Javascript must be enabled to continue!
Kajian Penerapan Split Level pada Bangunan Permukiman Ilegal di Bantaran Sungai Cakung Jakarta
View through CrossRef
Fenomena relokasi pemukiman liar merupakan permasalahan yang kompleks. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah relokasi ke Rusunawa yang terjadi di Kampung Pulo Jakarta Timur pada 20 Agustus 2015. Kebijakan relokasi berdampak positif pada normalisasi bantaran sungai dan negatif bagi masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal. Kebijakan pemerintah akan relokasi permukiman ilegal ke rumah susun belum optimal dikatakan kebutuhan hunian, harus terus dievaluasi desain rumah susun atau perlunya perencanaan desain baru untuk menjawab kebutuhan hunian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi tata ruang wilayah permukiman bantaran sungai Kampung Baru Jakarta Timur dan menciptakan suatu metode pelaksanaan desain Split Level pada permukiman bantaran sungai Kampung Baru Jakarta Timur. Dalam mengkaji design split level pada permukiman ini metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, design survey, dan pengumpulan data kepustakaan. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap. Tahap satu yaitu observasi, dan wawancara untuk menarik data, setelah data terkumpul langkah selanjutnya analisis dari data tersebut. Kampung Baru Jakarta Timur merupakan salah satu permukiman liar permukiman ilegal di Jakarta. Dengan kajian penerapan desain split level pada kawasan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tempat permukiman liar di dataran banjir Kampung Baru Jakarta Timur. Hasil penelitian berupa rancangan dan diagram tentang implementasi rancangan split level management.
Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Title: Kajian Penerapan Split Level pada Bangunan Permukiman Ilegal di Bantaran Sungai Cakung Jakarta
Description:
Fenomena relokasi pemukiman liar merupakan permasalahan yang kompleks.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah relokasi ke Rusunawa yang terjadi di Kampung Pulo Jakarta Timur pada 20 Agustus 2015.
Kebijakan relokasi berdampak positif pada normalisasi bantaran sungai dan negatif bagi masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal.
Kebijakan pemerintah akan relokasi permukiman ilegal ke rumah susun belum optimal dikatakan kebutuhan hunian, harus terus dievaluasi desain rumah susun atau perlunya perencanaan desain baru untuk menjawab kebutuhan hunian.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi tata ruang wilayah permukiman bantaran sungai Kampung Baru Jakarta Timur dan menciptakan suatu metode pelaksanaan desain Split Level pada permukiman bantaran sungai Kampung Baru Jakarta Timur.
Dalam mengkaji design split level pada permukiman ini metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, design survey, dan pengumpulan data kepustakaan.
Penelitian dilakukan dalam 2 tahap.
Tahap satu yaitu observasi, dan wawancara untuk menarik data, setelah data terkumpul langkah selanjutnya analisis dari data tersebut.
Kampung Baru Jakarta Timur merupakan salah satu permukiman liar permukiman ilegal di Jakarta.
Dengan kajian penerapan desain split level pada kawasan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tempat permukiman liar di dataran banjir Kampung Baru Jakarta Timur.
Hasil penelitian berupa rancangan dan diagram tentang implementasi rancangan split level management.
Related Results
Kerentanan Bangunan di Wilayah Bencana Banjir Kecamatan Cakung Jakarta Timur
Kerentanan Bangunan di Wilayah Bencana Banjir Kecamatan Cakung Jakarta Timur
Abstrak : Adanya bencana banjir DKI Jakarta yang terulang setiap musim hujan tiba menimbulkan dampak negatif terutama pada fisik bangunan dikawasan rawan banjir di wilayah Kecamata...
pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kajian Sanitasi Lingkungan Pemukiman di Bantaran Sungai Musi Kota Palembang
Kajian Sanitasi Lingkungan Pemukiman di Bantaran Sungai Musi Kota Palembang
Latar belakang: Budaya membangun rumah di bantaran sungai apabila tidak diiringi dengan pemeliharaan sanitasi lingkungan, berpotensi mengakibatkan pencemaran sungai. Kondisi ini ju...
IDENTIFIKASI POLA SPASIAL PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI MARTAPURA DI KAWASAN KOTA BANJARMASIN
IDENTIFIKASI POLA SPASIAL PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI MARTAPURA DI KAWASAN KOTA BANJARMASIN
Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan jumlah kebutuhan ruang yang diperlukan untuk tempat tinggal, fasilitas umum, dan infrastruktur lainnya. Sementara itu, peningkat...
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
<p class="Style1">Kawasan permukiman kumuh merupakan kawasan yang terabaikan dari pembangunan kota dengan kondisi lingkungan permukiman yang mengalami penurunan kualitas fisi...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
Penertiban Bangunan Liar di Bantaran Sungai Sail Kota Pekanbaru
Penertiban Bangunan Liar di Bantaran Sungai Sail Kota Pekanbaru
Merujuk Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2001 tentang Pembangunan dan Pengawasan Tata Kelola Pemerintah Daerah Diperkuat dengan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru No. 1 Tahun 2010 ten...

