Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IDENTIFIKASI POLA SPASIAL PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI MARTAPURA DI KAWASAN KOTA BANJARMASIN

View through CrossRef
Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan jumlah kebutuhan ruang yang diperlukan untuk tempat tinggal, fasilitas umum, dan infrastruktur lainnya. Sementara itu, peningkatan jumlah ruang dapat memicu pertumbuhan dan perkembangan sebuah kawasan, baik dari segi pembangunan fisik maupun ekonomi, sehingga kawasan tersebut mengalami transformasi yang signifikan. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan pola spasial permukiman pada sebuah kawasan. Fenomena ini memengaruhi pertumbuhan pola spasial permukiman pada sebua kawasan yang dibentuk dari karakteristik elemen pembentuk permukiman diantaranya alam, manusia, masyarakat, bangunan, dan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pola spasial permukiman bantaran Sungai Martapura di Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan ialah kualitatif. Analisis spasial dilakukan terhadap data yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan penduduk lokal. Hasil analisis menemukan empat pola spasial permukiman di bantaran Sungai Martapura, yaitu: pola linier satu sisi, pola linier dua sisi, pola curvalinier, dan pola acak tidak beraturan. Pola acak tidak beraturan merupakan pola spasial unik, yang memberikan gambaran tentang dinamika pola spasial permukiman bantaran Sungai Martapura di Kota Banjarmasin. Hasil penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi yang lebih efektif dalam pelestarian lingkungan sungai, pengelolaan risiko bencana, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di bantaran sungai.
Title: IDENTIFIKASI POLA SPASIAL PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI MARTAPURA DI KAWASAN KOTA BANJARMASIN
Description:
Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan jumlah kebutuhan ruang yang diperlukan untuk tempat tinggal, fasilitas umum, dan infrastruktur lainnya.
Sementara itu, peningkatan jumlah ruang dapat memicu pertumbuhan dan perkembangan sebuah kawasan, baik dari segi pembangunan fisik maupun ekonomi, sehingga kawasan tersebut mengalami transformasi yang signifikan.
Hal ini mempengaruhi pertumbuhan pola spasial permukiman pada sebuah kawasan.
Fenomena ini memengaruhi pertumbuhan pola spasial permukiman pada sebua kawasan yang dibentuk dari karakteristik elemen pembentuk permukiman diantaranya alam, manusia, masyarakat, bangunan, dan jaringan.
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pola spasial permukiman bantaran Sungai Martapura di Kota Banjarmasin.
Metode yang digunakan ialah kualitatif.
Analisis spasial dilakukan terhadap data yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan penduduk lokal.
Hasil analisis menemukan empat pola spasial permukiman di bantaran Sungai Martapura, yaitu: pola linier satu sisi, pola linier dua sisi, pola curvalinier, dan pola acak tidak beraturan.
Pola acak tidak beraturan merupakan pola spasial unik, yang memberikan gambaran tentang dinamika pola spasial permukiman bantaran Sungai Martapura di Kota Banjarmasin.
Hasil penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi yang lebih efektif dalam pelestarian lingkungan sungai, pengelolaan risiko bencana, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di bantaran sungai.

Related Results

pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
<p class="Style1">Kawasan permukiman kumuh merupakan kawasan yang terabaikan dari pembangunan kota dengan kondisi lingkungan permukiman yang mengalami penurunan kualitas fisi...
Kajian Sanitasi Lingkungan Pemukiman di Bantaran Sungai Musi Kota Palembang
Kajian Sanitasi Lingkungan Pemukiman di Bantaran Sungai Musi Kota Palembang
Latar belakang: Budaya membangun rumah di bantaran sungai apabila tidak diiringi dengan pemeliharaan sanitasi lingkungan, berpotensi mengakibatkan pencemaran sungai. Kondisi ini ju...
TIPOLOGI POLA TATA LETAK RUMAH PADA PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN
TIPOLOGI POLA TATA LETAK RUMAH PADA PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN
Permukiman tepian sungai merupakan sebuah ciri khas dalam konteks kelokalan yang menjadi daya tarik tersendiri dari Kota Banjarmasin. Pada perkembangannya sekarang permukiman tepia...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
Identifikasi Pola Permukiman dan Saluran Pemasaran Pertanian Komoditi Hortikultura di Kecamatan Suliki
Identifikasi Pola Permukiman dan Saluran Pemasaran Pertanian Komoditi Hortikultura di Kecamatan Suliki
Pola permukiman yang ada di pedesaan akan mempengaruhi bagaimana distribusi hasil pertanian dilakukan. Pola permukiman yang efisien dan strategis dapat mempengaruhi aksesibilitas p...
PENATAAN KAWASAN TEPI SUNGAI DI KOTA SINTANG DARI PERSPEKTIF SENENTANG
PENATAAN KAWASAN TEPI SUNGAI DI KOTA SINTANG DARI PERSPEKTIF SENENTANG
Senentang merupakan sebutan bagi sebuah tempat, yang lama-kelamaan berubah menjadi Sintang, yaitu nama dari Ibu Kota Kabupaten Sintang di Kawasan Timur Kalimantan Barat. Arti kata ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

Back to Top