Javascript must be enabled to continue!
Idealisasi Metode Living Qur’an
View through CrossRef
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be acquired as a scientific research in al-Qur’an. Actually this method refers to phenomenology which depends its research on social phenomenon. Along this process, the normative value of al-Qur’an should be maintained too in order to get the research result of Living Qur’an to be in line with the function of al-Qur’an itself. This research endorsed the Living Qur’an to be referred to the text of Al-Qur’an for avoiding its research to be contradictive with al-Qur’an. Living Qur’an placed the social symptoms as the research object, furthermore it can bring the understanding of Qur’an to be apart from its text. After having research, it can be valued whether the social phenomenon of implementing al-Qur’an is suitable with the text or not. If the result is in line with al-Qur’an so the research can be completed. Otherwise, the research should be continued by using Living Qur’an in order to perfect the implementation of al-Qur’an. This article also shared the way to idealize the method by combining Living Qur’an with the research of text related to the research object. It’s also recommended to combine the using Living Qur’an as method to recognize the social phenomenon of implementing al-Qur’an and Living Qur’an as the way to perfect the process of implementing al-Qur’an.</p><p><strong>Keywords</strong><strong>:</strong><em> living Qur’an, phenomenology, tafsir</em></p><p> </p><p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Living Qur’an adalah salah satu metode penelitian kontemporer yang memerlukan penguatan agar semakin diakui keberadaannya sebagai salah satu proses kerja ilmiah dalam bidang Ilmu Al-Qur’an. Metode ini mengakar kepada fenomenologi yang menjadikan fenomena sosial sebagai objek penelitian. Seiring dengan pengembangannya yang semakin massif, nilai-nilai normatif dalam kajian tafsir perlu tetap dijaga agar hasil penelitiannya tetap sejalan dengan fungsi al-Qur’an sebagai pegangan hidup. Penelitian ini ingin membuktikan pentingnya Living Qur’an untuk tetap mengacu kepada teks al-Qur’an agar terhindar dari kemungkinan hasil penelitian yang berselisih dengan nilai-nilai al-Qur’an itu sendiri. Fenoemana sosial yang menjadi hasil dari kajian Living Qur’an dapat menggiring pemahaman al-Qur’an yang berbeda dengan teks al-Qur’an. Setelah ditemukan hasil penelitian Living Qur’an berupa fenomena implementasi al-Qur’an, maka hal itu dapat dijadikan sebagai dasar apakah hal tersebut sudah sejalan dengan nilai al-Qur’an atau masih dibutuhkan proses penyempurnaan agar lebih sesuai dengan al-Qur’an. Jika ada ketidaksesuaian maka proses proses penyempurnaan pengamalam nilai-nilai al-Qur’an dapat dijalankan secara simultan. Di sinilah letak proses idealisasi metode Living Qur’an. Penelitian ini merekomendasikan agar setiap kajian Living Qur’an disandingkan dengan kajian teks al-Qur’an yang berkaitan dengan tema penelitian. Langkah tersebut sekaligus memadukan antara metode Living Qur’an sebagai kajian terhadap fenomena implementasi al-Qur’an yang ada di tengah masyarakat dan Living Qur’an sebagai upaya menghidupkan al-Qur’an dalam kehidupan sosial.</p><p><strong>Kata kunci:</strong> <em>living Qur’an, fenomenologi, tafsir</em></p>
Title: Idealisasi Metode Living Qur’an
Description:
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be acquired as a scientific research in al-Qur’an.
Actually this method refers to phenomenology which depends its research on social phenomenon.
Along this process, the normative value of al-Qur’an should be maintained too in order to get the research result of Living Qur’an to be in line with the function of al-Qur’an itself.
This research endorsed the Living Qur’an to be referred to the text of Al-Qur’an for avoiding its research to be contradictive with al-Qur’an.
Living Qur’an placed the social symptoms as the research object, furthermore it can bring the understanding of Qur’an to be apart from its text.
After having research, it can be valued whether the social phenomenon of implementing al-Qur’an is suitable with the text or not.
If the result is in line with al-Qur’an so the research can be completed.
Otherwise, the research should be continued by using Living Qur’an in order to perfect the implementation of al-Qur’an.
This article also shared the way to idealize the method by combining Living Qur’an with the research of text related to the research object.
It’s also recommended to combine the using Living Qur’an as method to recognize the social phenomenon of implementing al-Qur’an and Living Qur’an as the way to perfect the process of implementing al-Qur’an.
</p><p><strong>Keywords</strong><strong>:</strong><em> living Qur’an, phenomenology, tafsir</em></p><p> </p><p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Living Qur’an adalah salah satu metode penelitian kontemporer yang memerlukan penguatan agar semakin diakui keberadaannya sebagai salah satu proses kerja ilmiah dalam bidang Ilmu Al-Qur’an.
