Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peran Pekerja Sosial dalam membentuk kemandirian Penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang

View through CrossRef
Penyandang disabilitas netra merupakan seseorang yang mengalami keterbatasan dalam penglihatan. Di Jawa Timor terdapat 5.987 penyandang disabilitas netra. Oleh karena keterbatasan yang dimiliki, penyandang disabilitas netra memerlukan pendampingan dan bimbingan yang tepat dari, agar dapat mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari (activity of daily living). Sehingga sangat penting untuk mengetahui bagaimanakah peran yang dijalankan dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas netra. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran dalam membentuk kamandirian penyandang disabilitas netra, studi kasus di unit pelaksana tehnik Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang atau UPT RSBN.  Penelitian ini merupakan jenis peneitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus atau case study. Tehnik dalam pengumpulan data yang digunakan yakni: observasi, wawancara dan doumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, di RSBN Malang telah melakukan perannya secara optimal. Peran yang dimaksud yakni sebagai edukator, motivator, konselor, mediator dan fasilitator dalam mendampingi penyandang disabilitas netra. Namun terdapat beberapa masalah yang menjadi faktor pengahambatnya,  antara lain tidak adanya dukungan dari keluarga klien sehingga komunikasi antara klien dengan keluarga yang tidak terjalin dengan baik. Penggunaan gawai yang berlebihan sehingga sulit untuk disiplin dan fokus dalam aktifitas lainnya. Menyikapi hal tersebut pekerja sosial kemudian melakukan pendekatan, konsultasi dan motivasi pada klien dan keluarga. Pemerintah perlu kiranya agar mendorong pihak agar mampu memberikan edukasi terhadap keluarga klien dan masyarakat agar dalam menerima dan membantu para penyandang disabilitas netra.
Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Yogyakarta
Title: Peran Pekerja Sosial dalam membentuk kemandirian Penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang
Description:
Penyandang disabilitas netra merupakan seseorang yang mengalami keterbatasan dalam penglihatan.
Di Jawa Timor terdapat 5.
987 penyandang disabilitas netra.
Oleh karena keterbatasan yang dimiliki, penyandang disabilitas netra memerlukan pendampingan dan bimbingan yang tepat dari, agar dapat mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari (activity of daily living).
Sehingga sangat penting untuk mengetahui bagaimanakah peran yang dijalankan dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas netra.
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran dalam membentuk kamandirian penyandang disabilitas netra, studi kasus di unit pelaksana tehnik Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang atau UPT RSBN.
  Penelitian ini merupakan jenis peneitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus atau case study.
Tehnik dalam pengumpulan data yang digunakan yakni: observasi, wawancara dan doumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian, di RSBN Malang telah melakukan perannya secara optimal.
Peran yang dimaksud yakni sebagai edukator, motivator, konselor, mediator dan fasilitator dalam mendampingi penyandang disabilitas netra.
Namun terdapat beberapa masalah yang menjadi faktor pengahambatnya,  antara lain tidak adanya dukungan dari keluarga klien sehingga komunikasi antara klien dengan keluarga yang tidak terjalin dengan baik.
Penggunaan gawai yang berlebihan sehingga sulit untuk disiplin dan fokus dalam aktifitas lainnya.
Menyikapi hal tersebut pekerja sosial kemudian melakukan pendekatan, konsultasi dan motivasi pada klien dan keluarga.
Pemerintah perlu kiranya agar mendorong pihak agar mampu memberikan edukasi terhadap keluarga klien dan masyarakat agar dalam menerima dan membantu para penyandang disabilitas netra.

Related Results

PELATIHAN STRATEGI PENINGKATAN PENJUALAN DALAM BERWIRAUSAHA BAGI PENYANDANG DISABILITAS KOTA LUBUKLINGGAU
PELATIHAN STRATEGI PENINGKATAN PENJUALAN DALAM BERWIRAUSAHA BAGI PENYANDANG DISABILITAS KOTA LUBUKLINGGAU
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia pada 2020 adalah 22,5 juta. Sementara Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 2020 mencatat ada 28,05 juta...
ANALISIS HUKUM ISLAM DAN UU NO. 8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS TERHADAP PERSOALAN PEMENUHAN HAK ANAK PENYANDANG DISABILITAS
ANALISIS HUKUM ISLAM DAN UU NO. 8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS TERHADAP PERSOALAN PEMENUHAN HAK ANAK PENYANDANG DISABILITAS
Hak anak adalah hak dasar yang wajib diberikan dan didapatkan oleh anak meliputi anak usia dini dan juga remaja. Hak anak ini berlaku baik bagi anak penyandang disabilitas maupun a...
HAK PENDIDIKAN PENYANDANG DISABILITAS DI JAWA TIMUR
HAK PENDIDIKAN PENYANDANG DISABILITAS DI JAWA TIMUR
Penyandang disabilitas di Indonesia, sebagian besar hidup dalam kondisi rentan dan pengurangan atau penghilangan hak penyandang disabilitas.Untuk mewujudkan kesamaan hak dan kesemp...
Posbindu Disabilitas
Posbindu Disabilitas
Posbindu disabilitas merupakan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat yang dilaksanakan dari dan oleh masyarakat disabilitas dan pendampingnya, baik promotif, preventif, kuratif dan r...
Informasi Skill dan Penyandang Disabilitas Netra BRSPDSN Tan Miyat
Informasi Skill dan Penyandang Disabilitas Netra BRSPDSN Tan Miyat
 Hasil penelitian menunjukan faktor yang mendorong kebutuhan informasi penyandang disabilitas netra BRSPDSN Tan Miyat dilandasi 3 hal yaitu faktor pribadi, peran sosial, dan lingku...

Back to Top