Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk

View through CrossRef
ABSTRACTThe Nganjuk District is mostly planted by forests, both protection forests and production forests with a total area of 20 333.00 ha. Forest and land fires often occur in Nganjuk District, which causes economic and environmental losses. Forest and land fires often cause haze disasters that can disrupt the activities and health of surrounding communities. The forest and land fire hazard map is needed. Making a forest and land fire hazard map of Nganjuk District is carried out with consideration of various parameters, namely: rainfall, land use, altitude, and type of forest. The analysis was carried out using spatial analysis with a scoring system of influential parameters, and from the results of the analysis 3 (three) classifications of fire hazard-prone areas were determined, namely: high hazard, moderate hazard, and low hazard. The five (5) biggest sub-districts included in the forest and high land fire hazard zones in Nganjuk District are the sub-districts: Rejoso, Lengkong, Ngluyu, Gondang, and Jatikalen. Zoning maps of forest and land fire hazards in Nganjuk District are urgently needed in the framework of mitigation, adaptation and disaster management of forest and land fires, as well as sustainable development planning in Nganjuk District. Keywords: Nganjuk, forest and land fires, hazard zone map, mitigation. ABSTRAKKawasan Kabupaten Nganjuk hutan banyak ditumbuhi oleh hutan, baik hutan lindung maupun hutan produksi dengan luas total 20 333.00  ha. Kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di Kabupaten Nganjuk, yang menyebabkan kerugian ekonomi dan lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar. Peta zonasi bahaya kebakaran hutan dan lahan sangat diperlukan. Pembuatan peta bahaya kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Nganjuk dilakukan dengan pertimbangan berbagai parameter, yaitu: curah hujan, tataguna lahan, ketinggian tempat, dan jenis hutan. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis spasial dengan sistem skoring dari parameter yang berpengaruh, dan dari hasil analisis akan ditetapkan 3 (tiga) klasifikasi daerah rawan bahaya kebakaran yaitu: bahaya tinggi, bahaya sedang, dan bahaya rendah. Lima (5) kecamatan terbesar yang termasuk zona bahaya kebakaran hutan dan lahan tinggi di Kabupaten Nganjuk adalah kecamatan-kecamatan: Rejoso, Lengkong, Ngluyu, Gondang, dan Jatikalen. Peta zonasi bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nganjuk sangat diperlukan dalam rangka mitigasi, adaptasi dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan, serta perencanaan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Nganjuk. Kata kunci: Nganjuk, kebakaran hutan dan lahan, peta zonasi bahaya, mitigasi.
Title: Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk
Description:
ABSTRACTThe Nganjuk District is mostly planted by forests, both protection forests and production forests with a total area of 20 333.
00 ha.
Forest and land fires often occur in Nganjuk District, which causes economic and environmental losses.
Forest and land fires often cause haze disasters that can disrupt the activities and health of surrounding communities.
The forest and land fire hazard map is needed.
Making a forest and land fire hazard map of Nganjuk District is carried out with consideration of various parameters, namely: rainfall, land use, altitude, and type of forest.
The analysis was carried out using spatial analysis with a scoring system of influential parameters, and from the results of the analysis 3 (three) classifications of fire hazard-prone areas were determined, namely: high hazard, moderate hazard, and low hazard.
The five (5) biggest sub-districts included in the forest and high land fire hazard zones in Nganjuk District are the sub-districts: Rejoso, Lengkong, Ngluyu, Gondang, and Jatikalen.
Zoning maps of forest and land fire hazards in Nganjuk District are urgently needed in the framework of mitigation, adaptation and disaster management of forest and land fires, as well as sustainable development planning in Nganjuk District.
Keywords: Nganjuk, forest and land fires, hazard zone map, mitigation.
ABSTRAKKawasan Kabupaten Nganjuk hutan banyak ditumbuhi oleh hutan, baik hutan lindung maupun hutan produksi dengan luas total 20 333.
00  ha.
Kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di Kabupaten Nganjuk, yang menyebabkan kerugian ekonomi dan lingkungan.
Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.
Peta zonasi bahaya kebakaran hutan dan lahan sangat diperlukan.
Pembuatan peta bahaya kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Nganjuk dilakukan dengan pertimbangan berbagai parameter, yaitu: curah hujan, tataguna lahan, ketinggian tempat, dan jenis hutan.
Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis spasial dengan sistem skoring dari parameter yang berpengaruh, dan dari hasil analisis akan ditetapkan 3 (tiga) klasifikasi daerah rawan bahaya kebakaran yaitu: bahaya tinggi, bahaya sedang, dan bahaya rendah.
Lima (5) kecamatan terbesar yang termasuk zona bahaya kebakaran hutan dan lahan tinggi di Kabupaten Nganjuk adalah kecamatan-kecamatan: Rejoso, Lengkong, Ngluyu, Gondang, dan Jatikalen.
Peta zonasi bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nganjuk sangat diperlukan dalam rangka mitigasi, adaptasi dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan, serta perencanaan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Nganjuk.
 Kata kunci: Nganjuk, kebakaran hutan dan lahan, peta zonasi bahaya, mitigasi.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS VISUAL TENTANG POLA KEBAKARAN HUTAN: STUDI KASUS MENGGUNAKAN DATA INDEKS CUACA DAN AREA TERBAKAR
ANALISIS VISUAL TENTANG POLA KEBAKARAN HUTAN: STUDI KASUS MENGGUNAKAN DATA INDEKS CUACA DAN AREA TERBAKAR
Kebakaran hutan menyebabkan kerugian yang signifikan dalam bentuk kerusakan habitat, emisi gasrumah kaca, hilangnya kehidupan satwa liar, dan bahkan hilangnya nyawa manusia. Untuk ...
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Investigasi kebakaran hutan secara proaktif memberikan pemahaman yang lebih baik kepada manajer kehutanan, kebakaran, dan penegak hukum tentang kecenderungan penyebab kebakaran hut...
Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2014 – 2018
Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2014 – 2018
This study aims to analyze: 1) Contributions and Growth of Tourism Object Levies on Nganjuk Regency Original Revenue in 2014-2018. 2) Contributions and Growth of Hotel and Restaura...
PENGARUH IKLIM GLOBAL TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DI KOTA TERNATE
PENGARUH IKLIM GLOBAL TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DI KOTA TERNATE
Kebakaran hutan menjadi isu utama dalam pengendalian hutan dan lahan. Faktor manusia dan iklim salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan, sehingga laju kerusakan hutan semakin...
Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat
Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat
Upaya dini pencegahan kebakaran telah mampu menurunkan risiko kecelakaan di lingkungan permukiman padat perkotaan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi kebutuhan masyarak...
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
AbstractIn Indonesia, forest and land fires have occurred since 1997. As if it has become an annual disaster, forest and land fires still occur, especially in the peat area. Weathe...
Advokasi Media dalam Pemberitaan Kebencanaan Hutan di Kalimantan Barat
Advokasi Media dalam Pemberitaan Kebencanaan Hutan di Kalimantan Barat
Abstract. The role of media to act as a bridge for the fire victims of forests and land areas with various parties who wish to help, both by the government and the community. Help ...

Back to Top