Javascript must be enabled to continue!
POTENSI BAHAN BAKAR SERASAH SEBAGAI INDIKATOR KERAWANAN KEBAKARAN DI KAWASAN HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG, KALIMANTAN SELATAN
View through CrossRef
This study aims to analyze the types of vegetation that dominate in the Liang Anggang Protected Forest area, South Kalimantan and study the potential of litter fuel that causes fire insecurity from the tree species that dominate in the Liang Anggang Protection Forest area, South Kalimantan. Data collection is carried out by making plots and then in each plot a litter trap is installed to determine the potential or load of the fuel, temperature and humidity measurements and calculation of the length of combustion time. Based on the results of the study, there are 4 types found that dominate in the Liang Anggang Protected Forest Area, namely Acacia, Galam, Alang-Alang and. The stand structure for the pole level shows Acacia with the highest INP value of 244.45% then Galam with INP of 55.55% and for the Acacia tree tier has an INP of 228.20% and Galam of 71.80%. Acacia has a litter that is prone to fire due to several limiting factors, namely the Load or Quantity of Fuel, the Shape and Arrangement of Fuel, and the Length of Combustion Time, the type of Galam, namely the Charge or Quantity of Fuel and the Form and Arrangement of Fuel, the type of Reeds and Ferns the limiting factor is the Water Content and Duration of Combustion Time.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis vegetasi yang mendominasi di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kalimantan Selatan serta mempelajari potensi bahan bakar serasah yang menyebabkan kerawanan kebakaran dariĀ jenis-jenis pohon yang mendominasi di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kalimantan Selatan. Pengambilan data dilakukan dengan pembuatan plot lalu disetiap plot dipasang litter trap untuk mengetahui potensi atau muatan dari bahan bakar, pengukuran suhu dan kelembaban serta penghitungan lama waktu pembakaran. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 jenis ditemukan yang mendominasi di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang yaitu Akasia, Galam, Alang-Alang dan Pakis. Struktur tegakan untuk tingkatan tiang menunjukkan Akasia dengan nilai INP tertinggi yaitu 244,45% lalu Galam dengan INP 55,55% dan untuk tingkatan pohon Akasia memiliki INP 228,20% dan Galam 71,80%.Akasia memiliki serasah yang rawan terhadap kebakaran dikarenakan beberapa faktor pembatas yaitu Muatan atau Kuantitas Bahan Bakar, Bentuk dan Susunan Bahan Bakar, dan Lamanya Waktu Pembakaran, jenis Galam yaitu Muatan atau Kuantitas Bahan Bakar dan Bentuk dan Susunan Bahan Bakar, jenis Alang-alang dan Pakis faktor pembatasnya Kadar Air dan Lamanya Waktu Pembakaran
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: POTENSI BAHAN BAKAR SERASAH SEBAGAI INDIKATOR KERAWANAN KEBAKARAN DI KAWASAN HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG, KALIMANTAN SELATAN
Description:
This study aims to analyze the types of vegetation that dominate in the Liang Anggang Protected Forest area, South Kalimantan and study the potential of litter fuel that causes fire insecurity from the tree species that dominate in the Liang Anggang Protection Forest area, South Kalimantan.
Data collection is carried out by making plots and then in each plot a litter trap is installed to determine the potential or load of the fuel, temperature and humidity measurements and calculation of the length of combustion time.
Based on the results of the study, there are 4 types found that dominate in the Liang Anggang Protected Forest Area, namely Acacia, Galam, Alang-Alang and.
The stand structure for the pole level shows Acacia with the highest INP value of 244.
45% then Galam with INP of 55.
55% and for the Acacia tree tier has an INP of 228.
20% and Galam of 71.
80%.
Acacia has a litter that is prone to fire due to several limiting factors, namely the Load or Quantity of Fuel, the Shape and Arrangement of Fuel, and the Length of Combustion Time, the type of Galam, namely the Charge or Quantity of Fuel and the Form and Arrangement of Fuel, the type of Reeds and Ferns the limiting factor is the Water Content and Duration of Combustion Time.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis vegetasi yang mendominasi di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kalimantan Selatan serta mempelajari potensi bahan bakar serasah yang menyebabkan kerawanan kebakaran dariĀ jenis-jenis pohon yang mendominasi di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kalimantan Selatan.