Metode ini mengakar kepada fenomenologi yang menjadikan fenomena sosial sebagai objek penelitian.
Seiring dengan pengembangannya yang semakin massif, nilai-nilai normatif dalam kajian tafsir perlu tetap dijaga agar hasil penelitiannya tetap sejalan dengan fungsi al-Qur’an sebagai pegangan hidup.
Penelitian ini ingin membuktikan pentingnya Living Qur’an untuk tetap mengacu kepada teks al-Qur’an agar terhindar dari kemungkinan hasil penelitian yang berselisih dengan nilai-nilai al-Qur’an itu sendiri.
Fenoemana sosial yang menjadi hasil dari kajian Living Qur’an dapat menggiring pemahaman al-Qur’an yang berbeda dengan teks al-Qur’an.
Setelah ditemukan hasil penelitian Living Qur’an berupa fenomena implementasi al-Qur’an, maka hal itu dapat dijadikan sebagai dasar apakah hal tersebut sudah sejalan dengan nilai al-Qur’an atau masih dibutuhkan proses penyempurnaan agar lebih sesuai dengan al-Qur’an.
Jika ada ketidaksesuaian maka proses proses penyempurnaan pengamalam nilai-nilai al-Qur’an dapat dijalankan secara simultan.
Di sinilah letak proses idealisasi metode Living Qur’an.
Penelitian ini merekomendasikan agar setiap kajian Living Qur’an disandingkan dengan kajian teks al-Qur’an yang berkaitan dengan tema penelitian.
Langkah tersebut sekaligus memadukan antara metode Living Qur’an sebagai kajian terhadap fenomena implementasi al-Qur’an yang ada di tengah masyarakat dan Living Qur’an sebagai upaya menghidupkan al-Qur’an dalam kehidupan sosial.
</p><p><strong>Kata kunci:</strong> <em>living Qur’an, fenomenologi, tafsir</em></p>.
Related Results
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
This study aims to find out how the views of students of the study program of al-Qur'an and Tafsir of the year among 2013-2015 on the subject of tahfiz al-Qur'an . This research is...
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Al-Qur’an adalah kitab suci ummat manusia merupakan sumber utama ajaran islam dan menjadi petunjuk kehidupan manusia karena isinya mencakup segala aspek ajaran agama yang disyariat...
Pemberdayaan Masyarakat Sakinah dalam Upaya Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Kampung Sakinah
Pemberdayaan Masyarakat Sakinah dalam Upaya Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Kampung Sakinah
Seeing the high level of Qur'an illiteracy survivors in the village of Sakinah and the very limited number of teaching staff to read the Qur'an, it is necessary to have a Qur'an il...
Kemampuan Membaca Al-Qur’an Perspektif Metode Tilawati Studi Ilmu Pendidikan Islam
Kemampuan Membaca Al-Qur’an Perspektif Metode Tilawati Studi Ilmu Pendidikan Islam
Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT sebagai bukti kebenaran nabi Muhammad SAW, dengan fungsi utamanya adalah sebagai petunjuk untuk umat manusia. Al-Qur’an menceritakan banyak hal ...
Implimentasi Pendekatan Metode Kisah Qur’an Nilai Religiusdan Moral Di Ra Ar-Raudhah Anak Usia Dini Kota Sibolga Sumatera Utara
Implimentasi Pendekatan Metode Kisah Qur’an Nilai Religiusdan Moral Di Ra Ar-Raudhah Anak Usia Dini Kota Sibolga Sumatera Utara
<h1>Abstrak</h1><p>Implimentasi Pendekatan Metode Kisah Qur‟an Untuk Penanaman Moral Regilius<strong> </strong>Metode Kisah Qur‟an memberikan dampak ...
PENERAPAN METODE TAKRIR TERHADAP KEMAMPUAN HAFALAN AL-QUR’AN SANTRI MA’HAD BAITUL QUR’AN MAN TANJUNGPINANG
PENERAPAN METODE TAKRIR TERHADAP KEMAMPUAN HAFALAN AL-QUR’AN SANTRI MA’HAD BAITUL QUR’AN MAN TANJUNGPINANG
In this study, there were 3 issues raised: (1) how to apply the takrir method to the students of Ma'had Baitul Qur'an MAN Tanjungpinang; (2) how is the memorization ability of the ...
Efektivitas Metode Ummi untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Siswa di SMPN 3 Lembang
Efektivitas Metode Ummi untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Siswa di SMPN 3 Lembang
Abstrak. Rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan Islam. Berdasarkan laporan dari Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakar...

