Javascript must be enabled to continue!
Pola Sebaran Permukiman Terdampak Lumpur Lapindo Sidoarjo
View through CrossRef
Bencana lumpur lapindo merupakan peristiwa semburan lumpur panas yang terjadi sejak 29 Mei 2006, yang mana bencana tersebut menimbulkan berbagai permasalahan seperti tergenangnya kawasan permukiman penduduk, pertanian, perubahan pola permukiman penduduk, keterbatasan penyediaan perumahan, dan migrasi. Dalam penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pola sebaran permukiman penduduk terdampak lumpur lapindo dengan mengambil wilayah kajian pada 16 desa/kelurahan terdampak lumpur lapindo diantaranya Desa Besuki, Desa Gempolsari, Desa Glagaharum, Desa Kalisampurno, Desa Kalitengah, Desa Keboguyang, Desa Kedungbendo, Desa Kedungcangkring, Kelurahan Gedang, Kelurahan Jatirejo, Kelurahan Mindi, Kelurahan Porong, Kelurahan Siring, Desa Ketapang, Desa Pejarakan, dan Desa Renokenonggo. Dengan mengetahui pola permukiman diharapkan mampu membantu dalam proses pemerataan pembangunan kawasan permukiman oleh pemangku kepentingan.dengan hasil analisis pola sebaran Meteode penelitian yang digunakan yakni metode kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis Nearest Neighbour Analysis menggunakan software ArcMap 10.4. yang selanjutnya hasil ahir penelitian ini akan diketahui pola sebaran permukiman penduduk terdampak lumpur lapindo. Hasil penelitian ini menunjukan pola permukiman terdampak lumpur lapindo terdiri atas 2 (dua) pola permukiman yakni mengelompok dan acak dengan nilai indeks NNR yang bervariasi. Pola Permukiman didominasi oleh pola permukiman mengelompok (Clustered) yakni terdapat pada Desa Besuki, Desa Gempolsari, Desa Glagaharum, Desa Keboguyang, Desa Kedungcangkring, Kelurahan Gedang, Kelurahan Mindi, Kelurahan Porong, Ketapang dengan nilai NNR tertinggi pada pola permukiman mengelompok yakni pada Kelurahan Gedang sebesar 0,68 dan nilai NNR terendah terdapat pada Desa Besuki sebesar 0,25 sedangkan untuk pola permukiman acak (random) terdapat pada Desa Kalitengah dengan nilai NNR 0,87 dan Desa Keboguyang dengan nilai NNR 0,80.
Institut Teknologi Kalimantan
Title: Pola Sebaran Permukiman Terdampak Lumpur Lapindo Sidoarjo
Description:
Bencana lumpur lapindo merupakan peristiwa semburan lumpur panas yang terjadi sejak 29 Mei 2006, yang mana bencana tersebut menimbulkan berbagai permasalahan seperti tergenangnya kawasan permukiman penduduk, pertanian, perubahan pola permukiman penduduk, keterbatasan penyediaan perumahan, dan migrasi.
Dalam penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pola sebaran permukiman penduduk terdampak lumpur lapindo dengan mengambil wilayah kajian pada 16 desa/kelurahan terdampak lumpur lapindo diantaranya Desa Besuki, Desa Gempolsari, Desa Glagaharum, Desa Kalisampurno, Desa Kalitengah, Desa Keboguyang, Desa Kedungbendo, Desa Kedungcangkring, Kelurahan Gedang, Kelurahan Jatirejo, Kelurahan Mindi, Kelurahan Porong, Kelurahan Siring, Desa Ketapang, Desa Pejarakan, dan Desa Renokenonggo.
Dengan mengetahui pola permukiman diharapkan mampu membantu dalam proses pemerataan pembangunan kawasan permukiman oleh pemangku kepentingan.
dengan hasil analisis pola sebaran Meteode penelitian yang digunakan yakni metode kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis Nearest Neighbour Analysis menggunakan software ArcMap 10.
