Javascript must be enabled to continue!
Kontroversi Pendekatan Sejarah dalam Kajian Hadis
View through CrossRef
Sebagai teks yang kedua (the second text) dalam agama Islam, hadis memiliki perbedaan dengan Alquran, baik dari segi tingkat kepastian (kebenaran) teks maupun pada taraf kepastian argumen. Mengenai kepastian hadis sebagai sebuah teks suci, ia dihadapkan pada permasalahan dan fakta mengenai tidak adanya jaminan otentik yang secara eksplisit menjamin keotentikan dan kepastiannya sebagai sebuah teks suci, sebagaimana yang dimiliki oleh Alquran. Ketiadaan jaminan otentisitas teks inilah memaksa para pengkajinya untuk melakukan usaha perumusan konsep yang dapat menjamin keotentikannya. Hal inilah yang menjadi alasan perlu dilakukannya penelitian terhadap hadis ditinjau dari pendekatan sejarah. Bagaimana sebuah hadis dipahami, diterima, dan diakui statusnya sebagai sebuah hadis. Perlunya pengkajian terhadap hadis Nabi dilatarbelakangi oleh enam alasan. Alasan - alasan tersebut adalah, pertama, hadis Nabi sebagai salah satu sumber ajaran Islam. Kedua, tidak semua hadis telah tertulis pada zaman nabi. Ketiga, terjadinya manipulasi dan pemalsuan hadis. Keempat, proses penghimpunan hadis memakan waktu yang sangat lama. Kelima, banyaknya jumlah kitab hadis. Keenam, terjadinya periwayatan hadis secara makna. Alasan-alasan mengenai pentingnya penelitian terhadap hadis di atas, memberikan pemahaman bahwa alasan pertama berkaitan dengan posisi dan fungsi hadis. Sedangkan lima alasan lainnya sangat berkaitan erat dengan perjalanan sejarah atau historisitas hadis. Mengenai peranan, posisi, dan fungsi hadis terhadap Alquran, pengkajian terhadap hadis penting untuk dilakukan karena posisi hadis sebagai sumber hukum menuntut dan mengharuskan umat Islam untuk berargumentasi dengan data dan dalil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan kevalidannya. Memahami dan mempraktikkan ajaran agama harus didasarkan pada dalil-dalil yang valid dan berkualitas sahih, tidak bisa didasarkan pada dalil yang kesahihannya diragukan atau dipertanyakan. Kelima alasan lainnya merupakan kajian dari aspek historisitas hadis. Lima alasan inilah yang semakin menguatkan untuk dilakukan penelitian dan pengkajian terhadap hadis Nabi
IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Title: Kontroversi Pendekatan Sejarah dalam Kajian Hadis
Description:
Sebagai teks yang kedua (the second text) dalam agama Islam, hadis memiliki perbedaan dengan Alquran, baik dari segi tingkat kepastian (kebenaran) teks maupun pada taraf kepastian argumen.
Mengenai kepastian hadis sebagai sebuah teks suci, ia dihadapkan pada permasalahan dan fakta mengenai tidak adanya jaminan otentik yang secara eksplisit menjamin keotentikan dan kepastiannya sebagai sebuah teks suci, sebagaimana yang dimiliki oleh Alquran.
Ketiadaan jaminan otentisitas teks inilah memaksa para pengkajinya untuk melakukan usaha perumusan konsep yang dapat menjamin keotentikannya.
Hal inilah yang menjadi alasan perlu dilakukannya penelitian terhadap hadis ditinjau dari pendekatan sejarah.
Bagaimana sebuah hadis dipahami, diterima, dan diakui statusnya sebagai sebuah hadis.
Perlunya pengkajian terhadap hadis Nabi dilatarbelakangi oleh enam alasan.
Alasan - alasan tersebut adalah, pertama, hadis Nabi sebagai salah satu sumber ajaran Islam.
Kedua, tidak semua hadis telah tertulis pada zaman nabi.
Ketiga, terjadinya manipulasi dan pemalsuan hadis.
Keempat, proses penghimpunan hadis memakan waktu yang sangat lama.
Kelima, banyaknya jumlah kitab hadis.
Keenam, terjadinya periwayatan hadis secara makna.
Alasan-alasan mengenai pentingnya penelitian terhadap hadis di atas, memberikan pemahaman bahwa alasan pertama berkaitan dengan posisi dan fungsi hadis.
Sedangkan lima alasan lainnya sangat berkaitan erat dengan perjalanan sejarah atau historisitas hadis.
Mengenai peranan, posisi, dan fungsi hadis terhadap Alquran, pengkajian terhadap hadis penting untuk dilakukan karena posisi hadis sebagai sumber hukum menuntut dan mengharuskan umat Islam untuk berargumentasi dengan data dan dalil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan kevalidannya.
Memahami dan mempraktikkan ajaran agama harus didasarkan pada dalil-dalil yang valid dan berkualitas sahih, tidak bisa didasarkan pada dalil yang kesahihannya diragukan atau dipertanyakan.
Kelima alasan lainnya merupakan kajian dari aspek historisitas hadis.
Lima alasan inilah yang semakin menguatkan untuk dilakukan penelitian dan pengkajian terhadap hadis Nabi.
Related Results
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
Kontroversi dan Kritik Terhadap Hadis Riwayat Abu Hurairah
Kontroversi dan Kritik Terhadap Hadis Riwayat Abu Hurairah
Abstrak: Abu> Hurairah merupakan rija>l al-h}adis yang paling fenomenal. Dia merupakan sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis dengan jumlah 5374. Kendati kuantitas ha...
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Hadis Nabi dalam hierarki sumber hukum Islam berada pada kedudukan kedua selepas al-Quran. Hadis berfungsi untuk menjelaskan, menafsirkan apa yang terkandung dalam al-Qur...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...

