Javascript must be enabled to continue!
Advokasi Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima Di Malioboro
View through CrossRef
Penelitian ini membahas tentang kebijakan relokasi pedagang kaki lima di Kawasan Malioboro, Sebagai langkah dalam penataan ruang publik serta pengelolaan Kawasan wisata di Yogyakarta. Kebijakan ini berfokus pada pemindahan PKL dari trotoar Malioboro ke dua lokasi yang baru, yaitu teras Malioboro 1 dan 2. Melalui metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari relokasi tersebut, terutama terhadap kondisi ekonomi PKL dan seberapa efektivitas pengimplementasian kebijakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relokasi ini telah mengurangi sampah di Kawasan Malioboro dan juga telah menciptakan ruang yang lebih tertata. Akan tetapi, ditemukan beberapa keluhan dari para pedagang mengenai penurunan pendapatan mereka akibat lokasi baru yang kurang strategis, fasilitas yang kurang mendukung, serta adanya keterbatasan ruang usaha. Penelitian ini juga menemukan fakta tentang kurangnya partisipasi masyarakat setempat dalam proses perumusan kebijakan Bersama, yang membawa dampak pada resistensi terhadap relokasi. Kesimpulan yang didapat yaitu menekankan betapa pentingnya melakukan pendekan inklusif dan partisipatif antara pedagang, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya. Dengan cara peningkatan komunikasi, fasilitas, dan juga dukungan kepada pedagang, agar tercipta rasa kekeluargaan dan kebersamaan dalam menjaga kebijakan relokasi tetap berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, dengan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.
Title: Advokasi Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima Di Malioboro
Description:
Penelitian ini membahas tentang kebijakan relokasi pedagang kaki lima di Kawasan Malioboro, Sebagai langkah dalam penataan ruang publik serta pengelolaan Kawasan wisata di Yogyakarta.
Kebijakan ini berfokus pada pemindahan PKL dari trotoar Malioboro ke dua lokasi yang baru, yaitu teras Malioboro 1 dan 2.
Melalui metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari relokasi tersebut, terutama terhadap kondisi ekonomi PKL dan seberapa efektivitas pengimplementasian kebijakan tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa relokasi ini telah mengurangi sampah di Kawasan Malioboro dan juga telah menciptakan ruang yang lebih tertata.
Akan tetapi, ditemukan beberapa keluhan dari para pedagang mengenai penurunan pendapatan mereka akibat lokasi baru yang kurang strategis, fasilitas yang kurang mendukung, serta adanya keterbatasan ruang usaha.
Penelitian ini juga menemukan fakta tentang kurangnya partisipasi masyarakat setempat dalam proses perumusan kebijakan Bersama, yang membawa dampak pada resistensi terhadap relokasi.
Kesimpulan yang didapat yaitu menekankan betapa pentingnya melakukan pendekan inklusif dan partisipatif antara pedagang, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dengan cara peningkatan komunikasi, fasilitas, dan juga dukungan kepada pedagang, agar tercipta rasa kekeluargaan dan kebersamaan dalam menjaga kebijakan relokasi tetap berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, dengan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.
Related Results
EVALUASI KONSEP RAMAH PEJALAN KAKI PADA PEDESTRIAN MALIOBORO DENGAN PENDEKATAN KONSEP WALKABILITY
EVALUASI KONSEP RAMAH PEJALAN KAKI PADA PEDESTRIAN MALIOBORO DENGAN PENDEKATAN KONSEP WALKABILITY
Abstract: Malioboro Pedestrian is located in the tourist area of Malioboro, which has been arranged by the Yogyakarta Regional Government. The arrangement carried out applies the c...
Evaluasi Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima di Jawa Timur
Evaluasi Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima di Jawa Timur
Pedagang Kaki Lima (PKL) adalah aktivitas dengan menggunakan modal sedikit yang berusaha pada bidang produksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dalam melakukan a...
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PEDAGANG KAKI LIMA
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PEDAGANG KAKI LIMA
Tulisan ini membahas tentang administrasi publik khususnya tentang implementasi kebijakan publik. Kasus yang akan diteliti adalah permasalahan Pedagang Kaki Lima.Jenis penelitian y...
Model Penanganan Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima Di Pasar Malioboro Yogyakarta
Model Penanganan Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima Di Pasar Malioboro Yogyakarta
Studi ini membahas tentang model penanganan kebijakan relokasi pedagang kaki lima. Penelitianini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang perlu dipertimban...
Analisis Kualitatif Keberadaan Pedagang Kaki Lima di Kota Mataram
Analisis Kualitatif Keberadaan Pedagang Kaki Lima di Kota Mataram
Pedagang kaki lima adalah pedagang dengan kemampuan modal yang relatif kecil yang berusaha dibidang produksi dan penjualan barang-barang/jasa-jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup me...
Pengoptimalan Jalur Pejalan Kaki dari Stasiun Ampera ke Kawasan Wisata Ampera di Kota Palembang
Pengoptimalan Jalur Pejalan Kaki dari Stasiun Ampera ke Kawasan Wisata Ampera di Kota Palembang
Pejalan kaki adalah istilah dalam transportasi yang digunakan untuk menjelaskan orang yang berjalan di lintasan pejalan kaki baik dipinggir jalan, trotoar, lintasan khusus bagi pej...
Tata Kelola Kelembagaan Pedagang Kaki Lima Sekitar Pasar Di Kota Kendari
Tata Kelola Kelembagaan Pedagang Kaki Lima Sekitar Pasar Di Kota Kendari
The condition of street vendors in Kendari City is currently not as crowded as cities in other provinces, but the trend of the number of street vendors is increasing every year. Th...
Analisis Kesejahteraan Pedagang Pasar Pagi Sambas dalam Perspektif Maqashid al-Syariah
Analisis Kesejahteraan Pedagang Pasar Pagi Sambas dalam Perspektif Maqashid al-Syariah
Pedagang pasar pagi Sambas perlu mendapatkan dukungan, bimbingan, dan arahan agar dapat meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan pendapatan sehingga berpengaruh kepada tingkat kes...