4.
yang selanjutnya hasil ahir penelitian ini akan diketahui pola sebaran permukiman penduduk terdampak lumpur lapindo.
Hasil penelitian ini menunjukan pola permukiman terdampak lumpur lapindo terdiri atas 2 (dua) pola permukiman yakni mengelompok dan acak dengan nilai indeks NNR yang bervariasi.
Pola Permukiman didominasi oleh pola permukiman mengelompok (Clustered) yakni terdapat pada Desa Besuki, Desa Gempolsari, Desa Glagaharum, Desa Keboguyang, Desa Kedungcangkring, Kelurahan Gedang, Kelurahan Mindi, Kelurahan Porong, Ketapang dengan nilai NNR tertinggi pada pola permukiman mengelompok yakni pada Kelurahan Gedang sebesar 0,68 dan nilai NNR terendah terdapat pada Desa Besuki sebesar 0,25 sedangkan untuk pola permukiman acak (random) terdapat pada Desa Kalitengah dengan nilai NNR 0,87 dan Desa Keboguyang dengan nilai NNR 0,80.
Related Results
Bencana Lumpur Lapindo: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough (<em>Lapindo Mud Disaster: Critical Discourse Analysis of Norman Fairclough</em>)
Bencana Lumpur Lapindo: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough (<em>Lapindo Mud Disaster: Critical Discourse Analysis of Norman Fairclough</em>)
Penelitian ini menjelaskan hubungan antara PT Lapindo Brantas dan masyarakat terdampak lumpur di Sidoarjo yang dibentuk oleh VIVAnews.co.id. Teori yang digunakan adalah Analisis Wa...
PENENTUAN CAMPURAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR DAN SEMEN DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK RAMAH LINGKUNGAN
PENENTUAN CAMPURAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR DAN SEMEN DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK RAMAH LINGKUNGAN
Lumpur Lapindo (LL) atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) merupakan lumpur panas, yang pemanfaatannya sangat terbatas dan menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang cukup besar. ...
Identifikasi Pola Permukiman dan Saluran Pemasaran Pertanian Komoditi Hortikultura di Kecamatan Suliki
Identifikasi Pola Permukiman dan Saluran Pemasaran Pertanian Komoditi Hortikultura di Kecamatan Suliki
Pola permukiman yang ada di pedesaan akan mempengaruhi bagaimana distribusi hasil pertanian dilakukan. Pola permukiman yang efisien dan strategis dapat mempengaruhi aksesibilitas p...
Identifikasi Pola Pemukiman Dan Saluran Pemasaran Pertanian Komoditi Hortikultura Di Kecamatan Suliki
Identifikasi Pola Pemukiman Dan Saluran Pemasaran Pertanian Komoditi Hortikultura Di Kecamatan Suliki
Pola permukiman yang ada di pedesaan akan mempengaruhi bagaimana distribusi hasil pertanian dilakukan. Pola permukiman yang efisien dan strategis dapat mempengaruhi aksesibilitas p...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
Dark Tourism Opportunities and Challenges: A case study from Lapindo Mud Disaster
Dark Tourism Opportunities and Challenges: A case study from Lapindo Mud Disaster
The purpose of this article is to analyze the opportunities and challenges of the potential dark tourism of Lapindo Mud, as well as to find out the practice of Lapindo Mud dark tou...
Perlindungan, penegakan dan pemenuhan hak atas tanah korban lumpur Lapindo
Perlindungan, penegakan dan pemenuhan hak atas tanah korban lumpur Lapindo
Provision of insufficient compensation for community land and/or buildings submerged in the Lapindo mudflow presents a challenge in providing clarity on settlement information and ...
Tourism Destination Development of "Geopark" Lumpur Lapindo
Tourism Destination Development of "Geopark" Lumpur Lapindo
Lumpur Lapindo is one of the new potential tourism in Sidoarjo which has strategic value to be managed, developed and marketed. The development of new tourism "Geopark" Lumpur Lapi...

