Javascript must be enabled to continue!
Advokasi Media dalam Pemberitaan Kebencanaan Hutan di Kalimantan Barat
View through CrossRef
Abstract. The role of media to act as a bridge for the fire victims of forests and land areas with various parties who wish to help, both by the government and the community. Help them get media law enforcement corrupt officials the fee to forest, to provide a solution and reduce a forest fire in the future especially in Indonesia. Media through the various parties want to know all the details of the incident happened in the forest fires to the reports on responsible, having vision, and may provide dokumentatif for the forest fires in indonesia. The media can, initialize the act of advocating a forest fireMedia push advocacy extend to the forest fires media, raise awareness understanding, and knowledge society in the state for law enforcement burning across areas of west Kalimantan, not through action and attitude of good and right. On the news of the Tribun pontianak who published his unattractive for examination because it involved with blazes land and forests in west Kalimantan, itself researchers try to obtain information by means of investigation the news that rises in printing media Trubun Pontianak. Because in the Tribun Pontianak a lot of issues concerning forest fire in west Kalimantan especially.
Abstrak. Peran media menjebatani para korban kebakaran hutan dan lahan dengan berbagai pihak yang hendak membantu, baik pemerintah maupun masyarakat. Media membantu menjembatani penegakan hukum yang dilakukan aparat kepada oknum yang membakar hutan, agar dapat menghasilkan solusi dan mengurangi kebakaran hutan di masa depan khususnya di Indonesia. Media menjembatani kebutuhan berbagai pihak yang ingin mengetahui segala rincian kejadian yang terjadi dalam peristiwa kebakaran hutan dengan laporan yang bertanggung jawab, memiliki visi, dan bisa dijadikan dokumentatif bagi peristiwa kebakaran hutan di Indonesia. Media dapat menginisiasi tindakan advokasi kebakaran hutan. Media mendorong advokasi yang menyeluruh terhadap peristiwa kebakaran hutan. Media membangun kesadaran, pemahaman, dan pengetahuan masyarakat dalam pemerintah atas penegakan hukum pembakaran hutan yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat, diperhatikan melalui tindakan dan sikap penanganan yang baik dan benar.Mengenai pemberitaan dari media Tribun Pontianak yang menerbitkan tulisan yang begitu menarik untuk diteliti karena menyangkut dengan kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Barat itu sendiri, peneliti mencoba untuk menggali informasi dengan cara menginvestigasi berita yang terbit di media cetak Tribun Pontianak. Karena dalam terbitan Tribun Pontianak banyak sekali terbitan mengenai kebakaran hutan khususnya di Kalimantan Barat.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Advokasi Media dalam Pemberitaan Kebencanaan Hutan di Kalimantan Barat
Description:
Abstract.
The role of media to act as a bridge for the fire victims of forests and land areas with various parties who wish to help, both by the government and the community.
Help them get media law enforcement corrupt officials the fee to forest, to provide a solution and reduce a forest fire in the future especially in Indonesia.
Media through the various parties want to know all the details of the incident happened in the forest fires to the reports on responsible, having vision, and may provide dokumentatif for the forest fires in indonesia.
The media can, initialize the act of advocating a forest fireMedia push advocacy extend to the forest fires media, raise awareness understanding, and knowledge society in the state for law enforcement burning across areas of west Kalimantan, not through action and attitude of good and right.
On the news of the Tribun pontianak who published his unattractive for examination because it involved with blazes land and forests in west Kalimantan, itself researchers try to obtain information by means of investigation the news that rises in printing media Trubun Pontianak.
Because in the Tribun Pontianak a lot of issues concerning forest fire in west Kalimantan especially.
Abstrak.
Peran media menjebatani para korban kebakaran hutan dan lahan dengan berbagai pihak yang hendak membantu, baik pemerintah maupun masyarakat.
Media membantu menjembatani penegakan hukum yang dilakukan aparat kepada oknum yang membakar hutan, agar dapat menghasilkan solusi dan mengurangi kebakaran hutan di masa depan khususnya di Indonesia.
