Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EKSPLORASI KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMECAHKAN SOAL OPEN-ENDED MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SENSING DAN INTUITION KONTEN MASJID CHENGHO JEMBER

View through CrossRef
This study aims to analyze students' ability in solving open-ended mathematical problems on the material of flat-sided solids using the architecture of the Cheng Ho Mosque in Jember as a learning context. The use of open-ended problems and local cultural contexts is expected to encourage in-depth mathematical thinking and increase student relevance and engagement. This study used a qualitative descriptive method with subjects of grade IX junior high school students in Jember Regency. Data were collected through open-ended problem tests integrated with the context of the mosque, in-depth interviews, and participatory observations. Data analysis focused on four stages of problem solving and students' thinking processes which were distinguished based on sensing and intuition learning styles. The results showed significant differences between the two learning styles. Students with a sensing learning style were able to go through all stages of problem solving systematically, but were identified as having weaknesses in the re-checking stage. They tend not to re-verify because of their high confidence in the accuracy of their structured calculations. In contrast, students with an intuition learning style showed a more creative approach, utilizing visualization and projection abilities without being fixated on formulas. They also managed to complete all stages well, although the calculation process was not systematic. These findings underscore the importance of encouraging accuracy through re-checking for sensing students and recognizing the effectiveness of non-formulaic approaches for intuition students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam memecahkan soal open-ended matematika pada materi bangun ruang sisi datar dengan menggunakan arsitektur Masjid Cheng Ho Jember sebagai konteks pembelajaran. Penggunaan soal open-ended dan konteks budaya lokal diharapkan dapat mendorong pemikiran matematis yang mendalam serta meningkatkan relevansi dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas IX SMP di Kabupaten Jember. Data dikumpulkan melalui tes soal open-ended yang terintegrasi konteks masjid, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif. Analisis data difokuskan pada empat tahapan pemecahan masalah serta proses berpikir siswa yang dibedakan berdasarkan gaya belajar sensing dan intuition. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua gaya belajar. Siswa dengan gaya belajar sensing mampu melalui seluruh tahapan pemecahan masalah secara sistematis, namun teridentifikasi memiliki kelemahan pada tahap pemeriksaan kembali. Mereka cenderung tidak melakukan verifikasi ulang karena keyakinan tinggi pada akurasi perhitungannya yang terstruktur. Sebaliknya, siswa dengan gaya belajar intuition menunjukkan pendekatan yang lebih kreatif, memanfaatkan kemampuan visualisasi dan proyeksi tanpa terpaku pada rumus. Mereka juga berhasil memenuhi semua tahapan dengan baik, meskipun proses perhitungannya tidak sistematis. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mendorong ketelitian melalui pengecekan ulang bagi siswa sensing dan mengakui efektivitas pendekatan non-formulaik pada siswa intuition.
Title: EKSPLORASI KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMECAHKAN SOAL OPEN-ENDED MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SENSING DAN INTUITION KONTEN MASJID CHENGHO JEMBER
Description:
This study aims to analyze students' ability in solving open-ended mathematical problems on the material of flat-sided solids using the architecture of the Cheng Ho Mosque in Jember as a learning context.
The use of open-ended problems and local cultural contexts is expected to encourage in-depth mathematical thinking and increase student relevance and engagement.
This study used a qualitative descriptive method with subjects of grade IX junior high school students in Jember Regency.
Data were collected through open-ended problem tests integrated with the context of the mosque, in-depth interviews, and participatory observations.
Data analysis focused on four stages of problem solving and students' thinking processes which were distinguished based on sensing and intuition learning styles.
The results showed significant differences between the two learning styles.
Students with a sensing learning style were able to go through all stages of problem solving systematically, but were identified as having weaknesses in the re-checking stage.
They tend not to re-verify because of their high confidence in the accuracy of their structured calculations.
In contrast, students with an intuition learning style showed a more creative approach, utilizing visualization and projection abilities without being fixated on formulas.
They also managed to complete all stages well, although the calculation process was not systematic.
These findings underscore the importance of encouraging accuracy through re-checking for sensing students and recognizing the effectiveness of non-formulaic approaches for intuition students.
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam memecahkan soal open-ended matematika pada materi bangun ruang sisi datar dengan menggunakan arsitektur Masjid Cheng Ho Jember sebagai konteks pembelajaran.
Penggunaan soal open-ended dan konteks budaya lokal diharapkan dapat mendorong pemikiran matematis yang mendalam serta meningkatkan relevansi dan keterlibatan siswa.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas IX SMP di Kabupaten Jember.
Data dikumpulkan melalui tes soal open-ended yang terintegrasi konteks masjid, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif.
Analisis data difokuskan pada empat tahapan pemecahan masalah serta proses berpikir siswa yang dibedakan berdasarkan gaya belajar sensing dan intuition.
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua gaya belajar.
Siswa dengan gaya belajar sensing mampu melalui seluruh tahapan pemecahan masalah secara sistematis, namun teridentifikasi memiliki kelemahan pada tahap pemeriksaan kembali.
Mereka cenderung tidak melakukan verifikasi ulang karena keyakinan tinggi pada akurasi perhitungannya yang terstruktur.
Sebaliknya, siswa dengan gaya belajar intuition menunjukkan pendekatan yang lebih kreatif, memanfaatkan kemampuan visualisasi dan proyeksi tanpa terpaku pada rumus.
Mereka juga berhasil memenuhi semua tahapan dengan baik, meskipun proses perhitungannya tidak sistematis.
Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mendorong ketelitian melalui pengecekan ulang bagi siswa sensing dan mengakui efektivitas pendekatan non-formulaik pada siswa intuition.

