Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NEO-SKEPTISISME MICHAEL COOK DAN NORMAN CALDER TERHADAP HADIS NABI MUHAMMAD

View through CrossRef
Abstract: This writing studies the ideas of renewed skepticism of Michael Cook and of Norman Calder to the prophetic hadith and to the validity of common link theory. By using the method of comparative analysis, it is found that Cook and Calder are highly skeptical to the prophetic hadith and to the validity of common link theory. Cook and Calder's skepticism even exceed Goldziher's and Schacht's skepticism. Cook and Calder say that common link phenomenon did not indicate that a certain hadith is originated from a key or a common transmitter, but it is the result of a different scenario of the spread of isnād and the result of competition of isnād criticism in the schools of Islamic law (madzāhib) in early Islamic society. Both Cook and Calder hesitate the truth and the validity of common link theory. Therefore, according to them, common link method cannot be used to trace the origin, provenance, and authorship of early hadith.Abstrak: Tulisan ini mengkaji ide-ide neo skeptisisme Michael Cook dan Norman Calder terhadap hadis Muhammad. dan terhadap validitas teori common link. Dengan menggunakan metode analisa komparatif, ditemukan bahwa Cook dan Calder sangat skeptis terhadap hadis Nabi Muhammad. Terhadap validitas teori common link. Skeptisisme Cook dan Calder bahkan melebihi skeptisisme Goldziher dan Schacht. Cook dan Calder berpendapat bahwa fenomena common link tidak menunjukkan bahwa sebuah hadis tertentu itu bersumber dari seorang periwayat kunci atau periwayat bersama, tetapi ia merupakan akibat dari skenario yang berbeda mengenai penyebaran isnād dan akibat dari kompetisi isnād di berbagai aliran fikih Islam (madhāhib) dalam masyarakat Islam awal. Baik Cook dan Calder sama-sama meragukan kebenaran dan validitas teori common link. Oleh karena itu, menurut mereka, metode common link tidak dapat digunakan untuk menelusuri asal mula, sumber dan ke­pengarangan hadis di masa awal.
UIN Walisongo Semarang
Title: NEO-SKEPTISISME MICHAEL COOK DAN NORMAN CALDER TERHADAP HADIS NABI MUHAMMAD
Description:
Abstract: This writing studies the ideas of renewed skepticism of Michael Cook and of Norman Calder to the prophetic hadith and to the validity of common link theory.
By using the method of comparative analysis, it is found that Cook and Calder are highly skeptical to the prophetic hadith and to the validity of common link theory.
Cook and Calder's skepticism even exceed Goldziher's and Schacht's skepticism.
Cook and Calder say that common link phenomenon did not indicate that a certain hadith is originated from a key or a common transmitter, but it is the result of a different scenario of the spread of isnād and the result of competition of isnād criticism in the schools of Islamic law (madzāhib) in early Islamic society.
Both Cook and Calder hesitate the truth and the validity of common link theory.
Therefore, according to them, common link method cannot be used to trace the origin, provenance, and authorship of early hadith.
Abstrak: Tulisan ini mengkaji ide-ide neo skeptisisme Michael Cook dan Norman Calder terhadap hadis Muhammad.
dan terhadap validitas teori common link.
Dengan menggunakan metode analisa komparatif, ditemukan bahwa Cook dan Calder sangat skeptis terhadap hadis Nabi Muhammad.
Terhadap validitas teori common link.
Skeptisisme Cook dan Calder bahkan melebihi skeptisisme Goldziher dan Schacht.
Cook dan Calder berpendapat bahwa fenomena common link tidak menunjukkan bahwa sebuah hadis tertentu itu bersumber dari seorang periwayat kunci atau periwayat bersama, tetapi ia merupakan akibat dari skenario yang berbeda mengenai penyebaran isnād dan akibat dari kompetisi isnād di berbagai aliran fikih Islam (madhāhib) dalam masyarakat Islam awal.
Baik Cook dan Calder sama-sama meragukan kebenaran dan validitas teori common link.
Oleh karena itu, menurut mereka, metode common link tidak dapat digunakan untuk menelusuri asal mula, sumber dan ke­pengarangan hadis di masa awal.

Related Results

PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
Kontroversi Pendekatan Sejarah dalam Kajian Hadis
Kontroversi Pendekatan Sejarah dalam Kajian Hadis
Sebagai teks yang kedua (the second text) dalam agama Islam, hadis memiliki perbedaan dengan Alquran, baik dari segi tingkat kepastian (kebenaran) teks maupun pada taraf kepastian ...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Hadis Nabi dalam hierarki sumber hukum Islam berada pada kedudukan kedua selepas al-Quran. Hadis berfungsi untuk menjelaskan, menafsirkan apa yang terkandung dalam al-Qur...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...
NAZAM LAM YAHTALIM DALAM PERSPEKTIF HADIS
NAZAM LAM YAHTALIM DALAM PERSPEKTIF HADIS
Nazam merupakan salah satu bagian dari keseniaan yang mengandung nilai-nilai kegamaan baik dalam sastra arab maupun lainnya. Nazam yang sering dibaca oleh orang Aceh terutama di po...

Back to Top