Media menjembatani kebutuhan berbagai pihak yang ingin mengetahui segala rincian kejadian yang terjadi dalam peristiwa kebakaran hutan dengan laporan yang bertanggung jawab, memiliki visi, dan bisa dijadikan dokumentatif bagi peristiwa kebakaran hutan di Indonesia.
Media dapat menginisiasi tindakan advokasi kebakaran hutan.
Media mendorong advokasi yang menyeluruh terhadap peristiwa kebakaran hutan.
Media membangun kesadaran, pemahaman, dan pengetahuan masyarakat dalam pemerintah atas penegakan hukum pembakaran hutan yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat, diperhatikan melalui tindakan dan sikap penanganan yang baik dan benar.
Mengenai pemberitaan dari media Tribun Pontianak yang menerbitkan tulisan yang begitu menarik untuk diteliti karena menyangkut dengan kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Barat itu sendiri, peneliti mencoba untuk menggali informasi dengan cara menginvestigasi berita yang terbit di media cetak Tribun Pontianak.
Karena dalam terbitan Tribun Pontianak banyak sekali terbitan mengenai kebakaran hutan khususnya di Kalimantan Barat.
Related Results
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
Lokasi pusat-pusat pemerintahan kesultanan Melayu di Kalimantan Barat berada di sepanjang tepian sungai. Sungai menjadi faktor yang sangat penting dalam kehidupan kesultanan, yaitu...
Pemilihan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu Potensial dalam Rangka Rehabilitasi Hutan Lindung (Studi Kasus Kawasan Hutan Lindung KPHL Rinjani Barat, Nusa Tenggara Barat)
Pemilihan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu Potensial dalam Rangka Rehabilitasi Hutan Lindung (Studi Kasus Kawasan Hutan Lindung KPHL Rinjani Barat, Nusa Tenggara Barat)
Salah satu strategi dalam upaya rehabilitasi hutan lindung adalah pemilihan jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang tepat. Selain sesuai dengan lokasi yang akan direhabilitasi, je...
Kebakaran Hutan Kalimantan Barat Yang Mengakibatkan Terjadinya Kabut Asap Ekstrem Di Daerah Pontianak
Kebakaran Hutan Kalimantan Barat Yang Mengakibatkan Terjadinya Kabut Asap Ekstrem Di Daerah Pontianak
Paru – paru dunia ada di beberapa Negara didunia, meliputi hutan amazon di Brazil, hutan hujan Kongo dan Hutan tropis Indonesia. Dimana jika hutan dirusak maka paru – paru dunia ak...
METAFORA DALAM PANTUN MELAYU KALIMANTAN BARAT
METAFORA DALAM PANTUN MELAYU KALIMANTAN BARAT
Abstract Pantun is an old form of poetry in Malay literature that until now is still used actively in various activities of malay nusantara community life, including in West Kalima...
Kontrak Konservasi Sebagai Dasar Kesepakatan Desa Penyangga Wisata Alam Taman Nasional Bali Barat
Kontrak Konservasi Sebagai Dasar Kesepakatan Desa Penyangga Wisata Alam Taman Nasional Bali Barat
Pelestarian lingkungan kawasan wisata alam oleh Kesatuan Pelestarian Hutan Konservasi Taman Nasional Bali Barat saat ini telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak (mitra), s...
Penegakan Hukum Dalam Perlindungan Hutan oleh Polisi Hutan di Wilayah Kph Bali Barat Kabupaten Jembrana
Penegakan Hukum Dalam Perlindungan Hutan oleh Polisi Hutan di Wilayah Kph Bali Barat Kabupaten Jembrana
Upaya pemerintah dalam terlindungnya hutan di negara ini tentu harus menggunakan sistem penegakan hukum yang memadai, dengan memberikan peringatan tegas berupa sanksi jika ada yang...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...
Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
Uji gastropoda famili Neritidae terhadap habitatnya di ekosistem mangrove dilakukan di dua stasiun pengamatan di Pulau Tunda Serang Banten pada Januari 2014. Penelitian ini bertuju...

