Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS RUTE TRANSPORTASI SAMPAH KOTA BAUBAU MENGGUNAKAN SAVING HEURISTIC

View through CrossRef
Masalah persampahan di Kota Baubau adalah banyaknyak timbulan sampah yang terdapat di jalan-jalan sebagai akibat dari ketidakmampuan bak sampah dalam menampung sampah masyarakat. Target yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pola rute transportasi pengangkutan sampah yang efektif sehingga berimplikasi terhadap penurunan biaya operasional yang harus ditanggung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau. Metode yang digunakan adalah metode saving heuristic. Hasil penelitian diperoleh pada jalur 1 Kecamatan Murhum untuk rute sekali pelayanan sejauh 27,00 km dengan biaya operasional Rp 27.500,00/hari, rute dua kali pelayanan sejauh 50,62 km dengan biaya operasional Rp 44.000,00/hari dan rute tiga kali pelayanan sejauh 74,05 km dengan biaya operasional Rp 66.000,00/hari. Jalur 2 Kecamatan Murhum untuk rute sekali pelayanan sejauh 24,47 km dengan biaya operasional Rp 27.500,00/hari, rute dua kali pelayanan sejauh 25,88 km dengan biaya operasional Rp 44.000,00/hari dan rute tiga kali pelayanan sejauh 71,58 km dengan biaya operasional Rp 66.000,00/hari. Sedangkan Kecamatan Batupoaro, rute sekali pelayanan sejauh 26,21 km dengan biaya operasional Rp 27.500,00/hari, rute dua kali pelayanan sejauh 46,44 km dengan biaya operasional Rp 44.000,00/hari dan rute tiga kali pelayanan sejauh 68,49 km dengan biaya operasional Rp 60.500,00/hari.
Title: ANALISIS RUTE TRANSPORTASI SAMPAH KOTA BAUBAU MENGGUNAKAN SAVING HEURISTIC
Description:
Masalah persampahan di Kota Baubau adalah banyaknyak timbulan sampah yang terdapat di jalan-jalan sebagai akibat dari ketidakmampuan bak sampah dalam menampung sampah masyarakat.
Target yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pola rute transportasi pengangkutan sampah yang efektif sehingga berimplikasi terhadap penurunan biaya operasional yang harus ditanggung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau.
Metode yang digunakan adalah metode saving heuristic.
Hasil penelitian diperoleh pada jalur 1 Kecamatan Murhum untuk rute sekali pelayanan sejauh 27,00 km dengan biaya operasional Rp 27.
500,00/hari, rute dua kali pelayanan sejauh 50,62 km dengan biaya operasional Rp 44.
000,00/hari dan rute tiga kali pelayanan sejauh 74,05 km dengan biaya operasional Rp 66.
000,00/hari.
Jalur 2 Kecamatan Murhum untuk rute sekali pelayanan sejauh 24,47 km dengan biaya operasional Rp 27.
500,00/hari, rute dua kali pelayanan sejauh 25,88 km dengan biaya operasional Rp 44.
000,00/hari dan rute tiga kali pelayanan sejauh 71,58 km dengan biaya operasional Rp 66.
000,00/hari.
Sedangkan Kecamatan Batupoaro, rute sekali pelayanan sejauh 26,21 km dengan biaya operasional Rp 27.
500,00/hari, rute dua kali pelayanan sejauh 46,44 km dengan biaya operasional Rp 44.
000,00/hari dan rute tiga kali pelayanan sejauh 68,49 km dengan biaya operasional Rp 60.
500,00/hari.

Related Results

SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan ...
Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan-EHRA (Fasilitas dan Perilaku Warga Perumahan Karanglo Indah) Terhadap Sampah Rumah Tangga
Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan-EHRA (Fasilitas dan Perilaku Warga Perumahan Karanglo Indah) Terhadap Sampah Rumah Tangga
Perumahan Karanglo Indah, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur adalah salah satu perumahan menengah dengan beberapa masalah terkait dengan layanan sampah ...
Pengembangan Kapasitas Bank Sampah untuk Mereduksi Sampah di Kota Tanjungpinang
Pengembangan Kapasitas Bank Sampah untuk Mereduksi Sampah di Kota Tanjungpinang
Tingginya tingkat perkembangan penduduk dan pertambahan jumlah penduduk mengakibatkan semakin banyaknya sampah yang dihasilkan yang bersumber dari sumber timbulan sampah yaitu samp...
PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS BANK SAMPAH MELALUI PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF
PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS BANK SAMPAH MELALUI PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF
Sampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Masalah sampah timbul dengan adan...
PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN SELATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN SELATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Abstrak Sebagai Institusi Perguruan Tinggi, Universitas Tanjungpura memiliki mahasiswa reguler maupun nonreguler, dosen tetap dan dosen tidak tetap, serta pegawai administrasi di s...
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
Evaluasi Angkutan Sampah Pada Kecamatan Langsa Baro
Evaluasi Angkutan Sampah Pada Kecamatan Langsa Baro
Kecamatan Langsa Baro merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Langsa. Seperti kota pada umumnya, Kota Langsa juga menghasilkan sampah tiap tahunnya yang bersumber dari berb...

Back to Top