Javascript must be enabled to continue!
ANALISA PERBANDINGAN LAJU KOROSI PADA BAJA ST 42 DENGAN MENGGUNAKAN ASAM SULFAT DENGAN NILAI PH 3,9 DAN ASAM ASETAT DENGAN NILAI PH 1,0
View through CrossRef
Korosi merupakan penurunan kualitas suatu logam yang disebabkan oleh adanya reaksi elektrokimia antara logam dengan lingkungannya yang mengakibatkan penurunan kualitas logam menjadi rapuh, kasar, dan mudah hancur. Penyebab terjadinya korosi disebabkan oleh beberapa faktor yaitu suhu, laju aliran fluida atau kecepatan pengadukan, konsentrasi bahan korosif, oksigen, waktu kontak dan pengaruh unsur paduan. Pada penelitian ini material yang digunakan adalah pelat baja karbon ST 42 dalam larutan asam sulfat (H2SO4) selama 96 jam. Metode yang digunakan adalah metode penurunan berat badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh larutan asam sulfat (H2SO4) terhadap laju korosi pelat baja ST 42, dan untuk mengetahui perbedaan laju korosi pelat baja ST 42. pelat baja terhadap larutan NaCL dan asam sulfat (H2SO4). Kehilangan berat akibat korosi sangat erat kaitannya dengan waktu, semakin lama waktu maka semakin besar pula kehilangan berat yang terjadi. Hasil yang diperoleh pada percobaan ini adalah pada perendaman material baja st 42 terhadap larutan asam sulfat dalam waktu 96 jam dan pengecekan per 24 jam yang dialami. terjadi penurunan berat sebesar 0,2 gramDan hasil terakhir yang diperoleh pada percobaan ini adalah pada perendaman material baja st 42 terhadap larutan asam asetat dalam waktu 96 jam dan pengecekan per 24 jam mengalami penurunan berat sebesar 0,1 gram
Universitas Islam Majapahit Mojokerto
Title: ANALISA PERBANDINGAN LAJU KOROSI PADA BAJA ST 42 DENGAN MENGGUNAKAN ASAM SULFAT DENGAN NILAI PH 3,9 DAN ASAM ASETAT DENGAN NILAI PH 1,0
Description:
Korosi merupakan penurunan kualitas suatu logam yang disebabkan oleh adanya reaksi elektrokimia antara logam dengan lingkungannya yang mengakibatkan penurunan kualitas logam menjadi rapuh, kasar, dan mudah hancur.
Penyebab terjadinya korosi disebabkan oleh beberapa faktor yaitu suhu, laju aliran fluida atau kecepatan pengadukan, konsentrasi bahan korosif, oksigen, waktu kontak dan pengaruh unsur paduan.
Pada penelitian ini material yang digunakan adalah pelat baja karbon ST 42 dalam larutan asam sulfat (H2SO4) selama 96 jam.
Metode yang digunakan adalah metode penurunan berat badan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh larutan asam sulfat (H2SO4) terhadap laju korosi pelat baja ST 42, dan untuk mengetahui perbedaan laju korosi pelat baja ST 42.
pelat baja terhadap larutan NaCL dan asam sulfat (H2SO4).
Kehilangan berat akibat korosi sangat erat kaitannya dengan waktu, semakin lama waktu maka semakin besar pula kehilangan berat yang terjadi.
Hasil yang diperoleh pada percobaan ini adalah pada perendaman material baja st 42 terhadap larutan asam sulfat dalam waktu 96 jam dan pengecekan per 24 jam yang dialami.
terjadi penurunan berat sebesar 0,2 gramDan hasil terakhir yang diperoleh pada percobaan ini adalah pada perendaman material baja st 42 terhadap larutan asam asetat dalam waktu 96 jam dan pengecekan per 24 jam mengalami penurunan berat sebesar 0,1 gram.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Perilaku Elektrokimia Baja Tahan Karat SS 316 Dalam Media Nano Fluida
Perilaku Elektrokimia Baja Tahan Karat SS 316 Dalam Media Nano Fluida
PERILAKU ELEKTROKIMIA BAJA TAHAN KARAT SS 316 DALAM MEDIA NANO FLUIDA. Korosi merupakan permasalahan umum yang sering terjadi pada logam dan paduannya. Metode pengujian secara elek...
Pengaruh Warna Pelapis dan Ketebalan Lapisan Pada Proses Zinc Electroplating Terhadap Laju Korosi Baja AISI 1015
Pengaruh Warna Pelapis dan Ketebalan Lapisan Pada Proses Zinc Electroplating Terhadap Laju Korosi Baja AISI 1015
Memperbaiki ketahanan korosi material dapat dilakukan dengan cara pelapisan logam. Tujuan utama electroplating adalah meningkatkan ketahanan korosi dan memperindah tampilan dengan ...
ANALISA LAJU KOROSI PIPA BAJA KARBON A53 DAN GALVANIS PADA MEDIA CAIRAN TETES TEBU
ANALISA LAJU KOROSI PIPA BAJA KARBON A53 DAN GALVANIS PADA MEDIA CAIRAN TETES TEBU
Berdasarkan aplikasinya, baja karbon dan galvanis merupakan bahan logam yang sering digunakan dalam industri, terutama dalam lingkungan asam atau basa. Namun, kedua jenis material ...
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
ABSTRACT The aim of this study was to determine the effect of acetic acid, hydrochloric acid, and citric acid on the physical characteristics of glue from red snapper scale...
Remaining Service Life Discharge Conveyor E pada Tambang Batubara PT XYZ di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi
Remaining Service Life Discharge Conveyor E pada Tambang Batubara PT XYZ di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi
Abstract. The Conveyor is a tool to move material from one place to another efficiently. Conveyor structures are made of steel that is subject to corrosion caused by certain condit...
PERBANDINGAN LAJU KOROSI PADA TULANGAN BETON BUSA NORMAL DAN BETON BUSA POZZOLAN
PERBANDINGAN LAJU KOROSI PADA TULANGAN BETON BUSA NORMAL DAN BETON BUSA POZZOLAN
Abstract: Reinforced concrete foam is one alternative to replace conventional reinforced concrete on structural elements. This study aims to measure the The media immersion and var...
ANALISIS LAJU PENGAUSAN PERLINDUNGAN ZINK ANODA PADA KAPAL TERHADAP LAJU KOROSI
ANALISIS LAJU PENGAUSAN PERLINDUNGAN ZINK ANODA PADA KAPAL TERHADAP LAJU KOROSI
Korosi pada kapal merupakan salah satu masalah penting. Laju pengausan zink anoda adalah salah satu masalah yang ditinjau karena berhubungan langsung dengan efisiensi kerja dari ...

