Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KONSEP KEWARISAN BEDA AGAMA DALAM AL-QUR’AN DAN HADIS TEKS DAN KONTEKS

View through CrossRef
Abstrak Artikel ini menggali kompleksitas pewarisan harta dalam konteks meningkatnya keberagaman dan pluralitas budaya, seiring pertumbuhan penduduk yang tinggi. Masyarakat yang heterogen dari sudut pandang suku, agama, dan ras menjadi kenyataan tak terhindarkan, memperumit konsep pewarisan harta, terutama ketika melibatkan individu dari latar belakang agama yang berbeda. Implikasi mendalam terkait pewarisan harta muncul karena keberagaman agama yang terasa dalam keseharian, khususnya di kalangan umat Islam yang menganggap Al-Qur'an dan Hadis sebagai landasan utama dalam pemahaman dan implementasi prinsip-prinsip pewarisan. Artikel ini juga mencermati kemungkinan munculnya anggota keluarga dengan keyakinan yang berbeda, terutama dalam konteks muslim Indonesia pasca-Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023. Dalam mengatasi kompleksitas ini, Islam sebagai panduan utama menghadirkan tantangan ketika hidup berdampingan dengan individu yang menganut keyakinan agama yang berbeda. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami konsep pewarisan beda agama secara holistik, melibatkan kajian Al-Qur'an dan Hadis, serta konteks saat wahyu diterima. Dengan menganalisis teks dan konteks, artikel ini berusaha memberikan pemahaman yang kaya tentang nilai-nilai dalam konsep pewarisan Islam, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif terhadap harmoni dan keadilan di tengah masyarakat multireligius. Kata kunci : kewarisan, beda agama, teks dan konteks
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Title: KONSEP KEWARISAN BEDA AGAMA DALAM AL-QUR’AN DAN HADIS TEKS DAN KONTEKS
Description:
Abstrak Artikel ini menggali kompleksitas pewarisan harta dalam konteks meningkatnya keberagaman dan pluralitas budaya, seiring pertumbuhan penduduk yang tinggi.
Masyarakat yang heterogen dari sudut pandang suku, agama, dan ras menjadi kenyataan tak terhindarkan, memperumit konsep pewarisan harta, terutama ketika melibatkan individu dari latar belakang agama yang berbeda.
Implikasi mendalam terkait pewarisan harta muncul karena keberagaman agama yang terasa dalam keseharian, khususnya di kalangan umat Islam yang menganggap Al-Qur'an dan Hadis sebagai landasan utama dalam pemahaman dan implementasi prinsip-prinsip pewarisan.
Artikel ini juga mencermati kemungkinan munculnya anggota keluarga dengan keyakinan yang berbeda, terutama dalam konteks muslim Indonesia pasca-Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023.
Dalam mengatasi kompleksitas ini, Islam sebagai panduan utama menghadirkan tantangan ketika hidup berdampingan dengan individu yang menganut keyakinan agama yang berbeda.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami konsep pewarisan beda agama secara holistik, melibatkan kajian Al-Qur'an dan Hadis, serta konteks saat wahyu diterima.
Dengan menganalisis teks dan konteks, artikel ini berusaha memberikan pemahaman yang kaya tentang nilai-nilai dalam konsep pewarisan Islam, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif terhadap harmoni dan keadilan di tengah masyarakat multireligius.
Kata kunci : kewarisan, beda agama, teks dan konteks.

Related Results

PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
  Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
Kontroversi Pendekatan Sejarah dalam Kajian Hadis
Kontroversi Pendekatan Sejarah dalam Kajian Hadis
Sebagai teks yang kedua (the second text) dalam agama Islam, hadis memiliki perbedaan dengan Alquran, baik dari segi tingkat kepastian (kebenaran) teks maupun pada taraf kepastian ...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...

Back to Top