Javascript must be enabled to continue!
PENERAPAN PRINSIP KYC PADA FINANCIAL TECHNOLOGY P2P LENDING YANG AKOMODATIF BAGI PERLINDUNGAN KONSUMEN
View through CrossRef
<p align="center"><em>Abstract</em></p><p><em>This article aims to know the legal problem and solution for FinTech P2P Lending Company that is not doing verification or rechecking their Borrowers. This type of article is normative legal research that is prescriptive to find a new concept for resolving the legal problem by using the statute approach. This article uses secondary data with primary legal material and library research. The data analysis technique used by the author is a deduction and syllogism analysis. The result of this research is a Borrower who committing fraud by using other person’s identity or fake account can be found because of personal data leaks dan sells personal data by social media. Moreover, fake account on P2P Lending also caused by FinTech P2P Lending Company who is not using KYC Principles as appropriate in the bank or not rechecking their Borrowers. A solution for FinTech P2P Lending Company who wants to apply KYC Principles in their P2P Lending platform is using e-KYC.</em></p><p><em>Keywords: Fake accounts; e-KYC; P2P Lending</em></p><p align="center">Abstrak</p><p>Artikel ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum serta solusi bagi Penyelenggara <em>FinTech P2P Lending</em> yang tidak melakukan verifikasi atau pemeriksaan ulang terhadap Penerima Pinjamannya. Artikel ini termasuk ke dalam jenis penelitian normatif yang bersifat preskriptif untuk menemukan konsep baru guna menjawab isu hukum yang dihadapi dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan. Data yang digunakan dalam artikel ini merupakan data sekunder dengan bahan hukum primer yang menggunakan teknik pengumpulan data hukum kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan oleh penulis adalah teknik analisis data yang bersifat deduksi dengan metode silogisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Penerima Pinajaman yang melakukan penipuan identitas atau munculnya akun palsu yang disebabkan adanya kebocoran data pribadi dan praktik jual-beli data pribadi pada media sosial. Selain itu, munculnya akun palsu pada <em>P2P Lending</em> juga disebabkan karena Penyelenggara <em>FinTech P2P Lending</em> tidak menerapkan prinsip KYC layaknya perbankan atau melakukan pemeriksaan ulang terhadap Penerima Pinjamannya. Solusi bagi Penyelenggara <em>FinTech P2P Lending</em> yang ingin menerapkan prinsip KYC pada <em>platform P2P Lending</em> miliknya adalah dengan menggunakan <em>e-KYC</em>.</p><p>Kata Kunci: Akun palsu; <em>e-KYC</em>; <em>P2P Lending</em></p>
Title: PENERAPAN PRINSIP KYC PADA FINANCIAL TECHNOLOGY P2P LENDING YANG AKOMODATIF BAGI PERLINDUNGAN KONSUMEN
Description:
<p align="center"><em>Abstract</em></p><p><em>This article aims to know the legal problem and solution for FinTech P2P Lending Company that is not doing verification or rechecking their Borrowers.
This type of article is normative legal research that is prescriptive to find a new concept for resolving the legal problem by using the statute approach.
This article uses secondary data with primary legal material and library research.
The data analysis technique used by the author is a deduction and syllogism analysis.
The result of this research is a Borrower who committing fraud by using other person’s identity or fake account can be found because of personal data leaks dan sells personal data by social media.
Moreover, fake account on P2P Lending also caused by FinTech P2P Lending Company who is not using KYC Principles as appropriate in the bank or not rechecking their Borrowers.
A solution for FinTech P2P Lending Company who wants to apply KYC Principles in their P2P Lending platform is using e-KYC.
</em></p><p><em>Keywords: Fake accounts; e-KYC; P2P Lending</em></p><p align="center">Abstrak</p><p>Artikel ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum serta solusi bagi Penyelenggara <em>FinTech P2P Lending</em> yang tidak melakukan verifikasi atau pemeriksaan ulang terhadap Penerima Pinjamannya.
