Javascript must be enabled to continue!
Aneka Ragam Kehidupan Masyarakat Banjarmasin Di tepian Sungai Martapura
View through CrossRef
Sungai menjadi bagian tak terpisahkan dari Banjarmasin, kota tertua di Kalimantan yang konon sudah ada sejak tahun 1526. Banjarmasin mendapat sebutan ”Kota Seribu Sungai” lantaran anak Sungai Martapura dan Barito serta sejumlah kanal bangunan Belanda yang membelah-belah kota itu. Bagi urang banua banjar, sungai memiliki arti mendalam dan merupakan urat nadi kehidupan. Walaupun jejak-jejak budaya masyarakat sungai itu kian terkikis. Begitu kota itu bertumbuh, permukiman pun meriap, termasuk rumah-rumah kayu dan semipermanen di tepian Sungai Martapura yang lebarnya sekitar 100 meter itu. Permukiman tepi sungai itu lalu dianggap menjadi bagian dari masalah perkotaan. Jejak jiwa dan emosi alami masyarakat terhadap sungai tampaknya tidak bertemu dengan para pembangun kota yang sibuk membangun daratan. Perjalanan kali itu bisa dikatakan mengintip kehidupan seperti apa adanya. Rumah-rumah di tepian Martapura bersangga tiang-tiang kayu. Ada yang menjadikan sungai sebagai halaman depan, ada pula yang menganggapnya bagian belakang rumah. Seakan gamang, sebagian rumah mempunyai dua pintu utama, satu menghadap ke jalan dan sebuah lagi ke arah sungai.
Title: Aneka Ragam Kehidupan Masyarakat Banjarmasin Di tepian Sungai Martapura
Description:
Sungai menjadi bagian tak terpisahkan dari Banjarmasin, kota tertua di Kalimantan yang konon sudah ada sejak tahun 1526.
Banjarmasin mendapat sebutan ”Kota Seribu Sungai” lantaran anak Sungai Martapura dan Barito serta sejumlah kanal bangunan Belanda yang membelah-belah kota itu.
Bagi urang banua banjar, sungai memiliki arti mendalam dan merupakan urat nadi kehidupan.
Walaupun jejak-jejak budaya masyarakat sungai itu kian terkikis.
Begitu kota itu bertumbuh, permukiman pun meriap, termasuk rumah-rumah kayu dan semipermanen di tepian Sungai Martapura yang lebarnya sekitar 100 meter itu.
Permukiman tepi sungai itu lalu dianggap menjadi bagian dari masalah perkotaan.
Jejak jiwa dan emosi alami masyarakat terhadap sungai tampaknya tidak bertemu dengan para pembangun kota yang sibuk membangun daratan.
Perjalanan kali itu bisa dikatakan mengintip kehidupan seperti apa adanya.
Rumah-rumah di tepian Martapura bersangga tiang-tiang kayu.
Ada yang menjadikan sungai sebagai halaman depan, ada pula yang menganggapnya bagian belakang rumah.
Seakan gamang, sebagian rumah mempunyai dua pintu utama, satu menghadap ke jalan dan sebuah lagi ke arah sungai.
Related Results
ANALISIS KOREOGRAFI TARI PEUMULIA JAMEE CIPTAAN YUSLIZAR SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN DI SANGGAR CUT NYAK DHIEN PROVINSI ACEH
ANALISIS KOREOGRAFI TARI PEUMULIA JAMEE CIPTAAN YUSLIZAR SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN DI SANGGAR CUT NYAK DHIEN PROVINSI ACEH
Tujuan penelitian ini mengkaji tentang analisis koreografi Tari Peumulia Jamee diciptaan Yulizar, seorang koreografer yang berasal dari Sanggar Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Tari ini ...
TIPOLOGI POLA TATA LETAK RUMAH PADA PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN
TIPOLOGI POLA TATA LETAK RUMAH PADA PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN
Permukiman tepian sungai merupakan sebuah ciri khas dalam konteks kelokalan yang menjadi daya tarik tersendiri dari Kota Banjarmasin. Pada perkembangannya sekarang permukiman tepia...
ALIH GAYA BAHASA DALAM PERCAKAPAN ACARA BUKAN EMPAT MATA DI TRANS 7
ALIH GAYA BAHASA DALAM PERCAKAPAN ACARA BUKAN EMPAT MATA DI TRANS 7
Penelitian ini difokuskan pada fenomena alih gaya dan fungsi alih gayabahasa dalam percakapan acara Bukan Empat Mata di Trans7. Data yangdimaksud dalam penelitian ini, yaitu berupa...
PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEDULI SUNGAI DI KOTA BANJARMASIN
PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEDULI SUNGAI DI KOTA BANJARMASIN
Keberadaan masyarakat tradisional sangat penting untuk terlibat dalam pelestarian sumberdaya perairan. Kearifan tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang ada di masyarak...
AIR KERAMAT YANG TIDAK PERNAH HABIS DI MAKAM SULTAN SURIANSYAH
AIR KERAMAT YANG TIDAK PERNAH HABIS DI MAKAM SULTAN SURIANSYAH
Banjarmasin memiliki julukan Kota Seribu Sungai, karena memang pusat Kota Banjarmasin dibelah oleh banyak sekali sungai-sungai seperti sungai Martapura, Barito, sungai Sipandai, s...
AIR KERAMAT YANG TIDAK PERNAH HABIS DI MAKAM SULTAN SURIANSYAH
AIR KERAMAT YANG TIDAK PERNAH HABIS DI MAKAM SULTAN SURIANSYAH
Banjarmasin memiliki julukan Kota Seribu Sungai, karena memang pusat Kota Banjarmasin dibelah oleh banyak sekali sungai-sungai seperti sungai Martapura, Barito, sungai Sipandai, s...
Konsep Penataan Ruang Berkelanjutan Pada Kawasan Tepian Sungai Musi Kota Palembang (Kasus: Kelurahan 5 Ulu Dan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu)
Konsep Penataan Ruang Berkelanjutan Pada Kawasan Tepian Sungai Musi Kota Palembang (Kasus: Kelurahan 5 Ulu Dan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu)
ABSTRACTThe high rate of population growth causes slums in an area, especially in the Musi riverbank, Palembang City. This is marked by the development of community activities, suc...
Paradigma Ekologis Masyarakat Banjar Terhadap Keberadaan Sungai di Kalimantan Selatan
Paradigma Ekologis Masyarakat Banjar Terhadap Keberadaan Sungai di Kalimantan Selatan
Islam menjadi identitas atau ciri dari masyarakat Banjar yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupannya, diantaranya aspek pemeliharaan sungai. Hampir semua wilayah di provinsi Kali...

