Javascript must be enabled to continue!
Tata Kelola Kelembagaan Pedagang Kaki Lima Sekitar Pasar Di Kota Kendari
View through CrossRef
The condition of street vendors in Kendari City is currently not as crowded as cities in other provinces, but the trend of the number of street vendors is increasing every year. This can be seen from the decreasing function of the sidewalk for pedestrians because it is used by street vendors to carry out their activities. The purpose of this study is to determine the characteristics of street vendors and the factors of the presence of street vendors who occupy the sidewalks and shoulders of the road in Kendari City. The method used to analyze the factors of the presence of street vendors who occupy the shoulders and sidewalks and to determine the control system for street vendors who use the shoulders and sidewalks uses descriptive analysis. The results of this study are the characteristics of street vendors (PKL): main occupation (87%), types of vegetables into merchandise (14%), duration of trade <5 years (69%), and area of 2-4 m2 (80%) The factors for the existence of street vendors (PKL) occupying the shoulders and sidewalks around the market in Kendari City are weak rule enforcement, transactional systems, no place in the market, and location costs. Keywords: Governance, Street Vendors, Market Kondisi pedagang kaki lima di Kota Kendari saat ini belum sepadat kota-kota di Provinsi lain, namun kecenderungan jumlah PKL setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari semakin berkurangnya fungsi trotoar jalan bagi pejala kaki karena digunakan oleh pedagang kaki lima untuk melakukan kegiatannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik pedagang kaki lima dan faktor-faktor keberadaan pedagang kaki lima yang menempati trotoar dan bahu jalan di Kota Kendari. Metode yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor keberadaan pedagang kaki lima yang menempati bahu jalan dan trotoar serta untuk mengetahui sistem penertiban pedagang kaki lima yang menggunakan bahu jalan dan trotoar menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu karakteristik pedagang kaki lima (PKL): pekerjaan utama (87%), jenis sayuran menjadi barang dagangan (14%), lama berdagang <5 tahun (69%), dan luas tempat 2-4 m2 (80%).Faktor-faktor keberadaan pedagang kaki lima (PKL) menempati bahu jalan dan trotoar disekitar pasar di Kota Kendari adalah lemahnya penegakan aturan, sistem transaksional, tidak ada tempat di dalam pasar, dan biaya lokasi..Kata Kunci: Tata Kelola, Pedagang Kaki Lima, Pasar
Title: Tata Kelola Kelembagaan Pedagang Kaki Lima Sekitar Pasar Di Kota Kendari
Description:
The condition of street vendors in Kendari City is currently not as crowded as cities in other provinces, but the trend of the number of street vendors is increasing every year.
This can be seen from the decreasing function of the sidewalk for pedestrians because it is used by street vendors to carry out their activities.
The purpose of this study is to determine the characteristics of street vendors and the factors of the presence of street vendors who occupy the sidewalks and shoulders of the road in Kendari City.
The method used to analyze the factors of the presence of street vendors who occupy the shoulders and sidewalks and to determine the control system for street vendors who use the shoulders and sidewalks uses descriptive analysis.
The results of this study are the characteristics of street vendors (PKL): main occupation (87%), types of vegetables into merchandise (14%), duration of trade <5 years (69%), and area of 2-4 m2 (80%) The factors for the existence of street vendors (PKL) occupying the shoulders and sidewalks around the market in Kendari City are weak rule enforcement, transactional systems, no place in the market, and location costs.
Keywords: Governance, Street Vendors, Market Kondisi pedagang kaki lima di Kota Kendari saat ini belum sepadat kota-kota di Provinsi lain, namun kecenderungan jumlah PKL setiap tahunnya mengalami peningkatan.
Hal ini dapat dilihat dari semakin berkurangnya fungsi trotoar jalan bagi pejala kaki karena digunakan oleh pedagang kaki lima untuk melakukan kegiatannya.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik pedagang kaki lima dan faktor-faktor keberadaan pedagang kaki lima yang menempati trotoar dan bahu jalan di Kota Kendari.
