Javascript must be enabled to continue!
Valuasi Ekonomi Hutan Lindung Liang Anggang di Banjarbaru
View through CrossRef
Hutan Lindung memiliki peran penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencegah bencana ekologis, sehingga pelestarian dan pemulihannya menjadi perhatian dunia. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai ekonomi Hutan Lindung Liang Anggang serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Willingness to Pay (WTP) responden pada Desember 2024–Agustus 2025. Lokasi dipilih karena Hutan Lindung Liang Anggang berfungsi sebagai salah satu tampungan air terbesar yang berperan mencegah banjir di wilayah perkotaan dan sekitarnya. Responden berjumlah 106 orang yang dipilih melalui purposive sampling di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan meliputi Contingent Valuation Method (CVM), benefit transfer, dan analisis biaya, sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi WTP dianalisis menggunakan regresi logit. Hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomi total Hutan Lindung Liang Anggang mencapai Rp451.796.101/ha/tahun. Nilai ini merepresentasikan kerugian ekonomi apabila hutan dialihfungsikan ke bentuk lain. Analisis regresi logit menunjukkan bahwa pendapatan, informasi tentang hutan Lindung, dan tanggungan berpengaruh signifikan terhadap WTP responden pada tingkat kepercayaan 95%.
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Title: Valuasi Ekonomi Hutan Lindung Liang Anggang di Banjarbaru
Description:
Hutan Lindung memiliki peran penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencegah bencana ekologis, sehingga pelestarian dan pemulihannya menjadi perhatian dunia.
Penelitian ini bertujuan menentukan nilai ekonomi Hutan Lindung Liang Anggang serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Willingness to Pay (WTP) responden pada Desember 2024–Agustus 2025.
Lokasi dipilih karena Hutan Lindung Liang Anggang berfungsi sebagai salah satu tampungan air terbesar yang berperan mencegah banjir di wilayah perkotaan dan sekitarnya.
Responden berjumlah 106 orang yang dipilih melalui purposive sampling di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.
Metode yang digunakan meliputi Contingent Valuation Method (CVM), benefit transfer, dan analisis biaya, sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi WTP dianalisis menggunakan regresi logit.
Hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomi total Hutan Lindung Liang Anggang mencapai Rp451.
796.
101/ha/tahun.
Nilai ini merepresentasikan kerugian ekonomi apabila hutan dialihfungsikan ke bentuk lain.
Analisis regresi logit menunjukkan bahwa pendapatan, informasi tentang hutan Lindung, dan tanggungan berpengaruh signifikan terhadap WTP responden pada tingkat kepercayaan 95%.
Related Results
RANCANGAN PENATAAN BLOK HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU
RANCANGAN PENATAAN BLOK HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU
Peningkatan jumlah penduduk di suatu wilayah mengakibatkan peningkatan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Menyadari bahwa jumlah lahan yang tersedia relatif tetap dan tidak seban...
Alih Fungsi Lahan Kawasan Hutan Lindung (Studi Di Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung Kayu Tangi Blok I Kota Banjarbaru)
Alih Fungsi Lahan Kawasan Hutan Lindung (Studi Di Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung Kayu Tangi Blok I Kota Banjarbaru)
Alih fungsi lahan dapat diartikan sebagai berubahnya fungsi sebagian atau seluruh kawasan dari fungsinya semula, seperti direncanakan menjadi fungsi lain yang berdampak negatif ter...
Pemilihan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu Potensial dalam Rangka Rehabilitasi Hutan Lindung (Studi Kasus Kawasan Hutan Lindung KPHL Rinjani Barat, Nusa Tenggara Barat)
Pemilihan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu Potensial dalam Rangka Rehabilitasi Hutan Lindung (Studi Kasus Kawasan Hutan Lindung KPHL Rinjani Barat, Nusa Tenggara Barat)
Salah satu strategi dalam upaya rehabilitasi hutan lindung adalah pemilihan jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang tepat. Selain sesuai dengan lokasi yang akan direhabilitasi, je...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...
IDENTIFIKASI JENIS PAKAN LEBAH MADU HUTAN (Apisdorsata) DI HUTAN LINDUNG KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) AMPANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2020
IDENTIFIKASI JENIS PAKAN LEBAH MADU HUTAN (Apisdorsata) DI HUTAN LINDUNG KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) AMPANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2020
Penelitian ini di laksanakan di Kawasan Hutan Lindung KPHL Ampang Yang berlokasi di Desa Jotang Beru dengan tujuan : mengidentifikasi Jenis vegetasi tingkat pohon dan tumbuhan bawa...
ANALISIS TINGGI MUKA AIR DAN TUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG BLOK I
ANALISIS TINGGI MUKA AIR DAN TUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG BLOK I
The Liang Anggang Block I Protected Forest Area is a forest area with the majority of land in the form of peat near the center of Banjarbaru. Peatland is an area that contains orga...
Keragaman Spesies Pohon sebagai Karakteristik Lansekap Hutan Lindung Bukit Rigis (Studi Kasus: Areal Kelola Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Bina Wana)
Keragaman Spesies Pohon sebagai Karakteristik Lansekap Hutan Lindung Bukit Rigis (Studi Kasus: Areal Kelola Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Bina Wana)
Lanskap dikenal dengan karakteristik bentang alam yang didominasi oleh hutan yang wilayahnya meliputi dari daerah hulu hingga ke bagian hilir dari suatu Daerah Aliran Sungai (DAS)....
Penetapan Pola Rehabilitasi Pemulihan Fungsi Ekosistem Hutan Lindung Gambut Sungai Bram Itam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi
Penetapan Pola Rehabilitasi Pemulihan Fungsi Ekosistem Hutan Lindung Gambut Sungai Bram Itam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi
Seluas 5.000 hektare areal hutan lindung gambut Sungai Bram Itam telah mengalami alih fungsi menjadi lahan pertanian dan perkebunan yang didominasi oleh perkebunan sawit, pinang, d...