Artikel ini termasuk ke dalam jenis penelitian normatif yang bersifat preskriptif untuk menemukan konsep baru guna menjawab isu hukum yang dihadapi dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan.
Data yang digunakan dalam artikel ini merupakan data sekunder dengan bahan hukum primer yang menggunakan teknik pengumpulan data hukum kepustakaan.
Teknik analisis data yang digunakan oleh penulis adalah teknik analisis data yang bersifat deduksi dengan metode silogisme.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Penerima Pinajaman yang melakukan penipuan identitas atau munculnya akun palsu yang disebabkan adanya kebocoran data pribadi dan praktik jual-beli data pribadi pada media sosial.
Selain itu, munculnya akun palsu pada <em>P2P Lending</em> juga disebabkan karena Penyelenggara <em>FinTech P2P Lending</em> tidak menerapkan prinsip KYC layaknya perbankan atau melakukan pemeriksaan ulang terhadap Penerima Pinjamannya.
Solusi bagi Penyelenggara <em>FinTech P2P Lending</em> yang ingin menerapkan prinsip KYC pada <em>platform P2P Lending</em> miliknya adalah dengan menggunakan <em>e-KYC</em>.
</p><p>Kata Kunci: Akun palsu; <em>e-KYC</em>; <em>P2P Lending</em></p>.
Related Results
Perlindungan Hukum terhadap Lender atas Kerugian Investasi Dana dalam Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Peer-to-Peer Lending pada PT Investree
Perlindungan Hukum terhadap Lender atas Kerugian Investasi Dana dalam Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Peer-to-Peer Lending pada PT Investree
Abstract. Information technology–based funding services through peer-to-peer lending (P2P lending) have developed in Indonesia based on the 1945 Constitution of the Republic of Ind...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Prinsip-prinsip Penggembalaan Yesus dalam Injil Matius
Prinsip-prinsip Penggembalaan Yesus dalam Injil Matius
Tujuan artikel ini adalah agar setiap gembala mengetahui tentang prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dalam Injil Matius yang dapat diterapkan dalam pelayanan penggembalaan masa kin...
Perlindungan konsumen terhadap informasi yang jelas tentang produk yang dikonsumsi
Perlindungan konsumen terhadap informasi yang jelas tentang produk yang dikonsumsi
Berdasarkan Ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menyebutkan bahwa Perlindungan Konsumen adalah segala upaya yang menjamin ada...
Pengaturan Perlindungan Konsumen Berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) Terhadap Praktik Greenwashing Dalam Kerangka Agenda Pembangunan Rendah Karbon Di Indonesia
Pengaturan Perlindungan Konsumen Berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) Terhadap Praktik Greenwashing Dalam Kerangka Agenda Pembangunan Rendah Karbon Di Indonesia
Greenwashing adalah praktek pengungkapan informasi ramah lingkungan yang tidak berdasar oleh pelaku usaha, sehingga merugikan konsumen. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis ...
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PEMALSUAN OBAT
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PEMALSUAN OBAT
<p>Abstrak-Tindakan pidana pemalsuan obat semakin merajalela, disebabkan karena penanggulangan tindakan pemalsuan obat belum dikoordinasikan secara sistematis, sehingga penin...
PERAN YAYASAN LEMBAGA KONSUMEN INDONESIA (YLKI) DAN BADAN PERLINDUNGAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK ) DALAM PERLINDUNGAN KONSUMEN DI INDONESIA
PERAN YAYASAN LEMBAGA KONSUMEN INDONESIA (YLKI) DAN BADAN PERLINDUNGAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK ) DALAM PERLINDUNGAN KONSUMEN DI INDONESIA
Abstrak
Peran Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Dalam Perlindungan Konsumen Di Indonesia adalah mereka harus secara eksklusif mewakili kepentingan-kepentingan kons...