Related Results

KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
Abstrak- Penyebaran Islam di Indonesia meninggalkan keberagaman budaya akibat adanya akulturasi khususnya di Pulau Jawa. Di antaranya adalah ritual-ritual atau aktivitas asli Jawa ...
Analisis Newman’s Error Penyelesaian Soal pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar ditinjau dari Minat Belajar Siswa
Analisis Newman’s Error Penyelesaian Soal pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar ditinjau dari Minat Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Newman’s error ditinjau dari minat belajar siswa pada materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian in...
Analisis Kesulitan Level Kognitif pada Evaluasi Sumatif Mata Pelajaran Sains di Sekolah Dasar
Analisis Kesulitan Level Kognitif pada Evaluasi Sumatif Mata Pelajaran Sains di Sekolah Dasar
Kurikulum 2013 menuntut siswa berfikir kritis dengan cara mengembangkan soal HOTS, namun masih terlihat sekolah menyelesaikan penilaian hanya berupa sekumpulan tes sementara dalam ...
Evaluasi Pendidikan: Analisis Kualitas Tes Sumatif di SMP Modern Al Rifa Ie Malang
Evaluasi Pendidikan: Analisis Kualitas Tes Sumatif di SMP Modern Al Rifa Ie Malang
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal Sumatif Akhir Semester Genap Mata Pelajaran PAI kelas VIII SMP Modern Al Rifa Ie Malang Tahun Pelajaran 2023/2024. Pene...
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS IV SD
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS IV SD
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kesulitan yang dialami oleh siswa kelas IV SD Negeri 2 Wanci dalam menyelesaikan soal-soal bangun datar, (2) Mendeskripsikan faktor...
DIAGNOSTIK KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA SISWA KELAS IV MI MA’ARIF POLOREJO
DIAGNOSTIK KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA SISWA KELAS IV MI MA’ARIF POLOREJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar untuk siswa yang bergaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dalam menyelesaikan masalah kontektual, perbedaan kesu...
ANALISIS LITERASI MATEMATIKA SISWA DALAM MEMECAHKAN SOAL MATEMATIKA PISA KONTEN RUANG DAN BENTUK
ANALISIS LITERASI MATEMATIKA SISWA DALAM MEMECAHKAN SOAL MATEMATIKA PISA KONTEN RUANG DAN BENTUK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi siswa dalam memecahkan soal matematika. Penelitian ini menghasilkan deskripsi mengenai literasi matematika siswa yaitu merumusk...
Analisis Kesalahan Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi SPLTV Berdasarkan Kriteria Watson Ditinjau dari Gaya Belajar
Analisis Kesalahan Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi SPLTV Berdasarkan Kriteria Watson Ditinjau dari Gaya Belajar
Siswa yang kesulitan dalam menyelesaikankan soal cerita matematika seringkali melakukan kesalahan saat menyelesaikannya. Perbedaan gaya belajar siswa dapat berdampak pada kemampuan...

Back to Top