Metode yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor keberadaan pedagang kaki lima yang menempati bahu jalan dan trotoar serta untuk mengetahui sistem penertiban pedagang kaki lima yang menggunakan bahu jalan dan trotoar menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian ini yaitu karakteristik pedagang kaki lima (PKL): pekerjaan utama (87%), jenis sayuran menjadi barang dagangan (14%), lama berdagang <5 tahun (69%), dan luas tempat 2-4 m2 (80%).
Faktor-faktor keberadaan pedagang kaki lima (PKL) menempati bahu jalan dan trotoar disekitar pasar di Kota Kendari adalah lemahnya penegakan aturan, sistem transaksional, tidak ada tempat di dalam pasar, dan biaya lokasi.
Kata Kunci: Tata Kelola, Pedagang Kaki Lima, Pasar.
Related Results
KESADARAN HUKUM DALAM MEMBAYAR RETRIBUSI (Studi Kasus Di Pasar Mandonga Kota Kendari)
KESADARAN HUKUM DALAM MEMBAYAR RETRIBUSI (Studi Kasus Di Pasar Mandonga Kota Kendari)
Abstrak: Tujuan penelitian adalah: (1) mengkaji kesadaran hukum pedagang tentang retribusi di Pasar Mandonga Kota Kendari, (2) mengetahui faktor yang mempengaruhi kesadaran pedagan...
Analisis Kualitatif Keberadaan Pedagang Kaki Lima di Kota Mataram
Analisis Kualitatif Keberadaan Pedagang Kaki Lima di Kota Mataram
Pedagang kaki lima adalah pedagang dengan kemampuan modal yang relatif kecil yang berusaha dibidang produksi dan penjualan barang-barang/jasa-jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup me...
Evaluasi Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima di Jawa Timur
Evaluasi Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima di Jawa Timur
Pedagang Kaki Lima (PKL) adalah aktivitas dengan menggunakan modal sedikit yang berusaha pada bidang produksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dalam melakukan a...
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PEDAGANG KAKI LIMA
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PEDAGANG KAKI LIMA
Tulisan ini membahas tentang administrasi publik khususnya tentang implementasi kebijakan publik. Kasus yang akan diteliti adalah permasalahan Pedagang Kaki Lima.Jenis penelitian y...
Analisis Kesejahteraan Pedagang Pasar Pagi Sambas dalam Perspektif Maqashid al-Syariah
Analisis Kesejahteraan Pedagang Pasar Pagi Sambas dalam Perspektif Maqashid al-Syariah
Pedagang pasar pagi Sambas perlu mendapatkan dukungan, bimbingan, dan arahan agar dapat meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan pendapatan sehingga berpengaruh kepada tingkat kes...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
KETAATAN HUKUM PEDAGANG DALAM MEMBAYAR RETRIBUSI PASAR DI PT. SABHO KARYA ALAM KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON
KETAATAN HUKUM PEDAGANG DALAM MEMBAYAR RETRIBUSI PASAR DI PT. SABHO KARYA ALAM KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitiian ini adalah: 1.Untuk mengetahui ketaatan hukum terhadap pedagang dalam membayar Retribusi pasar di pasar Sabho Kecamatan Pasarwajo Kab...
STUDI TRANSFORMASI PASAR TRADISIONAL (OBJEK STUDI : PASAR KEBAYORAN LAMA, KELURAHAN KEBAYORAN LAMA UTARA, KECAMATAN KEBAYORAN LAMA, JAKARTA SELATAN)
STUDI TRANSFORMASI PASAR TRADISIONAL (OBJEK STUDI : PASAR KEBAYORAN LAMA, KELURAHAN KEBAYORAN LAMA UTARA, KECAMATAN KEBAYORAN LAMA, JAKARTA SELATAN)
Kebayoran Lama Market is a market that build in the year 1987, managed by PD. Pasar Jaya and the rights usage life of Pasar Kebayoran Lama will be exhausted in March 2022. During 3...

