa Laju Korosi Pada Baja ST 40 Dengan Medium Air Laut Di Pelabuhan Gresik Menggunakan Magnetic Stirrer
Description:
Baja karbon ST 40 sering digunakan dalam industri pembuatan kapal, khususnya untuk konstruksi lambung dan dek kapal.
Mengingat bahwa lambung adalah bagian pertama dari kapal yang bersentuhan langsung dengan air laut, maka bagian ini memiliki risiko tinggi terhadap korosi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi baja karbon ST 40 (40 mm x 40 mm x 4 mm) dalam sampel air laut yang diambil dari Pelabuhan Gresik.
Korosi sangat memengaruhi umur pakai baja dan besi, sehingga penelitian ini menjadi penting.
Penelitian ini menggunakan metode kehilangan berat (weight loss method) dan proses perendaman dengan menggunakan pengaduk magnetik (magnetic stirrer) dan tanpa pengaduk magnetik untuk mengukur laju korosi.
Pengukuran dilakukan setiap 7 hari selama 28 hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi tertinggi terjadi pada air laut dengan pengaduk magnetik, dengan nilai laju korosi (CR) sebesar 13,72 mpy, sedangkan laju korosi terendah terjadi pada air laut tanpa pengaduk magnetik, dengan nilai CR sebesar 0,19 mpy.
Selain itu, analisis regresi linier menunjukkan bahwa laju korosi pada air laut dengan pengaduk magnetik adalah -37 mg/cm², dibandingkan dengan -6,06 mg/cm² tanpa pengaduk magnetik.
Temuan ini mengonfirmasi bahwa penggunaan pengaduk magnetik mempercepat laju korosi pada baja karbon ST 40.
Related Results
Perilaku Elektrokimia Baja Tahan Karat SS 316 Dalam Media Nano Fluida
Perilaku Elektrokimia Baja Tahan Karat SS 316 Dalam Media Nano Fluida
PERILAKU ELEKTROKIMIA BAJA TAHAN KARAT SS 316 DALAM MEDIA NANO FLUIDA. Korosi merupakan permasalahan umum yang sering terjadi pada logam dan paduannya. Metode pengujian secara elek...
Pengaruh Warna Pelapis dan Ketebalan Lapisan Pada Proses Zinc Electroplating Terhadap Laju Korosi Baja AISI 1015
Pengaruh Warna Pelapis dan Ketebalan Lapisan Pada Proses Zinc Electroplating Terhadap Laju Korosi Baja AISI 1015
Memperbaiki ketahanan korosi material dapat dilakukan dengan cara pelapisan logam. Tujuan utama electroplating adalah meningkatkan ketahanan korosi dan memperindah tampilan dengan ...
Korelasi Kadar Karboksihemoglobin terhadap Tekanan Darah Penduduk di Sekitar Terminal Bus Tirtonadi Surakarta
Korelasi Kadar Karboksihemoglobin terhadap Tekanan Darah Penduduk di Sekitar Terminal Bus Tirtonadi Surakarta
<table width="645" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0"><tbody><tr><td valign="top" width="408"><p> </p><p>Carbon monoxide is a gas ...
PENGARUH LAJU KOROSI TERHADAP RUMAH PERUMAHAN DI ZONA BARAT KRUENG LAMNYONG
PENGARUH LAJU KOROSI TERHADAP RUMAH PERUMAHAN DI ZONA BARAT KRUENG LAMNYONG
Indonesia merupakan negara maritim, banyak masyarakatnya yang mendirikan bangunan di wilayah pesisir. Wilayah pesisir merupakan wilayah yang rentan terjadinya intrusi air asin. Int...
CONJUNTURA
CONJUNTURA
<!--[if gte mso 9]><xml> <o:DocumentProperties> <o:Revision>0</o:Revision> <o:TotalTime>0</o:TotalTime> <o:Pages>1</o:Pages> &...
ANALISIS PENGARUH SIFAT KIMIA AIR LAUT TERHADAP KOROSI LOGAM DAN PENGENDALIANNYA MENGGUNAKAN PROTEKSI KATODIK
ANALISIS PENGARUH SIFAT KIMIA AIR LAUT TERHADAP KOROSI LOGAM DAN PENGENDALIANNYA MENGGUNAKAN PROTEKSI KATODIK
Permasalahan terbesar yang dalam penggunaan logam di air laut adalah masalah korosi. Korosi menyebabkan kerugian secara estetika, teknis penggunaan alat dan bahkan kerugian secara ...
ANALISA LAJU KOROSI PIPA BAJA KARBON A53 DAN GALVANIS PADA MEDIA CAIRAN TETES TEBU
ANALISA LAJU KOROSI PIPA BAJA KARBON A53 DAN GALVANIS PADA MEDIA CAIRAN TETES TEBU
Berdasarkan aplikasinya, baja karbon dan galvanis merupakan bahan logam yang sering digunakan dalam industri, terutama dalam lingkungan asam atau basa. Namun, kedua jenis material ...
PERBANDINGAN LAJU KOROSI PADA TULANGAN BETON BUSA NORMAL DAN BETON BUSA POZZOLAN
PERBANDINGAN LAJU KOROSI PADA TULANGAN BETON BUSA NORMAL DAN BETON BUSA POZZOLAN
Abstract: Reinforced concrete foam is one alternative to replace conventional reinforced concrete on structural elements. This study aims to measure the The media immersion and var...