Pengambilan data dilakukan dengan pembuatan plot lalu disetiap plot dipasang litter trap untuk mengetahui potensi atau muatan dari bahan bakar, pengukuran suhu dan kelembaban serta penghitungan lama waktu pembakaran.
Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 jenis ditemukan yang mendominasi di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang yaitu Akasia, Galam, Alang-Alang dan Pakis.
Struktur tegakan untuk tingkatan tiang menunjukkan Akasia dengan nilai INP tertinggi yaitu 244,45% lalu Galam dengan INP 55,55% dan untuk tingkatan pohon Akasia memiliki INP 228,20% dan Galam 71,80%.
Akasia memiliki serasah yang rawan terhadap kebakaran dikarenakan beberapa faktor pembatas yaitu Muatan atau Kuantitas Bahan Bakar, Bentuk dan Susunan Bahan Bakar, dan Lamanya Waktu Pembakaran, jenis Galam yaitu Muatan atau Kuantitas Bahan Bakar dan Bentuk dan Susunan Bahan Bakar, jenis Alang-alang dan Pakis faktor pembatasnya Kadar Air dan Lamanya Waktu Pembakaran.
Related Results
RANCANGAN PENATAAN BLOK HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU
RANCANGAN PENATAAN BLOK HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU
Peningkatan jumlah penduduk di suatu wilayah mengakibatkan peningkatan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Menyadari bahwa jumlah lahan yang tersedia relatif tetap dan tidak seban...
INVENTARISASI PENGUASAAN LAHAN (TENURIAL) DI KAWASAN HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG
INVENTARISASI PENGUASAAN LAHAN (TENURIAL) DI KAWASAN HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG
Protected a whose existence is protected because it is useful in maintaining the ecosystem. De jure land in the Liang Anggang protected forest area is state-owned land, but de fact...
ANALISIS VISUAL TENTANG POLA KEBAKARAN HUTAN: STUDI KASUS MENGGUNAKAN DATA INDEKS CUACA DAN AREA TERBAKAR
ANALISIS VISUAL TENTANG POLA KEBAKARAN HUTAN: STUDI KASUS MENGGUNAKAN DATA INDEKS CUACA DAN AREA TERBAKAR
Kebakaran hutan menyebabkan kerugian yang signifikan dalam bentuk kerusakan habitat, emisi gasrumah kaca, hilangnya kehidupan satwa liar, dan bahkan hilangnya nyawa manusia. Untuk ...
Valuasi Ekonomi Hutan Lindung Liang Anggang di Banjarbaru
Valuasi Ekonomi Hutan Lindung Liang Anggang di Banjarbaru
Hutan Lindung memiliki peran penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencegah bencana ekologis, sehingga pelestarian dan pemulihannya menjadi perhatian dunia. Penelitian ...
Analisis produktifitas serasah mangrove (Rhizophora sp.) di kawasan ekowisata mangrove Lantebung Kota Makassar
Analisis produktifitas serasah mangrove (Rhizophora sp.) di kawasan ekowisata mangrove Lantebung Kota Makassar
Serasah mangrove merupakan sampah organik berupa daun, ranting, buah dan atau bunga mangrove yang sudah mengering dan berubah dari warna aslinya. Serasah mangrove memiliki peran ya...
PENGARUH IKLIM GLOBAL TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DI KOTA TERNATE
PENGARUH IKLIM GLOBAL TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DI KOTA TERNATE
Kebakaran hutan menjadi isu utama dalam pengendalian hutan dan lahan. Faktor manusia dan iklim salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan, sehingga laju kerusakan hutan semakin...
Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk
Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk
ABSTRACTThe Nganjuk District is mostly planted by forests, both protection forests and production forests with a total area of 20 333.00 ha. Forest and land fires often occur in Ng...
Alih Fungsi Lahan Kawasan Hutan Lindung (Studi Di Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung Kayu Tangi Blok I Kota Banjarbaru)
Alih Fungsi Lahan Kawasan Hutan Lindung (Studi Di Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung Kayu Tangi Blok I Kota Banjarbaru)
Alih fungsi lahan dapat diartikan sebagai berubahnya fungsi sebagian atau seluruh kawasan dari fungsinya semula, seperti direncanakan menjadi fungsi lain yang berdampak negatif ter...

